Minggu, 28 Mei 2023

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

 

TEORI KEPEMIMPINAN

Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

PSIKOLOGI MANAJEMEN

                                                                                  

                           

      

                                                                                

 

 

 

Dosen Pengampu:

Aris Imawan, M.Pd.I

 

Oleh:

DEWY MULYYA AYU KUSUMA

201812120380

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL FITHRAH

SURABAYA

2021-2022

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentangmemimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang kepemimpinandengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatihcalon-calon pemimpin.

Sejarah timbulnya kepemimpinan, sejak nenek moyang dahulu kala, kerjasama dan saling melindungi telah muncul bersama-sama dengan peradapan manusia. Kerjasamatersebut muncul pada tata kehidupan sosial masyarakat atau kelompok-kelompok manusiadalam rangka untuk mempertahankan hidupnya menentang kebuasan binatang danmenghadapi alam sekitarnya. Berangkat dari kebutuhan bersama tersebut, terjadi kerjasamaantar manusia dan mulai unsur-unsur kepemimpinan. Orang yang ditunjuk sebagai pemimpindari kelompok tersebut ialah orang-orang yang paling kuat dan pemberani, sehingga adaaturan yang disepakati secara bersama-sama misalnya seorang pemimpin harus lahir dariketurunan bangsawan, sehat, kuat, berani, ulet, pandai, mempunyai pengaruh dan lain-lain.Hingga sampai sekarang seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat yang tidak ringan,karena pemimpin sebagai ujung tombak kelompok.

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana penelitian tentang kepemimpinan ?

2.      Apa saja kriteria pemimpin atau manajer yang baik ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Kepemimpinan

ahmad rusli dalam kertas kerjanya pemimpin dalam Kepimpinan pendidikan menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya), ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan. pemimpin adalah seorang pribadi yang memilikikecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga diamampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktifitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara cermatakan ditemukan kecenderungan yang memiliki titik pusat.

Kepemimpinan dalam pandangan Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi[1] secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Selain itu juga mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya, pengorganisasian dan aktivitas-aktivitas untuk mencapai sasaran, memlihara hubungan kerja sama dan kerja kelompok, perolehan dukungan dan kerjasama dari orang-orang di luar kelompok atau organisasi.

Sehubungan dengan efektivitas kepemimpinan, Barnard menjelaskan tentang fungsi kepemimpinan, serta mengembangkan konsep efektivitas dan efisiensi, yang dikutip dalam bukunya The Function of the Executive, yang menyatakan: ”Effectiveness relates to the achievement of organizational goals, and efficiency relates to the satisfaction of individual motives”.[2] Achua dan Lussier dalam Effective Leadership menyatakan bahwa para pemimpin yang efektif (effective leaders) memiliki sifat (traits) dan personalitas (personality profile).

Seorang pemimpin perlu memperhatikan tiga dimensi lain, yaitu dimensi 1) mempertahankan penekanan tujuan manajerial dan kejelasan, 2) memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi individu untuk melakukan pekerjaan mereka dan mencapai tujuan mereka, dan 3) memfasilitasi bawahan untuk berinteraksi satu sama lainnya untuk menciptakan efisiensi, perasaan yang baik, dan kerja sama tim.[3]

Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :

1. Teori Kepemimpinan Sifat

Kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal “The Greatma Theory”. Dalam perkembangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat-sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain: sifat fisik, mental dan kepribadian.

4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain:

a)   Kecerdasan

Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi diatas kecerdasan rata-rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.

b)   Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial

Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.

c)    Motivasi diri dan dorongan berprestasi

Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.

 

d)   Sikap hubungan kemanusiaan

Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.

Perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal, yaitu:

Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.

Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.

Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.

Kepemimpinan mempunyai penekanan yang sama yaitu arah dan tujuan bagi organisasi. Kepemimpinan lebih banyak berfokus menciptakan visi ke depan bagi organisasi dan mengembangkan strategi jauh ke depan tentang perubahan-perubahan yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut bagi organisasi. Kepemimpinan lebih banyak memandang pada horizon yang luas (keeping eye on the horizon) dan menekankan hasil-hasil jangka panjang (long term result).

Tujuan kepemimpinan meliputi tujuan organisasi, tujuan kelompok, tujuan pribadi

anggota kelompok, dan tujuan pribadi pemimpin :

1.      Tujuan organisasi

Dimaksudkan untuk memajukan organisasi yang bersangkutan dan menghindari diri dari maksud-maksud yang irasional organisasi yang ada.

2.      Tujuan kelompok

Dimaksudkan untuk menanamkan tujuan kelompok pada masing-masing anggota sehingga tujuan kelompok dapat segera tercapai.

3.      Tujuan pribadi anggota kelompok

Maksudnya untuk memberi pengajaran, pelatihan, penyuluhan, konsultasi bagi tiap anggota kelompok sehingga anggota kelompok dapat mengembangkan pribadinya.

4.      Tujuan pribadi pemimpin

Maksudnya untuk memberi kesempatan pada pimpinan berkembang dalam tugasnya, seperti mempengaruhi, memberi nasehat, dan sebagainya.

