SEKOLAH
BERKEMAMPUAN UNGGUL
Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah
MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF
Dosen
Pengampu:
H. M. FAIZ AL ARIF M.Pd.I.
Oleh:
DEWY
MULYYA AYU KUSUMA
201812120380
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM AL FITHRAH
SURABAYA
2021-2022
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Keunggulan suatu
bangsa tidak lagi bertumpu
pada kekayaan alam, melainkan
pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga terdidik
yang mampu menjawab
tantangan-tantangan yang sangat
cepat. Secara keseluruhan, di
Indonesia mutu SDM Indonesia saat ini
masih ketinggalan dan
berada di beiakang
SDM negara- negara maju
dan negara-negara tetangga,
seperti Malaysia dan Thailand.
Kenyataan ini sudah
lebih dari cukup
untuk mendorong pakar dan
praktisi pendidikan melakukan
kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem
pendidikan nasional.Agar keluaran dari sekolah mampu beradaptasi secara dinamis
dengan perubahan dan
tantangan tersebut, pemerintah
melontarkan gagasan tentang manajemen
pendidikan yang berbasis
sekolah (school-based
management) yang memberikan
ruang yang luas
bagi sekolah dan masyarakatnya untuk menentukan program
dan rencana pengembangan diri
sesuai dengan kebutuhan
dan kondisi masing- masing. Sejalan
dengan gagasan desentralisasi pengelolaan pendidikan, maka
fungsi-fungsi pengelolaan sekolah
perlu diberdayakan secara maksimal
agar dapat berjalan
secara efektif untuk menghasilkan
mutu lulusan yang diharapkan.
Dewasa ini banyak sekolah yang menamakan dirinya
sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan. Namun tidak jelas kriteria dan
standar yang diberlakukan pada masing-masing sekolah. Kualitas layak tidaknya
predikat unggulan bagi suatu sekolah akan mempengaruhi mutu dan kualitas
pendidikan Islam dibanding dengan pendidikan atau institusi pendidikan pada
umumnya. Mutu sekolah hendaknya dapat sejajar dan lebih unggulan dari
pendidikan umum unggulan lainnya. Tujuan umum dari program tersebut untuk
mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional, adapun secara kusus tujuanya
untuk menghasilkan output pendidikan yang unggulan dalam memiliki nasionalisme,
dan patriotisme yang tinggi, memiliki motivasi dan ketrampilan untuk
mencapai prestasi dan keunggulan serta kepribadian kokoh, peka sosial, berjiwa
kepemimpinan dan disiplin.
Sekolah yang mengatasnamakan dirinya sebagai sekolah
unggulan harus diakui oleh pemerintah dan masyarakat, bukan oleh sekolah itu
sendiri. Karena keunggulan berarti memiliki nilai yang lebih dibanding dengan
sekolah yang lain dan tentunya nilai itu tidak hanya dapat dilihat dari aspek
fisik, melainkan juga aspek-aspek lain yang sangat menentukan. Misalnya proses
pembelajarannya ataupun output yang dihasilkan. Apabila dicermati, dari
kebijakan ini, bahwa harus ada implementasi sekolah unggulan untuk melibatkan
teknologi pendidikan, salah satunya teknologi pembelajaran. Sekolah dan guru
sebagai pelaku utama dalam penerapan sekolah unggulan dituntut inovatif dan
kreatif untuk menggunakan perangkat teknologi, sehingga mendukung kualitas
pembelajaran Dalam kesempataini penulis akan memaparkan pengertian, latar
belakang, dan kreteria sekolah unggulan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Ada
berapakah sifat-sifat huruf hija’iyah?
2. Apa
saja dan bagaimana penjelasan dari sifat-sifat tersebut?
BAB II
PEMBAHASAN
Sifat-Sifat Huruf Hija’iyah
Sifat menurut
bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Menurut istilah
adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat
keluar dari makhrajnya.
Sifat menurut
bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Sedangkan
Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf
yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.
Sifatul khuruf
adalah karakter sebuah huruf, apakah sebuah huruf bernuansa tebal atau tipis,
dengung atau tidak, keluar nafas atau tidak, dan sebagainya. Seperti misalnya
huruf kha dan kĥo. Dua-duanya memiliki tempat keluar suara (makhroj) yang sama
namun berbeda sifat.
