TEORI KEPEMIMPINAN
Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah
PSIKOLOGI
MANAJEMEN
Dosen
Pengampu:
Aris Imawan, M.Pd.I
Oleh:
DEWY
MULYYA AYU KUSUMA
201812120380
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM AL FITHRAH
SURABAYA
2021-2022
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Seiring
perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan
dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu
tentangmemimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji
tentang kepemimpinandengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya.
Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari
penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatihcalon-calon pemimpin.
Sejarah
timbulnya kepemimpinan, sejak nenek moyang dahulu kala, kerjasama dan saling
melindungi telah muncul bersama-sama dengan peradapan manusia.
Kerjasamatersebut muncul pada tata kehidupan sosial masyarakat atau
kelompok-kelompok manusiadalam rangka untuk mempertahankan hidupnya menentang
kebuasan binatang danmenghadapi alam sekitarnya. Berangkat dari kebutuhan
bersama tersebut, terjadi kerjasamaantar manusia dan mulai unsur-unsur
kepemimpinan. Orang yang ditunjuk sebagai pemimpindari kelompok tersebut ialah
orang-orang yang paling kuat dan pemberani, sehingga adaaturan yang disepakati
secara bersama-sama misalnya seorang pemimpin harus lahir dariketurunan bangsawan,
sehat, kuat, berani, ulet, pandai, mempunyai pengaruh dan lain-lain.Hingga
sampai sekarang seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat yang tidak
ringan,karena pemimpin sebagai ujung tombak kelompok.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana penelitian tentang kepemimpinan ?
2. Apa saja kriteria pemimpin atau manajer yang baik ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kepemimpinan
ahmad rusli dalam
kertas kerjanya pemimpin dalam Kepimpinan pendidikan menyatakan pemimpin adalah
individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya), ke arah
mencapai matlamat yang ditetapkan. pemimpin adalah seorang pribadi yang
memilikikecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu
bidang, sehingga diamampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama
melakukan aktifitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. pemimpin
itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan pada kesempatan
lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara cermatakan ditemukan
kecenderungan yang memiliki titik pusat.
Kepemimpinan dalam
pandangan Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi[1]
secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi,
memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk
memperbaiki kelompok dan budayanya. Selain itu juga mempengaruhi interpretasi
mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya, pengorganisasian dan
aktivitas-aktivitas untuk mencapai sasaran, memlihara hubungan kerja sama dan
kerja kelompok, perolehan dukungan dan kerjasama dari orang-orang di luar kelompok
atau organisasi.
Sehubungan dengan
efektivitas kepemimpinan, Barnard menjelaskan tentang fungsi kepemimpinan,
serta mengembangkan konsep efektivitas dan efisiensi, yang dikutip dalam
bukunya The Function of the Executive, yang menyatakan: ”Effectiveness relates
to the achievement of organizational goals, and efficiency relates to the
satisfaction of individual motives”.[2]
Achua dan Lussier dalam Effective Leadership menyatakan bahwa para pemimpin
yang efektif (effective leaders) memiliki sifat (traits) dan personalitas
(personality profile).
Seorang pemimpin
perlu memperhatikan tiga dimensi lain, yaitu dimensi 1) mempertahankan
penekanan tujuan manajerial dan kejelasan, 2) memiliki kemampuan untuk
memberikan dukungan yang diperlukan bagi individu untuk melakukan pekerjaan
mereka dan mencapai tujuan mereka, dan 3) memfasilitasi bawahan untuk
berinteraksi satu sama lainnya untuk menciptakan efisiensi, perasaan yang baik,
dan kerja sama tim.[3]
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya
mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang
kepemimpinan antara lain :
1. Teori Kepemimpinan Sifat
Kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri.
Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan
bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal
“The Greatma Theory”. Dalam perkembangannya, teori ini mendapat pengaruh dari
aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat-sifat
kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui
pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain: sifat fisik, mental dan
kepribadian.
4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan
organisasi, antara lain:
a) Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang
tinggi diatas kecerdasan rata-rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan
berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat
kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
b) Kedewasaan dan keluasan
hubungan sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal
maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang
dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam
mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
c) Motivasi diri dan dorongan
berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang
tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian
tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
d) Sikap hubungan kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para
pengikutnya mampu berpihak kepadanya.
Perilaku
seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2
hal, yaitu:
Pertama
yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang
menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal
ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia
berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu
Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh
yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan,
bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab
dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain
baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk
melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
Seorang pemimpin
harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel,
sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
Agar tujuan
kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara
pemimpin dengan pengikutnya.
Kepemimpinan
mempunyai penekanan yang sama yaitu arah dan tujuan bagi organisasi.
Kepemimpinan lebih banyak berfokus menciptakan visi ke depan bagi organisasi
dan mengembangkan strategi jauh ke depan tentang perubahan-perubahan yang
dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut bagi organisasi. Kepemimpinan lebih
banyak memandang pada horizon yang luas (keeping eye on the horizon) dan
menekankan hasil-hasil jangka panjang (long term result).
Tujuan
kepemimpinan meliputi tujuan organisasi, tujuan kelompok, tujuan pribadi
anggota
kelompok, dan tujuan pribadi pemimpin :
1.
Tujuan organisasi
Dimaksudkan untuk
memajukan organisasi yang bersangkutan dan menghindari diri dari maksud-maksud
yang irasional organisasi yang ada.
2.
Tujuan kelompok
Dimaksudkan untuk
menanamkan tujuan kelompok pada masing-masing anggota sehingga tujuan kelompok
dapat segera tercapai.
3.
Tujuan pribadi
anggota kelompok
Maksudnya untuk
memberi pengajaran, pelatihan, penyuluhan, konsultasi bagi tiap anggota
kelompok sehingga anggota kelompok dapat mengembangkan pribadinya.
4.
Tujuan pribadi
pemimpin
Maksudnya untuk
memberi kesempatan pada pimpinan berkembang dalam tugasnya, seperti
mempengaruhi, memberi nasehat, dan sebagainya.
B. kriteria
pemimpin atau manajer yang baik
Seorang
pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruj bagi organisasi yang
dijalani dan bagi dirinya sendiri selaku penanggung jawab untuk tercapainya
tujuan organisasi tersebut.
Manfaat
pemimpin dalam fungsi perencanaan adalah :
1.Perencanaan
merupakan hasil pemikiran dalam pekerjaan untuk memutuskan apa yang akan di
lakukan.
2.Perencanaan
berari pemikiran jauh ke depan serta adanya keputusan-keputusan yang
berdasarkan atas fakta yang diketahui.
3.perencanaan
berarti penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dengan tujuan yang
terapai.
Perencanaan
meliputi dua hal yaitu perencanaan yang tertulis maupun tidak tertulis.
Perencanaan yang tidak tertulis digunakan dalam waktu jangka pendek,pada
keadaan yang darurat atau kegiatan yang terus menerus. Sedangkan perencanaan
tertulis digunakan untuk mennetukan kegiatan-kegiatan yang akan dilalkukan
dasar jaangka waktu yang cukup lama menggunakan prosedur-prosedur yang
diperlukan.
Setiap
perencanaan yang baik berisi maksud dan tujuan yang dapat dipahami dan cara
atau prosedur untuk mencapai tujuan tersebut.
Seorang pemimpin
yang sering dan senantiasa memandang kedepan berarti akan mampu membaw dan
mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap
kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga. Hal ini dapat memberikan jaminan bahwa
jalannya proses yang dituju akan berlangsung terus menerus yanpa hambatan dan
penyimpangan yang merugikan.
Seorang pemimpin
harus senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya
pengawasan maka hambatan-hambatandapat segera diatasi sehingga kegiatan kembali
berlangsung seperti biasanya.
Pengambilan
keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah. Oleh karena itu
banyak pemimpin yang ragu dan menunda dalam pengambilan keputusan. Metode pengambilan
kepuusan dapat dilakukan secaa individu, kelompok, tim, komisi dan sebagainya.
Untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari
konsekuensi yang ditimbulkannya, melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam
prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk
kepemimpinan, sehingga:
1.
Teori keputusan merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis
situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih
bersifat perspektif daripada deskriptif
2.
Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajermemperoleh dan
menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk
menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara
individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi
bisnisnya
3.
Pengambilan keputusan adalah proses memilih di antara alternatif-alternatif
tindakan untuk mengatasi masalah.
Kartini
Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:
1.
Tipe Kharismatik
Tipe
ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka
mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan
pengikutnya timbul dari kepercayaan
terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari
kekuatan Yang Maha Kuasa.
2.
Tipe Paternalistik
a. Menganggap bawahannya belum dewasa
b.bersikap
terlalu melindungi
c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil
keputusan
d.Selalu
bersikap maha tahu dan maha benar.
3.
Tipe Otoriter
Pemimpin
tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b.Pemimpin
bertindak sebagai dictator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.
4.
Tipe Militeristik
Dalam
tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:
a. menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku
b.lebih
banyak menggunakan system perintah
c. menghendaki keputusan mutlak dari bawahan
d.Formalitas
yang berlebih-lebihan
e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan
f. Sifat komunikasi hanya sepihak
5.
Tipe Demokrasi
Tipe
demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan
dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu,
mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin
menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure
organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,,
pembuatan rencana keputusan, disiplin.
Kartini
Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:
1.
Tipe Kharismatik
Tipe
ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka
mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan
pengikutnya timbul dari kepercayaan
terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh
dari kekuatan Yang Maha Kuasa.
2.
Tipe Paternalistik
a.
Menganggap bawahannya belum dewasa
b.
bersikap terlalu melindungi
c.
Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan
d.
Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
3.
Tipe Otoriter
Pemimpin
tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a.
Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b.
Pemimpin bertindak sebagai dictator
c.
Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.
4.
Tipe Militeristik
Dalam
tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:
a.
menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku
b.
lebih banyak menggunakan system perintah
c.
menghendaki keputusan mutlak dari bawahan
d.
Formalitas yang berlebih-lebihan
e.
Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan
f.
Sifat komunikasi hanya sepihak
5.
Tipe Demokrasi
Tipe
demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan
dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu,
mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin
menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure
organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,,
pembuatan rencana keputusan, disiplin.
BAB
III
KESIMPULAN
Untuk Menerapkan
manajemen dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang
ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu.
Manajemen juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya standar ini bisa
ditingkatkan. Untuk tumanajemen memerlukan kepemimpinan yang khusus agar
organisasi berjalan dan berkelanjutan.
Kepemimpinan
merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan
mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau
keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai
tujuan organisasi atau kelompok.
Kepemimpinan
meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi
perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki
kelompok dan budayanya.
Seorang pemimpin
yang baik harus memiliki kepribadian, pengetahuan, spiritual, skill atau
kemampuan, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar,
mendengar dan siap dikritik. Apabila ketujuh isi dari esensi atau hakikat
kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka pemimpin
tersebut akan arif dan bijaksana.
DAFTAR
PUSTAKA
Mujiono, Imam. 2002. Kepemimpinan
dan Keorganisasian. Yogyakarta: UII Press
Rivai, Veithzal, 2007. Kepemimpinan
dan perilaku, Jakarta
Irfandi Rahman, teori kepemimpinan
dalam manajemen.
http://www.tugasku4u.com/2013/06/ teorikepemimpinanmanajemen
Purwanto, yadi, 2001, makalah
manjemen PT Cendekia Informatika, Jakarta
James K Van Fleer, 1973, 22
manajemen kepemimpinan, Jakarta Timur:Mitra Usaha
[1] Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, Kepemimpinan dan Perilaku
Organisasi, Jakarta: Rajawali Pers, hal. 2
[2] Chester I, Barnard, The Functions of the Executive (Cambridge, Mass:
Harvard University Press, 1968), hal.55-61
[3] Cooper, James Fenimore., and John Nirenberg, “Leadership
Effectiveness” Encyclopedia of Leadership. Ed.. Thousand Oaks, (CA: SAGE,
2004), hal.845-854 dalam SAGEReference Online. Web. 30 Jan. 2012