 

 

B.     kriteria pemimpin atau manajer yang baik

Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruj bagi organisasi yang dijalani dan bagi dirinya sendiri selaku penanggung jawab untuk tercapainya tujuan organisasi tersebut.

Manfaat pemimpin dalam fungsi perencanaan adalah :

1.Perencanaan merupakan hasil pemikiran dalam pekerjaan untuk memutuskan apa yang akan di lakukan.

2.Perencanaan berari pemikiran jauh ke depan serta adanya keputusan-keputusan yang berdasarkan atas fakta yang diketahui.

3.perencanaan berarti penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dengan tujuan yang terapai.

Perencanaan meliputi dua hal yaitu perencanaan yang tertulis maupun tidak tertulis. Perencanaan yang tidak tertulis digunakan dalam waktu jangka pendek,pada keadaan yang darurat atau kegiatan yang terus menerus. Sedangkan perencanaan tertulis digunakan untuk mennetukan kegiatan-kegiatan yang akan dilalkukan dasar jaangka waktu yang cukup lama menggunakan prosedur-prosedur yang diperlukan.

Setiap perencanaan yang baik berisi maksud dan tujuan yang dapat dipahami dan cara atau prosedur untuk mencapai tujuan tersebut.

Seorang pemimpin yang sering dan senantiasa memandang kedepan berarti akan mampu membaw dan mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga. Hal ini dapat memberikan jaminan bahwa jalannya proses yang dituju akan berlangsung terus menerus yanpa hambatan dan penyimpangan yang merugikan.

Seorang pemimpin harus senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan-hambatandapat segera diatasi sehingga kegiatan kembali berlangsung seperti biasanya.

Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah. Oleh karena itu banyak pemimpin yang ragu dan menunda dalam pengambilan keputusan. Metode pengambilan kepuusan dapat dilakukan secaa individu, kelompok, tim, komisi dan sebagainya. Untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya, melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:

1. Teori keputusan merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif

2. Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajermemperoleh dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi bisnisnya

3. Pengambilan keputusan adalah proses memilih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk mengatasi masalah.

Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:

1. Tipe Kharismatik

Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya  timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.

2. Tipe Paternalistik

a. Menganggap bawahannya belum dewasa

b.bersikap terlalu melindungi

c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan

d.Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

3. Tipe Otoriter

Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:

a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya

b.Pemimpin bertindak sebagai dictator

c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.

4. Tipe Militeristik

Dalam tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:

a. menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku

b.lebih banyak menggunakan system perintah

c. menghendaki keputusan mutlak dari bawahan

d.Formalitas yang berlebih-lebihan

e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan

f.  Sifat komunikasi hanya sepihak

5. Tipe Demokrasi

Tipe demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,, pembuatan rencana keputusan, disiplin.

Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:

1. Tipe Kharismatik

Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya  timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.

2. Tipe Paternalistik

a. Menganggap bawahannya belum dewasa

b. bersikap terlalu melindungi

c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan

d. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

3. Tipe Otoriter

Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:

a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya

b. Pemimpin bertindak sebagai dictator

c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.

4. Tipe Militeristik

Dalam tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:

a. menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku

b. lebih banyak menggunakan system perintah

c. menghendaki keputusan mutlak dari bawahan

d. Formalitas yang berlebih-lebihan

e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan

f. Sifat komunikasi hanya sepihak

5. Tipe Demokrasi

Tipe demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,, pembuatan rencana keputusan, disiplin.

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Untuk Menerapkan manajemen dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu. Manajemen juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya standar ini bisa ditingkatkan. Untuk tumanajemen memerlukan kepemimpinan yang khusus agar organisasi berjalan dan berkelanjutan.

Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Seorang pemimpin yang baik harus memiliki kepribadian, pengetahuan, spiritual, skill atau kemampuan, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila ketujuh isi dari esensi atau hakikat kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana.

 

DAFTAR PUSTAKA

Mujiono, Imam. 2002. Kepemimpinan dan Keorganisasian. Yogyakarta: UII Press

Rivai, Veithzal, 2007. Kepemimpinan dan perilaku, Jakarta

Irfandi Rahman, teori kepemimpinan dalam manajemen.

http://www.tugasku4u.com/2013/06/ teorikepemimpinanmanajemen

Purwanto, yadi, 2001, makalah manjemen PT Cendekia Informatika, Jakarta

James K Van Fleer, 1973, 22 manajemen kepemimpinan, Jakarta Timur:Mitra Usaha

 

 

 



[1] Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Jakarta: Rajawali Pers, hal. 2

[2] Chester I, Barnard, The Functions of the Executive (Cambridge, Mass: Harvard University Press, 1968), hal.55-61

[3] Cooper, James Fenimore., and John Nirenberg, “Leadership Effectiveness” Encyclopedia of Leadership. Ed.. Thousand Oaks, (CA: SAGE, 2004), hal.845-854 dalam SAGEReference Online. Web. 30 Jan. 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

  TEORI KEPEMIMPINAN Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PSIKOLOGI MANAJEMEN ...