Minggu, 28 Mei 2023

MAKALAH SEKOLAH BERKEMAMPUAN UNGGUL

 

SEKOLAH BERKEMAMPUAN UNGGUL

Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF

                                                                                  

                           

      

                                                                                

 

 

 

Dosen Pengampu:

H. M. FAIZ AL ARIF M.Pd.I.

 

Oleh:

DEWY MULYYA AYU KUSUMA

201812120380

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL FITHRAH

SURABAYA

2021-2022

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Keunggulan  suatu  bangsa tidak  lagi  bertumpu  pada  kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga  terdidik  yang  mampu  menjawab  tantangan-tantangan  yang sangat cepat.  Secara keseluruhan, di Indonesia  mutu SDM Indonesia saat  ini  masih  ketinggalan  dan  berada  di  beiakang  SDM  negara- negara  maju  dan  negara-negara  tetangga,  seperti  Malaysia  dan Thailand.  Kenyataan  ini  sudah  lebih  dari  cukup  untuk  mendorong pakar  dan  praktisi  pendidikan  melakukan  kajian  sistematik  untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional.Agar keluaran dari sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan  perubahan  dan  tantangan  tersebut,  pemerintah  melontarkan gagasan  tentang  manajemen  pendidikan  yang  berbasis  sekolah (school-based  management)  yang  memberikan  ruang  yang  luas  bagi sekolah  dan  masyarakatnya untuk menentukan  program  dan  rencana pengembangan  diri  sesuai  dengan  kebutuhan  dan  kondisi  masing- masing.   Sejalan   dengan   gagasan   desentralisasi   pengelolaan pendidikan,   maka   fungsi-fungsi   pengelolaan   sekolah   perlu diberdayakan  secara  maksimal  agar  dapat  berjalan  secara  efektif untuk menghasilkan mutu lulusan yang diharapkan.

Dewasa ini banyak sekolah yang menamakan dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan. Namun tidak jelas kriteria dan standar yang diberlakukan pada masing-masing sekolah. Kualitas layak tidaknya predikat unggulan bagi suatu sekolah akan mempengaruhi mutu dan kualitas pendidikan Islam dibanding dengan pendidikan atau institusi pendidikan pada umumnya. Mutu sekolah hendaknya dapat sejajar dan lebih unggulan dari pendidikan umum unggulan lainnya. Tujuan umum dari program tersebut untuk mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional, adapun secara kusus tujuanya untuk menghasilkan output pendidikan yang unggulan dalam memiliki nasionalisme, dan patriotisme yang tinggi, memiliki motivasi dan ketrampilan  untuk mencapai prestasi dan keunggulan serta kepribadian kokoh, peka sosial, berjiwa kepemimpinan dan disiplin.

Sekolah yang mengatasnamakan dirinya sebagai sekolah unggulan harus diakui oleh pemerintah dan masyarakat, bukan oleh sekolah itu sendiri. Karena keunggulan berarti memiliki nilai yang lebih dibanding dengan sekolah yang lain dan tentunya nilai itu tidak hanya dapat dilihat dari aspek fisik, melainkan juga aspek-aspek lain yang sangat menentukan. Misalnya proses pembelajarannya ataupun output yang dihasilkan. Apabila dicermati, dari kebijakan ini, bahwa harus ada implementasi sekolah unggulan untuk melibatkan teknologi pendidikan, salah satunya teknologi pembelajaran. Sekolah dan guru sebagai pelaku utama dalam penerapan sekolah unggulan dituntut inovatif dan kreatif untuk menggunakan perangkat teknologi, sehingga mendukung kualitas pembelajaran Dalam kesempataini penulis akan memaparkan pengertian, latar belakang, dan kreteria sekolah unggulan.

 

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Ada berapakah sifat-sifat huruf hija’iyah?

2.      Apa saja dan bagaimana penjelasan dari sifat-sifat tersebut?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

Sifat-Sifat Huruf Hija’iyah

Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.

Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Sedangkan Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.

Sifatul khuruf adalah karakter sebuah huruf, apakah sebuah huruf bernuansa tebal atau tipis, dengung atau tidak, keluar nafas atau tidak, dan sebagainya. Seperti misalnya huruf kha dan kĥo. Dua-duanya memiliki tempat keluar suara (makhroj) yang sama namun berbeda sifat.  

Tujuan utama mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar setiap huruf yang kita ucapkan, sesuai dengan hurufnya baik tempat maupun sifatnya.

Ahli qiraat berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah sifat-sifat huruf hijaiyah. Sebagian menetapkan sebanyak 19 sifat, dan sebagian lagi menetapkan 18 sifat, 17 sifat, 16 sifat 14 sifat, dan bahkan ada yang menetapkan 44 sifat. Dari sifat-sifat huruf yang ada, maka tiap-tiap huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an paling sedikit mempunyai 5 sampai 7 sifat. Pada kesempatan ini kita bicarakan sebanyak 19 sifat-sifat huruf yang lebih umum dibicarakan oleh ahli qiraat. Kita bagi menjadi dua kelompok, yaitu :

                                I.            Sifat-sifat huruf yang berlawanan sebanyak 5 sifat ditambah lawannya 5 sifat, sehingga Seluruhnya Menjadi 10 Sifat, Yaitu :

1.    جَهْرٌ (Jahar) = Jelas, 

2.   هَمْسُ (Hamas) = Samar

3.   شِدَّةٌ (Siddah) = Kuat

4.   رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak

5.   اِسْتِعْلاَءٌ (Isti’la’)= Terangkat 

6.    اِسْتِفَالٌ (Istifal) = Turun

7.   اِطْبَاقٌ (Ithbaq) = Tertutup

8.   اِنْفِتَاحٌ(Infitah) = Terbuk

9.   اِصْمَاتٌ (Ishmat) = Diam

10.               اِذْلاَقٌ (Idzlaq) = Lancar

 

Uraian 10 Sifat-Sifat Huruf :

1.      جَهْرٌ (JAHAR) = Jelas. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan tidak berdesis dan nafas tertahan, sehingga bunyi terdengar lebih jelas dan bersih. Hurufnya ada 19 yaitu : عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جِدٍّ طَلَبَ

2.      هَمْسُ (HAMAS) = Samar. Maksudnya ialah membuinyikan huruf dengan berdesis dan nafas terlepas, sehingga bunyi huruf terdengar agak samar. Berhembus membunyikannya itu baik di waktu ia sedang berbaris atau di waktu bertanda mati atau waqaf, kecuali huruf “kaf” dan “ta” yang dibunyikan bernafas hanya di waktu ia bertanda mati atau dibaca ketika waqaf. Hurufnya ada 10 yaitu : فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ

3.      شِدَّةٌ (SIDDAH) = Kuat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara tertahan dan lebih kuat tertahannya ketika mati atau waqaf. Hurufnya ada 8 yaitu : اَجِدُ قِطَّ بَكَتْ

4.      رَخَاوَةٌ (Rakhawah) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara terlepas, berlalu /berjalan beserta huruf itu. Hurufnya ada 16 yaitu : 

خُذْ غَثَّ حَظَّ فّضَّ شُوْصٍ زَيَ سَاهٍ

5.      اِسْتِعْلاَءٌ (ISTI’LA’)= Terangkat. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf menjadi lebih tinggi, tebal dan berat. Hurufnya ada 7 yaitu : 

خُصَّ ضّغْطٍ قِظْ

6.       اِسْتِفَالٌ (ISTIFAL) = turun. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan menurunkan pangkal lidah ke dasar lidah, sehingga bunyi huruf menjadi rendah, tipis dan ringan. Hurufnya ada 22 yaitu : ثبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ اِنْ سَلَّ شَكَا

7.      اِطْبَاقٌ (ITHBAQ) = Tertutup. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan melengkungkan keliling lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyinya lebih besar dan berat. Hurufnya ada 4 yaitu : صَضْطَظَ

8.      اِنْفِتَاحٌ (INFITAH ) = Terbuka. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan pertengahan lidah terbuka (tidak melengkungkan keliling lidah ke langit-langit), sehingga bunyi huruf lebih kecil dan ringan. Hurufnya 25 yaitu: مَنْ اَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شُرْبُ غَيْثٍ

9.      اِصْمَاتٌ (ISHMAT)= Diam atau menahan. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berat dan tertahan. Hurufnya ada 23 yaitu : جَزُّ غِشَّ سَاخِطٍ صَدَّ ثِقَةٍ اِذْوَعَظَهُ يَحُضُّكَ

10.   اِذْلاَقٌ (IDZLAQ) = Lancar, ujung atau tajam. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan ringan dan lancar. Hurufnya ada 6 yaitu : فَرَّ مِنْ لُبٍّ

 

                             II.            Sifat-sifat huruf yang tidak berlawanan sebanyak 9 yaitu :

1.    تَوَسُّطٌ (Tawassuth) atau disebut juga dengan Bainiyah = Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah. Maksudnya ialah membunyikan huruf antara suara tertahan dengan datar. Hurufnya ada 5, yaitu : لنع م ر

2.    لَيِّنٌ (LAYYIN) = Lunak. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lunak, lemah dan lembut, ketika huruf itu mati dan jatuh sesudah harakat fathah. Hurufnya ada 2 yaitu : _َوْ _َ يْ = خَوْفٌ - سَوْفَ - كَيْفَ – اِلَيْكَ

3.   اِنْحِرَافٌ (INHIRAF) = Condong. Maksudnya ialah membunyikan huruf condong ke ujung lidah dengan sedikit melenturkan (melengkungkan) lidah. Hurufnya ada 2 yaitu : ل ر

4.   تَكْرِيْرٌ (TAKRIR) = Mengulang-ulang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan lidah bergetar tidak lebih dari dua getaran. Apabila getarannya sampai tiga kali, maka tercelalah. Dan apabila sampai empat getaran, berarti huruf itu telah menjadi dua huruf. Hurufnya ada satu yaitu : ر

5.    صَفِيْرٌ (SHAFIR) = Siul atau seruit. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan berdesir bagaikan suara seruling. Perbedaan antara “Shafir” dengan “Hams” adalah, di dalam desir nafas lebih kuat dibanding dengan Hams yang sekedar membunyikan huruf dengan “berhembus”. Hurufnya ada tiga, yaitu : ص ز س

6.   تَفَشِّيْ (TAFASY-SYI) = Menyebar. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan angin tersebar di mulut. Hurufnya ada satu, yaitu : ش

7.   قَلْقَلَةٌ (QALQALAH) = Goncang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan concangan pada makhrajnya, sehingga terdengar pantulan suara yang kuat pada sat mati atau dimataikan karena berhenti (waqaf) Hurufnya ada lima, yaitu : قُطْبُ جَدٍ

a.       قَلْقَلَةٌ صُغْرَى (QALQALAH SHUGHRA), yaitu pantulan suara huruf qalqalah agak lebih kecil, karena huruf qalqalahnya itu mati asli berada di tengah-tengah kata atau kalimat. Contoh : يَقْبَلُ – يَطْبَعُ – يَدْخَلُ – يَجْعَلُ – يَبْتَغُ

b.      قَلْقَلَةٌ كُبْرَى (QALQALAH KUBRA), yaitu pantulan suara huruf qalqalah agak lebih besar, karena huruf qalqalahnya itu sebenarnya hidup, tapi dimatikan ketika waqaf (menghentikan bacaan).

8.   اِسْتِطَالَةٌ (ISTITHALAH) = Memanjang. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan memanjang di salah satu tepi pangkal lidah sampai ke depan. Sifat Istithalah itu berlaku ketika mati atau bertasydid. Dan juga ketika diwaqafkan. Hurufnya ada satu, yaitu : ض

9.    غُنَّةٌ (GHUNNAH) = Berdengung. Maksudnya ialah membunyikan huruf dengan suara berdengung yang keluar dari pangkal hidng. Hurufnya ada dua, yaitu : م ن

10.            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap pada sesuatu yang lain. Sedangkan Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yang berlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya.

Tujuan utama mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar setiap huruf yang kita ucapkan, sesuai dengan hurufnya baik tempat maupun sifatnya.

Sifat-sifat huruf terbagi menjadi dua bagian:

1.      Sifat Yang Memiliki Lawan

2.      Sifat Yang Tidak Memiliki Lawan

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.      Amir, Abu. Dkk. 1994. Attaisiru Fil Qira’atis. Jeddah:Maktabah Al-Haramain..

2.      Ibnu Katsir.2000. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung:Cv Diponegoro

3.      Muhyidin. 1994. Irabul Quranil Karim Wa Bayanuh

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

  TEORI KEPEMIMPINAN Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PSIKOLOGI MANAJEMEN ...