Tujuan utama
mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar setiap huruf yang kita ucapkan,
sesuai dengan hurufnya baik tempat maupun sifatnya.
Ahli qiraat
berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. Sebagian
menetapkan sebanyak 19 sifat, dan sebagian lagi menetapkan 18 sifat, 17 sifat,
16 sifat 14 sifat, dan bahkan ada yang menetapkan 44 sifat. Dari sifat-sifat
huruf yang ada, maka tiap-tiap huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an paling sedikit
mempunyai 5 sampai 7 sifat. Pada kesempatan ini kita bicarakan sebanyak 19
sifat-sifat huruf yang lebih umum dibicarakan oleh ahli qiraat. Kita bagi
menjadi dua kelompok, yaitu :
I.
Sifat-sifat huruf yang
berlawanan sebanyak 5 sifat ditambah lawannya 5 sifat, sehingga Seluruhnya
Menjadi 10 Sifat, Yaitu :
1.
جَهْرٌ (Jahar) = Jelas,
2.
هَمْسُ (Hamas) =
Samar
3.
شِدَّةٌ (Siddah) = Kuat
4.
رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak
5.
اِسْتِعْلاَءٌ (Isti’la’)=
Terangkat
6.
اِسْتِفَالٌ (Istifal) = Turun
7.
اِطْبَاقٌ (Ithbaq) =
Tertutup
8.
اِنْفِتَاحٌ(Infitah) =
Terbuk
9.
اِصْمَاتٌ (Ishmat) = Diam
10.
اِذْلاَقٌ
(Idzlaq) = Lancar
Uraian 10
Sifat-Sifat Huruf :
1.
جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas.
Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan tidak berdesis dan nafas tertahan, sehingga
bunyi terdengar lebih jelas dan bersih. Hurufnya ada 19 yaitu : عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ
2.
هَمْسُ (HAMAS) =
Samar. Maksudnya ialah membuinyikan huruf dengan berdesis dan nafas terlepas,
sehingga bunyi huruf terdengar agak samar. Berhembus membunyikannya itu baik di
waktu ia sedang berbaris atau di waktu bertanda mati atau waqaf, kecuali huruf
“kaf” dan “ta” yang dibunyikan bernafas hanya di waktu ia bertanda mati atau
dibaca ketika waqaf. Hurufnya ada 10 yaitu : فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ
3.
شِدَّةٌ (SIDDAH) = Kuat.
Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara tertahan dan lebih kuat
tertahannya ketika mati atau waqaf. Hurufnya ada 8 yaitu : اَجِدُ قِطَّ بَكَتْ
4.
رَخَاوَةٌ (Rakhawah) =
Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara terlepas, berlalu
/berjalan beserta huruf itu. Hurufnya ada 16 yaitu :
خُذْ غَثَّ حَظَّ فّضَّ شُوْصٍ زَيَ سَاهٍ
5.
اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)=
Terangkat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke
langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf menjadi lebih tinggi, tebal dan
berat. Hurufnya ada 7 yaitu :
خُصَّ ضّغْطٍ قِظْ
6.
اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = turun. Maksudnya ialah
membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar lidah, sehingga
bunyi huruf menjadi rendah, tipis dan ringan. Hurufnya ada 22 yaitu : ثبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ اِنْ سَلَّ
شَكَا
7.
اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) =
Tertutup. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan melengkungkan keliling lidah
ke langit-langit mulut, sehingga bunyinya lebih besar dan berat. Hurufnya ada 4
yaitu : صَضْطَظَ
8.
اِنْفِتَاحٌ (INFITAH ) =
Terbuka. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan pertengahan lidah terbuka
(tidak melengkungkan keliling lidah ke langit-langit), sehingga bunyi huruf
lebih kecil dan ringan. Hurufnya 25 yaitu: مَنْ اَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ
9.
اِصْمَاتٌ (ISHMAT)=
Diam atau menahan. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berat dan tertahan.
Hurufnya ada 23 yaitu : جَزُّ غِشَّ سَاخِطٍ صَدَّ ثِقَةٍ اِذْوَعَظَهُ
يَحُضُّكَ
10. اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) =
Lancar, ujung atau tajam. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan ringan dan
lancar. Hurufnya ada 6 yaitu : فَرَّ مِنْ لُبٍّ
II.
Sifat-sifat huruf yang
tidak berlawanan sebanyak 9 yaitu :
1.
تَوَسُّطٌ
(Tawassuth) atau disebut juga dengan
Bainiyah = Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah. Maksudnya ialah
membunyikan huruf antara suara tertahan dengan datar. Hurufnya ada 5, yaitu : لنع م ر
2.
لَيِّنٌ
(LAYYIN) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan
huruf dengan lunak, lemah dan lembut, ketika huruf itu mati dan jatuh sesudah
harakat fathah. Hurufnya ada 2 yaitu : _َوْ
_َ يْ = خَوْفٌ
- سَوْفَ -
كَيْفَ – اِلَيْكَ
3.
اِنْحِرَافٌ (INHIRAF) = Condong.
Maksudnya ialah membunyikan huruf condong ke ujung lidah dengan sedikit
melenturkan (melengkungkan) lidah. Hurufnya ada 2 yaitu : ل ر
4.
تَكْرِيْرٌ (TAKRIR) =
Mengulang-ulang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lidah bergetar tidak
lebih dari dua getaran. Apabila getarannya sampai tiga kali, maka tercelalah.
Dan apabila sampai empat getaran, berarti huruf itu telah menjadi dua huruf.
Hurufnya ada satu yaitu : ر
5.
صَفِيْرٌ (SHAFIR) = Siul atau seruit.
Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berdesir bagaikan suara seruling.
Perbedaan antara “Shafir” dengan “Hams” adalah, di dalam desir nafas lebih kuat
dibanding dengan Hams yang sekedar membunyikan huruf dengan “berhembus”.
Hurufnya ada tiga, yaitu : ص ز س
6.
تَفَشِّيْ (TAFASY-SYI) =
Menyebar. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan angin tersebar di mulut.
Hurufnya ada satu, yaitu : ش
7.
قَلْقَلَةٌ (QALQALAH) =
Goncang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan concangan pada makhrajnya,
sehingga terdengar pantulan suara yang kuat pada sat mati atau dimataikan
karena berhenti (waqaf) Hurufnya ada lima, yaitu : قُطْبُ جَدٍ
a.
قَلْقَلَةٌ صُغْرَى (QALQALAH SHUGHRA), yaitu
pantulan suara huruf qalqalah agak lebih kecil, karena huruf qalqalahnya itu
mati asli berada di tengah-tengah kata atau kalimat. Contoh : يَقْبَلُ – يَطْبَعُ – يَدْخَلُ – يَجْعَلُ – يَبْتَغُ
b.
قَلْقَلَةٌ كُبْرَى
(QALQALAH KUBRA), yaitu pantulan suara huruf qalqalah agak lebih besar, karena
huruf qalqalahnya itu sebenarnya hidup, tapi dimatikan ketika waqaf
(menghentikan bacaan).
8. اِسْتِطَالَةٌ (ISTITHALAH) = Memanjang. Maksudnya ialah membunyikan
huruf dengan memanjang di salah satu tepi pangkal lidah sampai ke depan. Sifat
Istithalah itu berlaku ketika mati atau bertasydid. Dan juga ketika diwaqafkan.
Hurufnya ada satu, yaitu : ض
9.
غُنَّةٌ (GHUNNAH) = Berdengung. Maksudnya ialah
membunyikan huruf dengan suara berdengung yang keluar dari pangkal hidng.
Hurufnya ada dua, yaitu : م
ن
10.
BAB
III
KESIMPULAN
Sifat menurut
bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Sedangkan
Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf
yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.
Tujuan utama
mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar setiap huruf yang kita ucapkan,
sesuai dengan hurufnya baik tempat maupun sifatnya.
Sifat-sifat
huruf terbagi menjadi dua bagian:
1. Sifat
Yang Memiliki Lawan
2. Sifat
Yang Tidak Memiliki Lawan
DAFTAR
PUSTAKA
1. Amir,
Abu. Dkk. 1994. Attaisiru Fil Qira’atis. Jeddah:Maktabah
Al-Haramain..
2. Ibnu
Katsir.2000. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung:Cv
Diponegoro
3. Muhyidin.
1994. Irabul Quranil Karim Wa Bayanuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar