EVALUASI DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Dosen
Pengampu:
Dr. Iksan, M.Pd.I.
Oleh:
DEWY
MULYYA AYU KUSUMA
201812120380
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN
ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM AL FITHRAH
SURABAYA
2021-2022
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
bertanggung jawab dalam mencetak pribadi-pribadi yang utuh dalam segala
dimensi, tidak hanya melibatkan satu aspek saja tetapi dapat membangun manusia
utuh, baik dalam material, spiritual, lahir, batin, dunia dan akhirat, maka
dari itu diperlukan sekali upaya yang dapat meningkatkan mental dan moral yang
dibutuhkan dalam pembangunan. Manusia yang utuh dalam segi material dapat
dibentuk melalui pendidikan umum sedangkan manusia yang utuh dalam segi
spiritual dapat dibentuk melalui pendidikan agama (agama Islam). Agar
tujuan-tujuan dan tanggung jawab pendidikan yang telah disebutkan bisa tercapai secara maksimal
maka perlu dilakukannya suatu manajemen. Hal tersebut dikarenakan seluruh
aktifitas manusia dalam suatu sistem organisasi dikendalikan oleh
prinsip-prinsip yang berlaku dalam manajemen.
James
A. F. Stooner mendefinisikan manajemen sebagai proses perencanaan,
pengorganisasian, dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar dapat
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajemen sebagai seni
pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. Manajemen juga
mengkaji efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kinerja organisasi dengan
mempertimbangkan tujuan organisasi, kegiatan yang logis, jumlah sumber daya
manusia atau staff yang memadai, disiplin kerja, upah yang proporsional, bonus
yang prestatif, standar pekerjaan yang sistematis, pertanggungjawaban yang
objektif, penerapan balas jasa atau insentif yang motivasional, dan
pengembangan perusahaan yang terukur.[1]
Efisiensi
dan efektifitas pendidikan dapat dilihat dari hasil evaluasi yang diperoleh.
Dengan dilakukannya evaluasi guru dapat mengetahui dan mengukur tingkat
ketercapaian siswa dalam belajar. Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis
dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) daripada sesuatu,
berdasarkan pertimbangan, dan kriteria tertentu dalam rangka mengambil suatu
keputusan.[2] Evaluasi
pendidikan juga dapat dikatakan kegiatan pengendalian, penjaminan, dan
penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap
jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban
penyelenggaraan pendidikan.[3]
Dalam melakukan evaluasi di sebuah lembaga pendidikan juga diperlukan sebuah
manajemen, agar tujuan dari evaluasi bisa tercapai secara maksimal.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
Pengertian Evaluasi Pendidikan Islam?
2. Apa
Tujuan Evaluasi?
3. Apa
Fungsi dan Kegunaan Evaluasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Evaluasi Pendidikan Islam
Secara harfiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, evaluation, yang
berarti penilaian dan penaksiran.[4] Dalam
bahasa Arab, dijumpai istilah imtihân, yang berarti ujian,
dan khataman yang berarti cara menilai hasil akhir dari proses
kegiatan.[5]
Sedangkan secara istilah, ada beberapa pendapat, namun pada dasarnya
sama, hanya berbeda dalam redaksinya saja. Oemar Hamalik mengartikan evaluasi
sebagai suatu proses penaksiran terhadap kemajuan, pertumbuhan, dan
perkembangan peserta didik untuk tujuan pendidikan.[6]
Sementara Abudin Nata menyatakan bahwa evaluasi sebagai proses membandingkan
situasi yang ada dengan kriteria tertentu dalam rangka mendapatkan informasi
dan menggunakannya untuk menyusun penilaian dalam rangka membuat keputusan.[7]
Kemudian menurut Suharsimi Arikunto, evaluasi adalah kegiatan untuk
mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut
digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.[8] Dan
Edwind Wandt berpendapat evaluasi adalah: suatu tindakan atau proses dalam
menentukan nilai sesuatu.[9]
Adapun M. Chabib Thoha, mengutarakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan
yang terencana untuk mengetahui keadaan objek dengan menggunakan instrumen dan
hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan.[10]
Dari beberapa pendapat, dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi yaitu
suatu proses dan tindakan yang terencana untuk mengumpulkan informasi tentang
kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan
(pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar
untuk membuat keputusan. Dengan demikian evaluasi bukan sekedar menilai suatu
aktivitas secara spontan dan insedental, melainkan merupakan kegiatan untuk
menilai sesuatu yang terencana, sistematik dan berdasarkan tujuan yang jelas.[11] Jadi
dengan evaluasi diperoleh informasi dan kesimpulan tentang keberhasilan suatu
kegiatan, dan kemudian kita dapat menentukan alternatif dan keputusan untuk
tindakan berikutnya.
Selanjutnya, Evaluasi dalam pendidikan Islam merupakan cara atau tehnik
penilaian terhadap tingkah laku anak didik berdasarkan standar perhitungan yang
bersifat komprehensif dari seluruh aspek-aspek kehidupan mental-psikologis dan
spiritual religius, karena manusia bukan saja sosok pribadi yang tidak hanya
bersikap religius, melainkan juga berilmu dan berketerampilan yang sanggup
beramal dan berbakti kepada Tuhan dan masyarakatnya.[12]
Evaluasi pendidikan Islam adalah suatu kegiatan untuk menentukan taraf
kemajuan suatu aktivitas di dalam pendidikan Islam.[13] Program
evaluasi ini diterapkan dalam rangka mengetahui tingkat keberhasilan seorang
pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran, menemukan kelemahan-kelemahan
yang dilakukan, baik berkaitan dengan materi, metode, fasilitas dan sebagainya.[14]
Oleh karena itu, yang dimaksud evaluasi dalam pendidikan Islam adalah
pengambilan sejumlah keputusan yang berkaitan dengan pendidikan Islam guna
melihat sejauhmana keberhasilan pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai
Islam sebagai tujuan dari pendidikan Islam itu sendiri.[15]
Jadi evaluasi pendidikan Islam yaitu kegiatan penilaian terhadap tingkah
laku peserta didik dari keseluruhan aspek mental-psikologis dan spiritual
religius dalam pendidikan Islam, dalam hal ini tentunya yang menjadi tolak ukur
adalah al-Qur’an dan al-Hadits. Dengan pelaksanaan evaluasi ini bukan hanya
pendidik juga keseluruhan aspek/unsur pendidikan Islam.
B. Tujuan
Evaluasi
Menurut
Abdul Mujib dkk, tujuan evaluasi adalah:
1.
Mengetahui kadar
pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian, dan
mengajak peserta didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan, dan
mengetahui tingkat perubahan perilakunya.
2.
Mengetahui siapa
diantara peserta didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga yang lemah diberi
perhatian khusus agar ia dapat mengejar kekurangannya.[16]
3.
Mengumpulkan
informasi yang dapat dipergunakan sebagai dasar untuk mengadakan pengecekan
yang sistematis terhadap hasil pendidikan yang telah dicapai untuk kemudian
dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.[17]
Abudin Nata
menambahkan, bahwa evaluasi bertujuan mengevaluasi pendidik, materi pendidikan,
dan proses peyampaian materi pelajaran.
Pendapat
senada mengungkapkan bahwa tujuan evaluai yaitu untuk mengetahui penguasaan
peserta didik dalam kompitensi/subkompitensi tertentu setelah mengikuti proses
pembelajaran, untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik (diagnostic
test) dan untuk memberikan arah dan lingkup pengembangan eavaluasi selanjutnya.
Ada tiga
tujuan pedagogis dari sistem evaluasi Tuhan terhadap perbuatan manusia,[18] yaitu:
a. Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai
macam problema kehidupan yang dialaminya.
b. Untuk mengetahui sejauhmana hasil pendidikan wahyu yang telah
diterapkan Rasulullah SAW. terhadap umatnya.
c. Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat-tingkat hidup keislaman
atau keimanan manusia, sehingga diketahui manusia yang paling mulia di sisi
Allah SWT yaitu paling bertaqwa kepada-Nya, manusia yang sedang dalam iman atau
ketaqwaannya, manusia yang ingkar kepada ajaran Islam.
C.
Fungsi dan Kegunaan
Evaluasi
Seorang
pendidik melakukan evaluasi di sekolah mempunyai fungsi sebagai berikut:[19]
1.
Untuk mengetahui
peserta didik yang terpandai dan terkurang di kelasnya.
2.
Untuk mengetahui
apakah bahan yang telah diajarkan sudah dimiliki peserta didik atau belum
3.
Untuk mendorong
persaingan yang sehat antara sesama peserta didik.
4.
Untuk mengetahui
kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mengalami pendidikan dan
pengajaran.
5.
Untuk mengetahui
tepat atau tidaknya guru memilih bahan, metode, dan berbagai penyesuaian dalam
kls.
6.
Sebagai laporan
terhadap orang tua peserta didik dalam bentuk raport, ijazah, piagam dan
sebagainya.
Pendapat
yang hampir sama dikemukakan Hamalik, bahwa fungsi evaluasi adalah untuk
membantu peserta didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkah
lakunya secara sadar, serta memberi bantuan padanya cara meraih suatu kepuasan
bila berbuat sebagaimana mestinya, selain itu juga dapat membantu seorang
pendidik dalam mempertimbangkan adequate (cukup memadai) metode
pengajaran serta membantu dan mempertimbangkan administrasinya.[20] Sementara
pendapat lain mengemukakan, evaluasi berfungsi sebagai:[21]
1. Mengidentifikasi dan merumuskan jarak dari sasaran-sasaran pokok
dari kurikulum secara komprehensif;
2. Penetapan bagi tingkah laku apa yang harus direalisasikan oleh
siswa;
3. Menyeleksi atau membentuk instrumen-instrumen yang valid,
terpercaya dan praktis untuk menilai sasaran-sasaran utama proses kependidikan
atau ciri-ciri khusus dari perkembangan dan pertumbuhan manusia didik.
Kemudian,
secara umum ada empat kegunaan evaluasi dalam pendidikan Islam[22],
diantaranya :
1. Dari segi pendidik, yaitu untuk membantu seorang pendidik
mengetahui sejauhmana hasil yang dicapai dalam pelaksanaan tugasnya
2. Dari segi peserta didik, yaitu membantu peserta didik untuk dapat
mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar ke arah yang lebih
baik.
3. Dari segi ahli fikir pendidikan Islam, untuk membantu para pemikir
pendidikan Islam mengetahui kelemahan teori-teori pendidikan Islam dan membantu
mereka dalam merumuskan kembali teori-teori pendidikan Islam yang relevan
dengan arus dinamika zaman yang senantiasa berubah.
4. Dari segi politik pengambil kebijakan pendidikan Islam, untuk
membantu mereka dalam membenahi sistem pengawasan dan mempertimbangkan
kebijakan yang akn diterapkan dalam sistem pendidikan nasional (Islam).
Sementara
itu, sasaran evaluasi pendidikan meliputi: peserta didik dan juga pendidik
untuk mengetahui sejauhmana ia bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya
untuk mencapai tujuan pendidikan Islam.[23]
Sementara menurut Abudin Nata, bahwa sasaran evaluasi yaitu untuk mengevaluasi
peserta didik, pendidik, materi pendidikan, proses penyampaian materi
pelajaran, dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan dengan materi pendidikan.
Sasaran-sasaran
evaluasi pendidikan Islam secara garis besarnya melihat empat kemampuan peserta
didik[24] yaitu:
1. Sikap dan pengalaman terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya.
2. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan dirinya dengan
masyarakat.
3. Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan kehidupannya dengan
alam sekitarnya.
4. Sikap dan pandangannya terhadap diri sendiri selaku hamba Allah
Swt, anggota masyarakat serta selaku khalifah-Nya di muka bumi.
Allah Swt.
dalam mengevaluasi hamba-hamba-Nya tidak memandang formalitas, tetapi memandang
substansi di balik tindakan hamba-hamba-Nya[25].
Kualitas perilaku lebih dipentingkan daripada kualitasnya dalam proses
evaluasi.
Daging-daging
unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah,
tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah
menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya
kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
BAB
III
KESIMPULAN
1.
Evaluasi adalah
suatu proses dan tindakan yang terencana untuk mengumpulkan informasi tentang
kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan
(pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar
untuk membuat keputusan.
2.
Evaluasi
pendidikan Islamadalah suatu proses dan kegiatan penilaian yang terencana
terhadap peserta didik dari keseluruhan aspek mental-psikologis dan spiritual
religius dalam pendidikan Islamuntuk mengetahui taraf kemajuan dalampendidikan
Islam.
3.
Tujuan Evaluasi
yaitu : a) mengetahui kadar pemahaman peserta didik; b) mengetahui siapa
diantara peserta didik yang cerdas dan yang lemah; c) mengumpulkan informasi;
d) untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam kompetensi/subkompetensi
tertentu; e) untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik (diagnostic
test) dan untuk memberikan arah dan lingkup pengembangan evaluasi
selanjutnya.
4.
Evaluasi dalam
pendidikan Islam, secara umumsangat berguna bagi pendidik, peserta didik, ahli
fikir pendidikan Islam,politik pengambil kebijakan pendidikan Islam, untuk
membantu mereka dalam membenahi sistem pengawasan dan mempertimbangkan
kebijakan yang akan diterapkan dalam sistem pendidikan nasional (Islam).
5.
Sasaran evaluasi
yaitu untuk mengevaluasi peserta didik, pendidik, materi pendidikan, proses
penyampaian materi pelajaran, dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan dengan
materi pendidikan.
6.
Prinsip Evaluasi,
yaitu : valid, berorientasi kepada kompetensi, berkelanjutan/Berkesinambungan
(kontinuitas), menyeluruh (Komprehensif), bermakna, adil dan objektif, terbuka,
ikhlas, praktis, dicatat dan akurat.
[1] Saefulloh, Manajemen Pendidikan
Islam, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2014), hlm. 3-5
[2] Didin Kurniadin dan Imam Machali, Manajemen Pendidikan Konsep dan
Prinsip Pengelolaan Pendidikan, (Jogjakarta: Ar-Ruz Media, 2012), hlm. 374
[3] Republik Indonesia, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional..., hlm.
6
[4] John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia,
220.
[5] Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta:
Gaya Media Pratama, 2005), cet ke-1, 183.
[6] Oemar Hamalik, Pengajaran Unit,(Bandung: Alumni, 1982),
106.
[7] Abudin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, cet I, 307
[8] Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, hlm
3
[9] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta:
Kalam Mulia, 338)
[10] M. Chabib Thaha, Tehnik-tehnik Evaluasi Pendidikan (Jakarta:
PT Raja Grafindo, 1990
[11] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, 221.
[12] Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Tinjauan Teoritis dan Praktis
Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner,162.
[13] Zuhairini, dkk., Metodik Khusus pendidikan Agama,
(Surabaya: Usaha Nasional, 1981), 139.
[14] Abdul Mujib & Jusuf Mudzakir, Ilmu Pendidikan Islam,(Jakarta:
Kencana, 2008), cet. II, 211.
[15] Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan
Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), cet I, 54.
[16] Mujib & Mudzakir, Ilmu Pendidikan Islam, 211.
[17] Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, 53.
[18] Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Tinjauan Teoritis dan Praktis
Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, 163-164.
[19] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, 224
[20] Hamalik, Pengajaran Unit, 212.
[21] M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Tinjauan Teoritis dan
Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (Jakarta: Bumi Aksara,
2009), 167
[22] Al-Rasyidin dkk, Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan
Historis, teoritis dan Prkatis, 77-78.
[23] uhammad Athiyah al-Abrasyî, Ruh al-Tarbiyah wa
al-Ta’lim, (Saudi Arabia: dar Al-Ahya’, tt), 362
[24] Arifin, Ilmu Pendidikan Islam; Suatu Tinjauan Teoritis dan
Praktis, , 162-163.
[25] Mujib & Mudzakir, Ilmu Pendidikan Islam, 213.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar