Minggu, 28 Mei 2023

MAKALAH IDENTITAS NASIONAL DAN INTEGRASI NASIONAL

 

IDENTITAS NASIONAL DAN INTEGRASI NASIONAL

Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

KEWARGANEGARAAN

                                                                                  

                           

      

                                                                                

 

 

 

Dosen Pengampu:

Dr. Iksan, M.Pd.I.

 

Oleh:

DEWY MULYYA AYU KUSUMA

201812120380

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL FITHRAH

SURABAYA

2021-2022

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Tidak ada bangsa di dunia ini yang tidak memiliki identitas nasional, termasuk bangsa Indonesia. Setiap bangsa memiliki kepentingannya untuk mengembangkan identitas nasionalnya. Hal ini bersumber dari hakikat kemanusiaan sebagai makhluk sosial yang memiliki kecenderungan bersatu, karena adanya kesamaan-kesamaan yang melandasi pembentukan bangsa tersebut. Identitas nasional menunjukkan karakteristik unik dari satu kelompok bangsa yang membedakannya dengan karakteristik atau ciri-ciri kelompok bangsa lainnya. bangsa Indonesia misalnya, memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari bangsa-bangsa lain di dunia.

 

Identitas nasional Indonesia adalah sifat-sifat yang timbul dari masyarakat dan bangsa indonesia yang membedakan dari bangsa-bangsa lain. Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa, agama, dan pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Maka dari itu, tertanam nilai-nilai yang berbeda kemudian dipersatukan dengan adanya Pancasila. Nilai-nilai ini penting sebagai identitas bangsa, oleh sebab itu nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting utuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar identitas tersebut tidak pudar.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian identitas nasional ?

2.      Apa saja faktor-faktor pembentuk Identitas Nasional?

3.      Apa saja unsur-unsur identitas nasional ?

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Identitas Nasional

 

Identitas berasal dari kata identity yang berarti ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam kamus Maya Wikipedia dikatakan “identity is an umbrella term used throughout the sosial sciences to describe a person’s conception and expression of their individuality or group affiliations ( such a national identity and curtural identity)”.[1] Dalam arti terminologi antropologi, identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri, golongan, kelompok, komunitas, atau negaranya sendiri.

Kata Nasional dalam identitas nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan , baik fisik seperti budaya, agama, bahasa, maupun nonfisik seperti keinginan, citacita, dan tujuan.[2] Identitas Nasional Indonesia bisa disebut juga sebagai jati diri bangsa Indonesia dapat ditemukan dalam berbagai literature, baik dalam bentuk bahasan sejarah bangsa Indonesia maupun dalam bentuk bahasan tentang pemerintahan Indonesia.[3]

 

!stilah identitas nasional secara termitologi adalah suatu ciri yg dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofi membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, ciri-ciri sifat serta karakter dari bangsa tersebut. dengan demikian pula hal ini juga sangat di tentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis. berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagaimana dijelaskan maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau yang lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.

Identitas Nasional bangsa Indonesia merupakan salah satu identitas yang telah melekat pada Negara Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Ungkapan Bhineka Tunggal Ika dalam lambang Nasional terletak pada simbol Burung Garuda dengan lima simbol yang mewakili sila-sila dalam dasar Negara Pancasila.

Beberapa bentuk identitas Nasional Indonesia, adalah:

1.    Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia berawal dari bahasa Melayu yang digunakan sebagai bahasa pergaulan yang kemudian diangkat sebagai bahasa nasional pada tanggal 28 Oktober 1928.

2.    Bendera Negara, yaitu Sang Merah Putih.

Warna merah berarti berani dan putih berarti suci. Bendera merah putih pertama kali dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945, namun telah ditunjukkan pada peristiwa Sumpah Pemuda.

3.    Lagu Kebangsaan Indonesia, yaitu Indonesia Raya.

Lagu Indonesia sebagai lagu kebangsaan pertama kali dinyanyikan pada tanggal 28 Oktober 1928.

4.    Lambang Negara, yaitu Garuda Pancasila.

Garuda adalah burung khas Indonesia yang dijadikan sebagai lambang Negara.

5.    Semboyan Negara, yaitu Bhineka Tunggal Ika.

Artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Menunjukkan Indonesia adalah bangsa yang heterogen namun tetap berkeinginan untuk menjadi bangsa satu, yakni Indonesia.

6.    Dasar Falsafah Negara, yaitu Pancasila.

Berisi lima sila yang dijadikan sebagai dasar falsafah dan ideology dari Negara Indonesia. Selain itu Pancasila berkedudukan sebagai dasar Negara dan ideology Nasional.

7.    Hukum Dasar Negara, UUD 1945.

Merupakan hukum dasar tertinggi dalam tata urutan perundang-undangan dan dijadikan sebagai pedoman penyelanggaran Negara.

8.    Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat.

Bentuk Negara kita adalah kesatuan, bentuk pemerintahan adalah republic, dan sistem politik yang digunakan adalah sistem demokrasi.

9.    Konsepsi Wawasan Nusantara.

Sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan Nasiaonal.

10. Kebudayaan Daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan Nasional.

Sebagai Negara Kesatuan Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, sehingga Indonesia memiliki kebudayaan daerah yang sangat kompleks.[4]

11. Ketahanan Nasional; MPR RI Pada tahun 1973 menetapkan Ketahanan Nasional sebagai konsepsi, metode, dann cara dalam pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus identitas Nasional di dalam menghadapi segala ancaman gangguan, hambatan, dan tantangan.[5]

 

B.     Faktor Pembentuk Identitas Nasional

 

Terdapat dua faktor penting dalam pembentukan identitas nasional yaitu faktor primodial dan faktor kondisional. Faktor primodial atau faktor objektif adalah faktor bawaan yang bersifat alamiah yang melekat pada bangsa tersebut seperti geografi, ekologi dan demografi. Kondisi geografis-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis dan terletak di persimpangan jalan komunikasi antar wilayah dunia di Asia Tenggara, ikut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis, sosial dan kultural bangsa Indonesia. Sedangkan faktor kondisional atau faktor subyektif adalah keadaan yang mempengaruhi terbentuknya identitas nasional. Faktor subyektif meliputi faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Faktor historis ini mempengaruhi proses pembentukan masyarakat dan bangsa Indonesia, beserta identitasnya, melalui interaksi berbagai faktor yang terlibat di dalamnya. Hasil dari interaksi dari berbagai faktor tersebut.

Selain itu terdapat factor lain yaitu faktor sakral dapat berupa kesamaan agama yang dipeluk masyarakat atau ideologi doktriner yang diakui oleh masyarakat yang bersangkutan. Agama dan ideologi merupakan faktor sakral yang dapat membentuk bangsa negara. Faktor sakral ikut menyumbang terbentuknya satu nasionalitas baru. Negara Indonesia diikat oleh kesamaan ideologi Pancasila. Tokoh kepemimpinan dari para tokoh yang disegani dan dihormati oleh masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan bangsa negara. Pemimpin di beberapa negara dianggap sebagai penyambung lidah rakyat, pemersatu rakyat dan simbol pemersatu bangsa yang bersangkutan. Contohnya Soekarno di Indonesia, Nelson Mandela di Afrika Selatan, Mahatma Gandhi di India, dan Tito di Yugoslavia.

Prinsip kesediaan warga bangsa bersatu dalam perbedaan (unity in deversity) juga menjadi faktor pembentuk identitas nasional. Yang disebut bersatu dalam perbedaan adalah kesediaan warga bangsa untuk setia pada lembaga yang disebut negara dan pemerintahnya tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa, adat, ras, agamanya. Sesungguhnya warga bangsa memiliki kesetiaan ganda (multiloyalities). Warga setia pada identitas primordialnya dan warga juga memiliki kesetiaan pada pemerintah dan negara, namun mereka menunjukkan kesetiaan yang lebih besar pada kebersamaan yang terwujud dalam bangsa negara di bawah satu pemerintah yang sah. Mereka sepakat untuk hidup bersama di bawah satu bangsa meskipun berbeda latar belakang. Oleh karena itu, setiap warga negara perlu memiliki kesadaran akan arti pentingnya penghargaan terhadap suatu identitas bersama yang tujuannya adalah menegakkan Bhinneka Tunggal Ika atau kesatuan dalam perbedaan (unity in deversity) suatu solidaritas yang didasarkan pada kesantunan (civility).

Faktor yang tak kalah penting yaitu sejarah. Persepsi yang sama diantara warga masyarakat tentang sejarah mereka dapat menyatukan diri dalam satu bangsa. Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu, seperti sama-sama menderita karena penjajahan, tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga melahirkan tekad dan tujuan yang sama antar anggota masyarakat itu. Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat, semakin saling tergantung diantara jenis pekerjaan. Setiap orang akan saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan hidup. Semakin kuat saling ketergantungan anggota masyarakat karena perkembangan ekonomi, akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. Solidaritas yang terjadi karena perkembangan ekonomi oleh Emile Durkheim disebut Solidaritas Organis. Faktor ini berlaku di masyarkat industri maju seperti Amerika Utara dan Eropa Barat.

Lembaga-lembaga pemerintahan dan politik. Lembaga-lembaga itu seperti birokrasi, angkatan bersenjata, pengadilan, dan partai politik. Lembaga-lembaga itu melayani dan mempertemukan warga tanpa membeda-bedakan asal usul dan golongannya dalam masyarakat. Kerja dan perilaku lembaga politik dapat mempersatukan orang sebagai satu bangsa. Faktor persamaan turunan, bahasa, daerah, kesatuan politik, adat-istiadat dan tradisi, atau persamaan agama. Akan tetapi teranglah bahwa tiada satupun di antara faktor – faktor ini bersifat hakiki untuk menentukan ada - tidaknya atau untuk merumuskan bahwa mereka harus seketurunan untuk merupakan suatu bangsa. Faktor – faktor obyektif itu penting, namun unsur yang terpenting ialah kemauan bersama yang hidup nyata. Kemauan inilah yang kita namakan Nasionalisme.

 

C.    Unsur-Unsur Identitas Nasional

 

1.      Sejarah

Sebelum menjadi Negara yang modern Indonesia pernahmengalami masa kejayaan yang gemilang pada masa kerajaanMajapahit dan sriwijaya. Pada dua kerajaan tersebut telah membekas pada semangat perjuangan bangsa Indonesia pada abad berikutnya.

2.      Kebudayaan

Aspek kebuayaan yang menjadi unsur pembentuk indentitas nasional meliputi akal budi, peradaban, dan pengetahuan. Misalnya sikap ramah dan santun bangsa Indonesia.

3.      Suku Bangsa

Kemajemukan merupakan indentitas lain bangsa Indonesia.tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalamkemajemukan yang bersfat alamiah tersebut, tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan merupakan hal lain yang harus dikembangkan dan di budayakan.

4.      Agama

keanekaragaman agama merupakan indentitas lain dari kemajemukan dengan kata lain, agama dan keyakinan Indonesia tidak hanya dijamin oleh konstitusi Negara, tetapi juga merupakan suatu rahmat Tuhan yang Maha esa yang harus tetapdipelihara dan disyukuri bangsa Indonesia. Menyukuri nikmatkemajemukan pemberian Allah dapat dilakukan dengan, salahsatunya, sikap dan tindakan untuk tidak memaksakan keyakinandan tradisi suatu agama, baik mayoritas maupun minoritas, atau kelompok lainnya.

5.      Bahasa

Bahasa adalah salah satu atribut indentitas nasional Indonesia. Sekalipun Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bahasa Indonesia bahasa yang digunakan bangsamelayu sebagai bahasa penghubung peristiwasumpah pemuda tahun 1982, yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.

6.      Kasta dan kelas

Kasta adalah pembagian social atas dasar agama. Dalamagama hindu para penganutnya dikelompokkan kedalambeberapa kasta.kasta yang tertinggi adalah kasta Brahmana (kelompok rohaniaan) dan kasta yang terendah adalah kasta Sudra (orang biasa atau masyarakat biasa). Kasta yang rendah tidak bisa kawin dengan kasta yang lebih tingi dan begitu juga sebaliknya. kelas menurut Weber ialah suatu kelompok orang-orang dalam situasi kelas yang sama, yaitu kesempatan untuk memperoleh barang-barang dan untuk dapat menentukan sendiri keadaan kehidupan ekstern dan nasib pribadi. Kekuasaan danmilik merupakan komponenterpenting,berkatkekuasaan, maka milik mengakibatkan monopolisasi dan kesempatan-kesempatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. Identitas nasional dalam kosteks bangsa cenderung mengecu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Sedangkan identitas nasional dalam konteks negara tercermin dalam simbol-simbol kenegaraan seperti: Pancasila. Identitas Nasional Indonesia:

1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia. 2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih. 3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya 4. Lambang Negara yaitu Pancasila 5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika 6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila 7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945 8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat 9. Konsepsi Wawasan Nusantara 10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional Penerapan tentang identitas nasional harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, identitas nasional menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Implementasi identitas nasional senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh. Impementasi identitas nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yamg mencakup kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya,dan pertahanan keamanan harus tercemin dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia diatas kepentingan pribadi dan golongan.

 

Terdapat dua faktor penting dalam pembentukan identitas nasional yaitu faktor primodial dan faktor kondisional. Identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang bersifat dinamis dan khas yang menjadi pandangan hidup. Politik Identitas adalah nama untuk menjelaskan situasi yang ditandai dengan kebangkitan kelompok-kelompok identitas sebagai tanggapan untuk represi yang memarjinalisasikan mereka di masa lalu.

 

 

 

 

 



[1] Winarno, PARADIGMA BARU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PANDUAN KULIAH DI PERGURUAN TINGGI, (Jakarta, PT Bumi Aksara, 2013) hlm, 2.

[2] Wahyu Widodo, dkk, PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, (Yogyakarta, CV. ANDI OFFSET, 2015) hlm, 3.

[3] Maulana Arafat Lubis, PEMBELAJARAN PPKn TEORI PENGAJARAN ABAD 21 DI SD/MI, (Yogyakarta, Samudra Biru, 2018) hlm. 45.

[4] Wahyu Widodo, dkk, PENDIDIKAN PANCASILA, hal, 5.

[5] Josef M Monteiro, PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: Perjuangan Membentuk Karakter Bangsa, (Yogyakarta, Deepublish, 2015), hlm, 30.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

  TEORI KEPEMIMPINAN Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PSIKOLOGI MANAJEMEN ...