ORGANISASI
PERKANTORAN DAN MANAJEMN ARSIP
Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah
MANAJEMEN
PERKANTORAN
Dosen
Pengampu:
H. Pratama SBK, M.Pd
Oleh:
Ainiyatur
Rohmah
Siti
maunah
Wardatus
Sholeha
Moh.
Amin Arifyanto
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM AL FITHRAH
SURABAYA
2021-2022
BAB I
PENDAHULUAN
a.
LATAR
BELAKANG
Kearsipan
merupakan bagian pekerjaan kantor yang sangat penting. Informasi tertulis yang
tepat harus tersedia apabila diperlukan agar kantor dapat memberikan pelayanan
yang efektif, Kearsipan sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan administrasi karena
arsip merupakan pusat ingatan bagi setiap kegiatan dalam suatu kantor. Tanpa
arsip tidak mungkin seorang petugas arsip dapat mengingat semua catatan dan
dokumen secara lengkap. Oleh karena itu suatu kantor dalam mengelola
kearsipannya harus memperhatikan sistem kearsipan yang sesuai dengan keadaan
organisasinya dalam mencapai tujuannya.
Pegawai
yang bekerja pada unit kearsipan bukan hanya ditunjang oleh faktor kemauan
terhadap pekerjaannya, melainkan juga harus dibekali keterampilan khusus mengenai
bidang kearsipan. Pegawai yang terlatih baik dan mempunyai ilmu pengetahauan
sangat dibutuhkan dalam suatu unit pengelolaan kearsipan. Disamping itu
tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan harus dijalankan dengan
sebaik-baiknya, namun pada kenyatannya sebagian pegawai masih enggan untuk
menerima tugas-tugas kearsipan karena mereka memandang bahwa unit kearsipan
pada setiap kantor adalah tempat yang membosankan. Adanya pandangan yang
seperti ini menunjukkan bahwa pegawai kurang menyadari akan pentingnya
pengelolaan arsip dalam suatu kantor dalam menunjang efektifitas suatu
pekerjaan. Sebagai faktor penentu dalam pengelolaan kearsipan yang berdaya guna
dan berhasil guna dapat tercapai dengan baik dan juga harus diakui bahwa sampai
saat ini masih ada organisasi atau kantor yang belum manunjukkan pengembangan
di bidang kearsipan sehingga proses kegiatan administrasinya kurang begitu
lancar dan parahnya, ini tidak dijadikan sebagai hal yang penting untuk
dibenahi.
b.
RUMUSAN
MASALAH
1. Pengertian Organisasi Kantor?
2. Asas - Asas Organisasi?
3. Kualifikasi
Pemimpin Kantor Yang Baik?
4. Kualifiasi Staf Kantor Yang Baik?
5. Kesekretariatan?
6. Peran Dan Fungsi - Fungsi Manajemen Perkantoran Serta
Peranan Arsip Dalam Kehidupan Organisasi ( Nilai Guna Arsip)?
7. Golongan
dan Umur Arsip?
8. Penyimpanan
Arsip?
9. Pengelolaan
Arsip Elektronik?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Organisasi Kantor
Organisasi
kantor adalah suatu wadah dimana dua orang atau lebih yang memiliki pemikiran
dan tujuan yang sama untuk kemudian bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka, sedangkan Kantor adalah bagian dari organisasi yang
menjadi pusat
kegiatan administrasi dan tempat pengadilan kegiatan informasi-informasi
menyangkut organisasi juga harus melalui kantor. Organisasi itu sendiri
dibentuk oleh orang-orang dengan tujuan
tertentu yang dapat dipetik hasilnya secara bersama-sama.
B.
Asas - Asas Organisasi
Pengertian Asas
Organisasi
Asas
organisasi adalah dasar pergerakan dalam melakukan kegiatan organisasi. Asas
organisasi sering disebut sebagai pijakan dari pola pikir dan tindakan dalam
organisasi. Setiap organisasi berdiri diatas asas utama untuk menentukan
seperti apa organisasi itu akan bekerja.
Kurangnya
pemahaman anggota terhadap asas organisasi akan membawa dampak yang buruk bagi
kinerja dan perkembangan organisasi. Setiap anggota diwajibkan untuk selalu
berpikir dan bertindak sesuai asas organisasi yang sudah disepakati bersama.
Dalam
konteks organisasi ekonomi atau bisnis (perusahaan), sangat diperlukan asas
yang jelas dan bisa dipahami semua anggota yang terlibat. Hal ini diperlukan
agar semua kegiatan, termasuk kegiatan manajemen organisasi, selalu berada
dalam jalur yang sudah ditetapkan.
Macam-Macam
Asas Organisasi
Ada banyak macam asas organisasi yang bisa kita
gunakan untuk melandasi dan membuat sistem organisasi lebih tertata rapi. Beberapa
macam asas organisasi adalah sebagai berikut:
a. Asas tujuan
b. Asas the right person on the right place
c. Asas pembagian kerja
d. Asas pendelegasian wewenang
e. Asas kerja sama
f. Asas koordinasi
g. Asas system
h. Asas ekonomi atau efektivitas dan efisiensi
i. Asas pengendalian atau control
j. Asas tanggung jawab
C.
Kualifikasi
Pemimpin Kantor Yang Baik
Menjadi seorang pemimpin adalah impian banyak orang, kita
mungkin termasuk salah satunya. Setiap orang pun sejatinya mampu untuk bisa
menjadi seorang pemimpin. Sayangnya, tidak semua orang bisa benar-benar jadi
pemimpin.
Pada kenyataannya, menjadi seorang pemimpin yang baik
itu tidak hanya sekadar tekad yang tinggi. Lebih jauh lagi, seorang pemimpin
sejati haruslah didukung sejumlah kriteria tertentu yang didapat dari proses
yang panjang dan konsisten.
Para calon pemimpin masa depan, wajib memiliki
kriteria berikut:
1. Punya
Manajemen yang Baik untuk Diri Sendiri Terlebih Dahulu
Kriteria pertama
dari yang harus Anda punya untuk bisa menjadi seorang pemimpin baik adalah bisa
mengatur diri sendiri dengan baik. Ya, sebelum bisa memimpin orang lain,
tentunya Anda harus bisa memimpin diri Anda sendiri terlebih dahulu, bukan?
Jika untuk
memimpin diri sendiri saja sudah gagal, bagaimana memimpin dan mengatur orang
lain? Aturlah berbagai aspek fundamental dalam diri Anda, mulai dari waktu,
perhatian, hingga emosi diri.
Secara paralel,
cari tahu terus apa yang jadi kekuatan, kelemahan, dan potensi yang Anda punya.
Dengan begitu, timbul harmoni dalam diri Anda, yang mana tentunya akan sangat
berdampak positif bagi upaya untuk sampai di predikat ‘pemimpin ideal’.
2. Punya
Strategi dalam Bertindak
Setelah manajemen
diri, kriteria selanjutnya yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin ialah
segala tindak tanduknya harus disusun dengan baik dan penuh strategi. Sebagai
leader, semua keputusan tentunya berada di tangan Anda.
Baik atau buruknya
langkah Anda dan tim Anda ke depannya bergantung pada decision yang Anda ambil.
Oleh karena itu, seorang pemimpin ideal haruslah cerdas dalam menentukan
strategi terbaik yang nantinya mampu memberikan hasil sesuai ekspektasi.
Jangan pernah
terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan karena biasanya hal tersebut malah
merugikan Anda dan tim nantinya.
3. Mampu
Berkomunikasi dengan Baik dan Efektif
Kita semua setuju
bahwa komunikasi itu peranannya sangat fundamental di seluruh aspek kehidupan.
Mulai dari lingkungan keluarga sampai lingkungan pekerjaan, komunikasi yang
baik tentu akan menjadikan semua aspe tersebut dapat berjalan sebagaimana
mustinya.
Seorang pemimpin
yang baik, tentunya menyadari akan pentingnya komunikasi. Dan bukan hanya soal
komunikasi itu sendiri, namun ia juga tahu bagaimaa menciptakan suatu pola
komunikasi yang efektif. Artinya, kapan harus berbicara dan kapan harus
mendengarkan.
Komunikasi yang
baik itu sendiri harus menjalar di semua aspek, yakni komunikasi langsung ke
tim yang bersangkutan, departemen atau staf lain, hingga ke komunikasi virtual
seperti e-mail dan media sosial.
4. Tidak
Lepas Tangan, Tapi Bisa Bertanggung Jawab
Nah, ini dia
kriteria pemimpin ideal yang tak kalah pentingnya. Namanya seorang leader,
tentunya Anda akan memikul tugas dan tanggung jawab yang berat jika ingin
berhasil. Oleh karenanya, apapun yang akan terjadi di depan nanti, dengan
segala risiko, jadilah pemimpin yang berani untuk bertanggung jawab.
5. Punya
Tujuan yang Jelas dan Konsisten untuk Mencapainya
Sebuah kesalahan
besar jika kita berpikir untuk melangkah tanpa memiliki tujuan yang jelas.
Kendati situasi dan kondisi cenderung dinamis, namun sudah memiliki tujuan
jelas di awal akan membuat kita selalu fokus dan berusaha untuk mencari
penyelesaian manakala sedang terjebak di suatu masalah yang menghambat.
Pun demikian
ketika di tengah perjalanan, ada sapuan ‘angin’ yang membuat kita sedikit
goyah, dengan menerapkan pola pikir seperti ini, maka kita telah memenuhi kriteria
seorang pemimpin yang baik.
D.
Kualifiasi Staf Kantor Yang Baik
Menjadi staf administrasi juga memiliki kualifikasi
tertentu, biasanya perusahaan akan menemukan seseorang yang memiliki nilai plus
bukan hanya kecerdasannya melainkan hal-hal lain yang mendukungnya. Jika Anda
berniat untuk menduduki posisi ini, maka harus ada keterampilan yang dimiliki
agar bisa bekerja dengan maksimal. Keterampilan-keterampilan yang harus
dimiliki antara lain:
a. Memiliki Sikap Tenang dan Cermat
Keterampilan yang harus dimiliki staf administrasi
adalah bisa bekerja dengan cermat dan tenang ketika bekerja di bawah tekanan.
Hal ini perlu dilakukan mengingat, hasil pekerjaanya akan langsung
dipertanggung jawabkan atau diberikan kepada atasannya langsung yang biasanya
sangat berpengaruh di perusahaan tersebut.
b.
Pintar
Berkomunikasi Dengan Banyak Orang
Mengingat
bagian administrasi biasanya akan bekerja dengan banyak divisi, seorang
administrasi harus memiliki kegiatan belajar dalam berkomunikasi dengan
berbagai karakter orang. Hal tersebut penting agar pekerjaan bisa berjalan
dengan baik.
c.
Memahami Seluk
Beluk Perusahaan Dengan Baik
Seorang bagian administrasi yang diperlukan memiliki
pengetahuan mendalam tentang perusahaan tempat ia bekerja. Hal itu karena
bagian administrasi biasanya menjadi pusat informasi tentang hal apa saja yang
menyangkut perusahaan.
d.
Menjadi Seorang
yang Teliti
Seorang staf administrasi untuk dapat menjadi orang
teliti, harus mengingat
pekerjaan yang berkenaan dengan mengorganisir dan merekap data hingga menyusun
agenda kerja yang ada di perusahaan.
e.
Mampu Bekerjasama
dengan Tim
Seorang staf administrasi akan selalu bekerja dengan
orang lain dan dengan beragam sifat serta karakter yang ditulis. Maka dari itu,
dari sikap yang berbeda-beda tersebut diharapkan staff administrasi bisa
bekerja sama dengan para tim nya.
E.
Kesekretariatan
a. Pengertian
Umum Kesekretariatan
Kesekretariatan
adalah segala pekerjaan atau aktifitas
yang dilakukan oleh sekretariat.
Sementara
sekretariat adalah organisasi
yang tugas pokoknya melaksanakan berbagai
kerja katatausahaan.
Menurut webters third new
international dictionary (1982) Sekretariat adalah:
a) Kantor
seorang sekretaris
b) Suatu kelompok pekerja sekretaris
Kemudian moekijat
memberikan pengertian bahwa sekretariat pada mulanya sekadar merupakan tempat
seorang sekretaris bertugas.
Kemudian mengalami perkembangan sekretariat merupakan suatu organisasi tempat sekretaris melakukan
tugas dalam bidang tata keterangan,
tata warkat dan tata usaha. Dan pada
akhrinya sekretariat adalah organisasi tempat sekretaris beserta pembantunya
melakukan rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan administrasi.
Dari definisi kesekretariatan, maka kesekretariatan mencakup 3 maksud
(arti):
1. Kantor atau tempat kerja seorang sekretaris
2. Kelompok sekretaris atau pegawai yang tugas pokoknya melakukan kegiatan tata usaha
3. Bagian dari suatu organisasi yang melakukan kegiatan ketatausahaan untuk
menunjang tercapainya tujuan organisasi
b.
Macam-macam Sekretariat
Tiga macam bentuk sekratariat
1)
Sekretariat yang hanya ditangani oleh satu
orang sekretaris
2)
Sekretariat yang ditangani oleh beberapa sekretaris
3)
Sekretariat sebagai bagian dari suatu
organisasi
c.
Peranan Sekretariat adalah
Melakukan aktifitas penunjang terhadap satuan
organisas lain, guna memperlancar aktifitas pokoknya, dalam
rangka mencapai tujuan organisasi
Menurut The Liang Gie didalam bukunya
Administrasi perkantoran modern, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan
atktifitas penunjang adalah Segenap rangkaian aktifitas yang terdiri dari:
1.
Menghimpun
2.
Mencatat
3.
Mengolah
4.
Menggandakan
5.
Mngirim, dan menyimpan keterangan-keterangan
yang diperlukan dalam suatu organisasi
F.
Peran Dan Fungsi - Fungsi Manajemen Perkantoran Serta
Peranan Arsip Dalam Kehidupan Organisasi ( Nilai Guna Arsip)
Manajemen
Perkantoran adalah pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas ketatausahaan dari
suatu kantor untuk mencapai tujuan dengan cara seefisien mungkin yang harus
diadakan penataan agar pekerjaan tersebut berjalan dengan baik. Penataan atau
pengelolaan terhadap pekerjaan kantor disebut dengan manajemen perkantoran.
Ada
beberapa fungsi dalam manajemen perkantoran. Pertama, fungsi perencanaan atau
planning, yaitu fungsi yang akan digunakan dalam menentukan tindakan untuk
mencapai hasil yang diinginkan. Jadi, dalam fungsi perencanaan, manajer harus
memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber daya yang dimiliki.
Kedua,
fungsi pengorganisasian (organizing) yang dapat mempermudah manajer dalam
melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan
suatu pekerjaan. Fungsi ini penting, karena dapat membantu mewujudkan lima hal
utama dalam organisasi perkantoran. Yakni, struktur organisasi, deskripsi tugas
setiap bidang atau bagian, pembagian wewenang dan tanggung jawab dalam
organisasi, memperlihatkan antar tugas setiap unit organisasi, serta kekuatan
sumber daya manusia dan materil.
Selanjutnya,
fungsi pengarahan (commanding) yang berhubungan dengan usaha pemberian
bimbingan, saran, perintah atau instruksi pada bawahan dalam menjalankan tugas,
sehingga dapat dijalankan dengan baik dan mengarah pada tujuan yang disepakati
di awal.
Terakhir,
fungsi pengawasan (controling) yang diperlukan untuk menjaga agar semua
kegiatan tidak melenceng, serta efektivitas penggunaan sumber daya yang ada tidak
menyimpang dari rencana semula dan tujuan organisasi dapat terwujud.
Nilai
guna arsip adalah nilai arsip yang didasarkan pada kegunaannya bagi organisasi.
Nilai guna arsip ini merupakan dasar penentuan jadwal retensi bagi
masing-masing dokumen berdasarkan nomor serinya. Ditinjau dari kepentingan
organisasi, nilai guna arsip dibagi menjadi 2 (dua), yaitu nilai guna primer
dan nilai guna sekunder.
Nilai
Guna Primer, yang didasarkan pada kegunaan bagi kepentingan lembaga pencipta
arsip. Ada beberapa nilai guna primer bagi suatu organisasi, antara lain:
a. Nilai guna administratif, yaitu dokumen inaktif yang
digunakan dalam menentukan policy organisasi memiliki nilai guna administratif.
Dokumen semacam itu meliputi bagan organisasi, pernyataan visi dan misi, serta
tata tertib yang mengatur operasional organisasi. Dari sini akan dapat
diketahui perkembangan organisatoris sebuah organisasi yang berguna bagi
pemakai di masa mendatang.
b. Nilai guna fiskal, berupa nilai guna dokumen yang
menyangkut penggunaan uang untuk keperluan audit atau operasional, data yang
diperlukan untuk menyusun laporan tahunan atau menyesuaikan pengisian pajak
organisasi, berkas transaksi seperti penjualan dan pembelian, laporan keuangan,
dan ringkasan transaksi keuangan.
c. Nilai guna hukum, berupa nilai guna dokumen bagi
organisasi menyangkut kepentingan hukum. Dokumen yang berkaitang dengan
kepemilikan, persetujuan, transaksi, kontrak, bukti menyelesaikan tugas sesuai
dengan persyarataan hukum, pelaksanaan standar keselamatan kerja, atau dampak
analisis lingkungan merupakan bentuk dokumen yang ada karena nilai guna hukum.
d. Nilai guna historis, berupa nilai dokumen yang
disimpan bukan karena kepentingan bisnis, melainkan karena kepentingan historis
yang merekam sebuah peristiwa yang bertautan dengan suatu kegiatan. Nilai
historis sebuah dokumen dikaitkan pula dengan nilai dokumen pada masa mendatang
bagi para pengguna internal menyangkut organisasi. Surat yang ditandatangani
oleh pahlawan nasional sering kali memiliki nilai historis dengan tidak
memandang isinya.
Nilai Guna Sekunder, merupakan nilai arsip yang
didasarkan pada kegunaan arsip bagi kepentingan umum di luar lembaga pencipta
arsip. Biasanya arsip atau dokumen ini digunakan sebagai bahan bukti dan
pertanggungjawaban sosial. Ada dua nilai guna yang ada didalamnya.
a. Nilai guna kebuktian, mengenai bagaimana organisasi
atau perusahaan didirikan, dikembangkan, diatur, serta pelaksanaan fungsi dan
kegiatannya.
b. Nilai guna informasional, menyangkut informasi untuk
kepentingan penelitian dan kesejarahan tanpa dikaitkan dengan organisasi
penciptanya. Informasi yang digunakan merupakan informasi tentang orang,
tempat, benda, fenomena, masalah, dan sejenisnya.
G.
Golongan
dan Umur Arsip
Menurut fungsi dan kegunaannya,
arsip dibedakan menjadi 2 macam, yaitu arsip dinamis dan arsip statis.
1. Arsip
dinamis. Adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan
organisasi/perkantoran sehari-hari. Arsip dinamis dibagi lagi kedalam 3 macam,
yaitu:
a. Arsip aktif,
ialah arsip yang masih sering digunakan bagi kelangsungan kerja
b. Arsip semi
aktif, yaitu arsip yang frekuensi penggunaannya sudah mulai menurun
c. Arsip
inaktif, adalah arsip yang jarang sekali dipergunakan dalam proses pekerjaan
sehari-hari
2. Arsip
statis, merupakan arsip yang sudah tidak dipergunakan secara langsung dalam
kegiatan perkantoran sehari-hari namun tetap harus dikelola/disimpan
berdasarkan pertimbangan nilai guna yang terkandung di dalamnya.
Berdasarkan sifat kepentingan arsip,
arsip dibedakan menjadi 4 macam yaitu arsip vital, arsip penting, arsip berguna
dan arsip tidak berguna.
a)
Arsip vital
Arsip vital ini
penting bagi kehidupan bisnis dan tidak dapat diganti kembali bilamana
dimusnahkan. Arsip ini tergolong arsip statis yang bersifat historis sehingga
tidak dapat dipindahkan atau dimusnahkan dan disimpan abadi selamanya. Misalnya
akte pendirian perusahaan, sertifikat bangunan atau tanah, Izin Mendirikan
Bangunan (IMB), dan sebagainya.
b)
Arsip penting
Arsip ini
melengkapi bisnis rutin dan dapat digantikan dengan biaya yang relatif tinggi
dan lama. Arsip ini disimpan di arsip aktif selama 5 tahun dan di arsip inaktif
selama 25 tahun.
c)
Arsip berguna
Arsip ini berguna
sementara dan dapat diganti dengan biaya rendah. Arsip ini disimpan di arsip
aktif selama 2 tahun dan disimpan di arsip inaktif selama 25 tahun. Misalnya,
surat pesanan, neraca dan laporan tahunan.
d)
Arsip tidak berguna
Arsip ini dapat
dimusnahkan seusai pakai untuk sementara waktu. Arsip ini disimpan paling lama
selama 3 bulan di arsip aktif. Misalnya, surat undangan rapat dan pengumuman.
H.
Penyimpanan
Arsip
Setidaknya
terdapat lima macam sistem penyimpanan arsip (system filing), yaitu penyimpanan
arsip sistem abjad, penyimpanan arsip sistem tanggal, penyimpanan arsip sistem
wilayah, penyimpanan arsip sistem subjek/pokok masalah dan penyimpanan arsip
sistem nomor.
1. Sistem Abjad/Alphabetical Filling
System
Sistem abjad adalah salah satu sistem
penataan berkas yang menggunakan metode penyusunan berdasarkan abjad secara
berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan
mengindeks. Sistem ini digunakan untuk menyimpan dokumen yang ada
berdasarkan urutan abjad dan nama dokumen bersangakutan, Nama dapat terdiri
dari 2 jenis, yaitu nama orang (nama lengkap dan nama tunggal) dan nama badan
(nama badan pemerintah, nama badan swasta dan nama organisasi).
Persiapan penataan arsip berdasarkan
abjad
a.
Paham peraturan indeks
b.
Menyiapkan lembar tunjuk silang, bila perlu
c.
Menyiapkan peralatan arsip
2. Sistem Nomor/Numerical Filling System
Sistem ini merupakan sistem
penyimpanan warkat yang berdasarkan kode nomor sebagai pengganti dari nama
orang atau badan, yang disebut juga inderect filing system (karena penentuan
nomor yang akan digunakan memerlukan pengelompokan masalahnya terlebih dahulu)
Persiapan penataan arsip berdasarkan
abjad
a.
Menyusun pola klasifikasiarsip
b.
Menyiapkan peralatan arsip
3. Sistem Tanggal/Chronological Filling
System
Sistem ini merupakan salah satu
sistem penataan berkas berdasarkan urutan tanggal, bulan dan tahun yang mana
pada umumnya tanggal dijadikan pedoman termasuk diperhatikan dari datangnya
surat. Kemudian arsip atau file disusun berdasarkan waktu dengan
frekuensi tertentu, misalnya harian, mingguan, atau bulanan bahkan pertahun
berdasarkan keperluan.
Persiapan penataan arsip berdasarkan
abjad
a.
Menentukan pembagian tanggal, bulan dan tahun
b.
Menyiapkan peralatan arsip
4. Sistem Wilayah/Geographical Filling
System
Sistem wilayah atau geografis adalah
suatu sistem penyimpanan arsip berdasarkan pembagian wilayah atau daerah yang
menjadi alamat suatu surat. Surat disimpan dan diketemukan kembali menurut
kelompok atau tempat penyimpanan berdasarkan geografi / wilayah / kota dari
surat berasal dan tujuan surat dikirim. Dalam penyimpanannya menurut
sistem ini harus dibantu dengan sistem abjad atau sistem tanggal.
5. Sistem Subjek/ Subjectical Filling
System
Sistem subjek merupakan suatu sistem
penyimpanan arsip berdasarkan masalah dimana surat-surat dikelompokkan kedalam
daftar indeks untuk ditentukan masalah-masalah yang pada umumnya terjadi. Ada
2 macam sistem subjek, yaitu sistem subjek murni (berdasarkan urutan abjad) dan
sistem subjek benotasi (berdasarkan notasi atau kode tertentu).
I.
Pengelolaan
Arsip Elektronik
Arsip elektronik diakui sebagai alat bukti hukum yang
sah, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi
dan Transaksi Elektronik. Dalam pasal 5 ayat (1) disebutkan “Informasi
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat
bukti hukum yang sah”, selanjutnya pasal 5 ayat (2) “Informasi Elektronik
dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetakannya sebagaimana dimaksud pada
pasal 5 ayat (1) merupakan perluasan dan alat bukti yang sah sesuai dengan hukum
acara yang berlaku di Indonesia”. Dengan berlakunya undang-undang tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik tersebut maka arsip elektronik harus
diperhatikan dan dikelola dengan baik dalam kegiatan administrasi setiap
instansi baik instansi pemerintah maupun swasta, sehingga produk administrasi
berupa arsip elektronik dapat dipertanggung jawabkan keberadaannya dan dapat
memperlancar system administrasi sebuah instansi.
Sebagaimana arsip cetak, Pengelolaan arsip elektonik
juga membutuhkan berbagai macam peralatan. Peralatan yang digunakan untuk
mengelola arsip elektronik berupa perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software). Hardware merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat
kita lihat dan rasakan, sedangkan software merupakan program-program komputer
yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki.
Beberapa software terkenal yang dapat digunakan untuk mengelola arsip
elektronik antara lain: E-Filling, SiMARDi, SIPAS, dll. Sedangkan hardware yang
digunakan dalam mengelola arsip elektronik antara lain:
1) Komputer/Laptop
2) Print
Scanner
3) Media
Penyimpanan (Harddisk, Flashdisk, MMC, CD)
Proses pengelolaan arsip elektronik memiliki perbedaan
dengan pengelolaan arsip cetak. Menurut Read & Ginn siklus pengelolaan
arsip elektronik terdiri dari: creation and storage, distribution and use,
maintenance, dan disposition.
Letak perbedaan antara siklus arsip cetak dan arsip
elektronik terdapat pada proses penciptaan dan penyimpanan yang berlangsung
dalam satu tahap, serta proses distribusi dan penggunaan juga berjalan dalam
satu tahap, sedangkan pengelolaan arsip cetak, masing-masing tahap berdiri
sendiri sebagai suatu proses kegiatan. Dengan demikian pengelolaan arsip secara
elektronik lebih bersifat efisien. Pengelolaan arsip elektronik berdasarkan
siklus di atas dapat dijelaskan sebagaimana berikut :
a) Penciptaan
dan Penyimpanan
Dalam mengelola arsip elektronik, penciptaan dan
penyimpanan dapat dilakukan dalam satu tahap. Arsip elektronik yang dibuat dari
awal menggunakan teknologi komputer dapat secara langsung diintegrasikan
kedalam sistem pengelolaan arsip elektronik, namun untuk arsip yang merupakan
hasil digitalisasi maka perlu dialih mediakan. Menurut Sukoco Badri dalam
Saifudin, Metode yang digunakan dalam mengalih mediakan dokumen antara lain:
1) Scanning
Alih media dengan
menggunakan scanning atau memindai dokumen yang akan menghasilkan data gambar
yang dapat disimpan di komputer. Proses scanning dapat dilakukan dengan
mengunkan media print scanner. Dengan men-scan dokumen/arsip cetak maka akan
didapatkan hasil berupa file digital dalam format gambar untuk selanjutnya
dapat disimpan dan diolah di dalam komputer.
2) Conversion
Mengkonversi
dokumen adalah proses mengubah dokumen word processor atau spreadsheet menjadi
data gambar permanen untuk disimpan pada sistem komputerisasi. Mengkonversi
dokumen dapat dilakukan dengan komputer, misalnya mengubah dokumen microsoft
word menjadi sebuah gambar dengan format jpg/png, atau menkonversi kedalam
bentuk dokumen pdf dan atau sebaliknya kemudian disimpan pada sistem
komputerisasi.
3) Importing
Metode ini
memindahkan data secara elektronik seperti dokumen office (e-mail), grafik atau
data video ke dalam system pengarsipan dokumen elektronik. Data dapat
dipindahkan dengan melakukan drag and drop ke sistem dan tetap menggunakan
format data.Data juga dapat dipindahkan dengan melakukan copy paste kedalam
sistem dengan tetap menggunakan format data aslinya. Setelah arsip elektronik
diciptakan atau proses arsip cetak telah di digitalkan dan dimasukkan kedalam
system penyimpanan, maka harus dipastikan arsip tersebut disimpan secara benar.
Sistem penyimpanan yang dilakukan harus mempertimbangkan perubahan teknologi
baik hardware maupun software. Selain itu media penyimpanan arsip elektronik
harus support dengan system hardware maupun software, agar file dapat terus
dibaca meskipun dipindah ke hadware dan software terbaru. Salah satu hal
terpenting yang harus dipertimbangkan dalam menyimpan arsip elektonik adalah
sistem back-up, karena arsip elektronik rentan akan hilang oleh karena virus
ataupun kerusakan system hardware maupun software. Untuk menghindari ancaman
kehilangan arsip elektronik dapat dilakukan dengan mengatur jadwal back-up
secara rutin, membuat salinan (copy) kedalam berbagai media, atau bisa juga
menyimpannya kedalam penyimpanan data online. Penyimpanan arsip elektronik
dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:
i.
Online (terkoneksi)
Penyimpanan online
ini merupakan media terbaru dalam teknologi informasi yang berfungsi untuk
menyimpan file-file digital. Media ini dapat dimanfaatkan untuk men-backup
arsip elektronik yang sewaktu-waktu dapat di unduh ketika dibutuhkan. Sampai
saat ini setidaknya ada lima penyimpanan data online yang dapat diakses secara
gratis yaitu google drive, skydrive, dropbox, box, mediafire. Bahkan mediafire
menyediakan 50 GB data penyimpanan secara gratis untuk satu akun.
ii.
Offline (terputus)
Penyimpanan
offline dapat dilakukan dengan memanfaatkan media penyimpanan magnetik dan
optik seperti hard disk, digital audio tape, vidio tape, compact disc (CD),
digital versatile disc (dvd), dan lain sebagainya. Hard disk yang memiliki
kapasitas 2 TB (terabyte) apabila digunakan untuk menyimpan file gambar yang
berukuran rata-rata 5 MB (megabyte) maka akan dapat menampung sekitar 400.000
gambar. Contoh lain adalah 1 CDRW berkapasitas 700 MB dapat menyimpan dokumen
dalam bentuk teks PDF sebanyak ± 7000 lembar apabila kapasitas rata-rata 1
lembar dokumen 100 KB atau ±700 foto format JPEG apabila kapasitas rata-rata 1
foto 1 Mb. Artinya bahwa penyimpanan arsip elektronik jelas lebih efisien
dibanding penyimpanan arsip cetak.
iii.
Nearline (semi
terkoneksi)
Model penyimpanan nearline (semi
terkoneksi) cocok digunakan untuk menyimpan arsip elektonik yang bersifat
dinamis inaktif, yaitu arsip elektonik yang masih digunakan sebagai
administrasi harian namun frekuensi penggunaanya sudah mulai berkurang. Media
yang tepat untuk menyimpan arsip elektonik tersebut adalah hardisk eksternal
dan flasdisk. Kedua media penyimpanan tersebut mudah dibawa kemana-mana dan
tanpa harus dihubungkan secara online untuk mengakses dokumen di dalamnya.
b) Distribusi
dan Penggunaan
Pendistribusian dan penggunaan arsip elektronik juga
dapat dilakukan dalam satu tahap/siklus. Contoh pendistribusian arsip elektronik
yang dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik adalah mikrofilm. Mikrofilm
adalah alat untuk memproses fotografi, cara kerja media tersebut adalah dengan
merekam dokumen/arsip dalam bentuk film dengan ukuran yang diperkecil,
bertujuan untuk memudahkan penyimpanan dan penggunaan. Manfaatutama penggunaan
media Mikrofilm tersebut adalah untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional
seharihari dan penyelamatan (pengawetan/penyimpanan) dan nilai guna microfilm
adalah sama dengan nilai arsip/dokumen asli.
c) Pemeliharaan
Arsip elektronik tergolong jenis arsip baru dan banyak
digunakan oleh beberapa instansi untuk proses administrasi sehari-hari.
Mengingat bentuk arsip elektronik yang berbeda jauh berbeda dengan arsip cetak
maka pemeliharaanya juga harus berbeda. Pemeliharaan arsip elektronik dapat
berupa pengamanan arsip elektronik itu sendiri, pemeliharaan media penyimpanan,
sistem pengelolaannya dan perangkat untuk pengelolaan arsip tersebut. Kegiatan
pengamanan informasi dalam arsip elektronik adalah sebagai berikut:
1) Menciptakan
prosedur standar dalam pengoperasian yang menjamin keamanan terhadap
kemungkinan penggunaa informasi yang tidak sah oleh pihak-pihak yang tidak
berhak. Penegelola arsip elektronik dapat memproteksi dengan mengunci arsip elektronik
vital. Arsip vital adalah arsip yang dianggap penting bagi kegiatan badan
korporasi. Pemroteksian ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan dan
pengerusakan arsip elektronik.
2) Melakukan
pemeliharaan perangkat keras (hardware), dan melakukan penyesuaian terhadap
perkembangan teknologi secara berkala.
3) Melakukan
pemeliharaan perangkat lunak (software), dan memastikan software dapat
dijalankan pada teknologi terbaru. Pemeliharaan arsip elektronik harus
dilakukan secara berkala agar fisik arsip tidak rusak. Karena jika fisik arsip
rusak maka biasanya data yang berada di dalamfisik arsip elektronik pun ikut
rusak pula. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjaga fisik arsip
elektronik antara lain:
i)
Menggunakan perangkat
keras (komputer, laptop, hardisk, flashdisk), dengan baik dan sesuai prosedur.
ii) Menggunakan
software pengelolaan arsip yang asli (bukan bajakan).
iii) Membackup
data/file secara berkala.
iv) Menyimpan
arsip elektronik di tempat yang terlindung dari medan magnet, debu, panas yang
berlebihan, dan air.
d) Disposisi
Disposisi atau
biasa disebut dengan persuratan merupakan kegiatan esensial dalam komunikasi
kedinasan yang meliputi penentuan jenis surat, sifat, format surat yang
menampung bentuk redaksional, penggunaan sarana pengamanan surat, serta
kewenangan penandatanganan. Proses pengelolaan surat masuk maupun surat keluar
harus melampirkan lembar disposisi surat. Dalam proses entry data akan
menghasilkan lembar pengantar, kartu kendali, dan lembar disposisi. Tipe
Printer Dot Matrix yang digunakan untuk mencetak lembar pengantar, kartu
kendali dan lembar disposisi setelah melakukan proses entry data surat masuk
adalah EPSON LX-300 +II.
Pengelolaan tata
persuratan elektronik baik surat masuk maupun surat keluar dapat diolah hanya
dengan satu komputer. Operating system yang mendukung agar software tentang
Aplikasi Tata Persuratan harus dapat berjalan dalam sistem komputer yang
digunakan. Kapasitas hardisk dalam perangkat komputer harus memiliki resolusi
yang cukup tinggi, seperti pada perangkat-perangkat komputer yang umum
digunakan dalam kegiatan perkantoran yaitu kurang lebih sekitar 500 GB – 1 TB
agar dapat menyimpan file hasil dari proces scanning. Selain peralatanperalatan
tersebut diperlukan juga jaringan internet dan LAN guna mendukung
pendistribusian surat.
Kelebihan dan Kekurangan Pengelolaan
Arsip Elektronik Berbasis Teknologi Informasi
Secara garis besar
kelebihan pengelolaan arsip elektronik dibanding arsip manual/cetak adalah
lebih efektif dan efisien. Artinya bahwa pengelolaan arsip elektonik dapat
menghemat waktu, biaya bahkan tenaga. Adapun diantara kelebihan pengelolaan
arsip elektonik antara lain:
i.
Proses pencarian/temu
balik dokumen lebih cepat, tanpa harus meninggalkan meja kerja.
ii.
Kemungkinan file akan
hilang sangat kecil, karena arsip elektronik hanya dapat dilihat di layar
monitor atau dicetak tanpa dapat mengubahnya.
iii.
Menghemat tempat
penyimpanan karena menggunakan media penyimpanan elektonik.
iv.
Kerusakan dokumen arsip
elektronik dapat diminimalisir karena tersimpan secara digital.
v.
Berbagi dokumen dapat
dilakukan secara mudah dengan memanfaatkan teknologi internet dan LAN.
vi.
Keamanan terjaga, karena
arsip elektronik dapat di protect atau password sesuai keinginan pengelolanya,
maka orang lain yang tidak mempunyai otoritas tidak dapat untuk mengaksesnya.
Mudah dalam melakukan recovery data, dengan cara memback-up data kedalam media
penyimapanan yang compatible.
Sedangkan
kekurangan pengelolaan arsip elektronik antara lain
a. Membutuhkan
sumberdaya manusia yang berkompeten dibidang kearsipan dan teknologi Informasi.
b. Kemungkinan
kerusakan file dapat terjadi setiap saat, misalnya server terserang oleh virus
atau terhapusnya file secara permanen kerena tidak sengaja.
c. Adanya
kemungkinan untuk dimanipulasinya file apabila proteksi tidak kuat.
d. Terkadang
media penyimpanan file tidak comfortable/support dengan teknologi informasi
baru atau software pengelolaan arsip terbaru.
BAB
III
KESIMPULAN
A.
PENGERTIAN
ORGANISASI KANTOR
Organisasi kantor adalah suatu wadah dimana dua orang
atau lebih yang memiliki pemikiran dan tujuan yang sama untuk kemudian bekerja
sama untuk mencapai tujuan mereka
B.
ASAS - ASAS ORGANISASI
Pengertian
Asas Organisasi
Asas organisasi adalah dasar pergerakan dalam melakukan
kegiatan organisasi.
Asas organisasi sering disebut sebagai pijakan dari
pola pikir dan tindakan dalam organisasi.
Setiap organisasi berdiri diatas asas utama untuk
menentukan seperti apa organisasi itu akan bekerja.
C.
KUALIFIKASI PEMIMPIN
KANTOR YANG BAIK
Para calon pemimpin masa depan, wajib
memiliki kriteria berikut:
1. Punya
Manajemen yang Baik untuk Diri Sendiri Terlebih Dahulu
2.
Punya Strategi dalam
Bertindak
3.
Mampu Berkomunikasi
dengan Baik dan Efektif
4.
Tidak Lepas Tangan, Tapi
Bisa Bertanggung Jawab
5.
Punya Tujuan yang Jelas
dan Konsisten untuk Mencapainya
D.
KUALIFIASI
STAF KANTOR YANG BAIK
a) Memiliki Sikap Tenang dan Cermat
b) Pintar Berkomunikasi Dengan Banyak Orang
c) Memahami Seluk Beluk Perusahaan Dengan Baik
d) Menjadi Seorang yang Teliti
e) Mampu Bekerjasama dengan Tim
E.
KESEKRETARIATAN
a. Kantor atau tempat kerja seorang sekretaris
b. Kelompok sekretaris atau pegawai yang tugas pokoknya melakukan kegiatan tata usaha
c. Bagian dari suatu organisasi yang melakukan kegiatan
ketatausahaan untuk menunjang tercapainya tujuan organisasi
F.
PERAN DAN
FUNGSI - FUNGSI MANAJEMEN PERKANTORAN
Fungsi perencanaan atau planning, yaitu fungsi yang
akan digunakan dalam menentukan tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Fungsi pengorganisasian (organizing) yang dapat
mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang
dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
Fungsi pengarahan (commanding) yang berhubungan dengan
usaha pemberian bimbingan, saran, perintah atau instruksi pada bawahan dalam
menjalankan tugas.
Fungsi pengawasan (controling) yang diperlukan untuk
menjaga agar semua kegiatan tidak melenceng, serta efektivitas penggunaan
sumber daya yang ada tidak menyimpang dari rencana semula dan tujuan organisasi
dapat terwujud
Ditinjau dari kepentingan organisasi, nilai guna arsip
dibagi menjadi 2 (dua)
•
Nilai Guna Primer,
yang didasarkan pada kegunaan bagi kepentingan lembaga pencipta arsip. Ada
beberapa nilai guna primer bagi suatu organisasi
•
Nilai Guna
Sekunder, merupakan nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip bagi
kepentingan umum di luar lembaga pencipta arsip
G.
GOLONGAN DAN UMUR ARSIP
a) Arsip vital
b) Arsip penting
c) Arsip berguna
d) Arsip tidak berguna
H.
PENYIMPANAN ARSIP
a. Sistem Abjad/Alphabetical Filling System
b. Sistem Nomor/Numerical Filling System
c. Sistem Tanggal/Chronological Filling System
d. Sistem Wilayah/Geographical Filling System
e. Sistem Subjek/ Subjectical Filling System
I.
PENGELOLAAN ARSIP
ELEKTRONIK
• Penciptaan
dan Penyimpanan
• Distribusi
dan Penggunaan
• Pemeliharaan
• Disposisi
DAFTAR
PUSTAKA
https://sekolahpelajaran.blogspot.com/2016/04/pengertian-organisasi-kantor-organisasi.html?m=1
https://www.studimanajemen.com/2012/09/asas-organisasi.html?m=1
https://www.futuready.com/artikel/lifestyle-leisure/staf-administrasi/
https://www.slideshare.net/IsnaAhmadIrfan/pengertian-sekretaris-dan-kesekretariatan
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-kaltim/baca-artikel/14030/Pengelolaan-Arsip-Elektronik.html
https://www.duniaarsip.com/penggolongan-arsip-berdasarkan-fungsinya
https://www.duniaarsip.com/penggolongan-arsip-menurut-sifat-kepentingan-dan-frekuensi-penggunaan
http://mynewsitiawaliyatunkhasanah.blogspot.com/2016/03/macam-macam-sistem-penyimpanan-arsip.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar