Minggu, 28 Mei 2023

MAKALAH PENGADAAN SARPRAS PENDIDIKAN

 

PENGADAAN SARPRAS PENDIDIKAN

Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

MANAJEMEN SARPRAS

                                                                                  

                           

      

                                                                                

 

 

 

Dosen Pengampu:

H. M. FAIZ AL ARIF M.Pd.I.

 

Oleh:

DEWY MULYYA AYU KUSUMA

201812120380

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL FITHRAH

SURABAYA

2021-2022

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Disadari bahwa pendidikan merupakan suatu investasi pembangunan sumber daya manusia yang amat diperlukan dalam pembangunan ekonomi pendidikan kini semakin terbuka da merata bagi setiap orang. Sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 menyatakan, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan menjadi warga yang demokrasi dan bertanggung jawab.

Banyak pihak yang menilai kenakalan siswa dipacu oleh dampak perkembangan tekhnologi, informasi dan globalisasi yang cukup pesat. Dimana televisi setiap hari menampilkan film-film, baik berupa sinetron Indonesia maupun televisi asing, nonton VCD, tentu saja secara tidak langsung akan mempengaruhi pembentukan prilaku manusia. Dampak yang dirasakan dari kenakalan siswa di sekolah adalah oleh majelis guru yang seharian di sekolah melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena dalam proses tersebut guru selalu mendapatkan ulah dan rintangan dari siswa bertingkah macam-macam. Sehingga sering dijumpai siswa selalu berurusan dengan wali kelasnya, dan orang tua tersebut harus dihadirkan kesekolah hanya karena masalah kenakalan anaknya.

Untuk mengembangkan potensinya di sekolah, siswa selain mengikuti kegiatan intrakurikuler siswa juga mengikuti ekstBahteraurikuler. Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan setiap hari di sekoah dalam proses belajar mengajar. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler adalah merupakan satu jalur pembinaan kesiswaan dalam wadah organisasi kesiswaan atau osis. Melalui kegiatan di sekolah dalam mengaktifkan para siswa, ini merupakan persoalan yang sering menjadi perhatian oleh orang tua, dan guru-guru. 

Kita mengetahui bahwa anak lahir dalam keadaan fitroh dengan potensi yang yang berwujud kemungkinan-kemungkinan ia pandai, baik budinya, teguh mentalitasnya dan sebaliknya banyak dipengaruhi lingkungan nya dimana dia hidup. Tri Pusat Pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyrakat, masing-masing mempunyi peranan dalam membentuk karakter. Sekolah dengan segala fasilitasnya beserta kondisi yang ada tidak kecil pengaruhnya. Masyarakat dengan budayanya serta dengan iklim yang ada dan juga dimana anak hidUp dan diasuh secara terus menerus sehingga sulit memilih mana yang paling dominan dalam mempengaruhi prilaku anak.

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian kenakalan pada anak sekolah dasar (SD)?

2.      Bagaimana menangani kenakalan anak pada sekolah dasar(SD)?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kenakalan pada Anak Sekolah Dasar (SD)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut. Sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu ketenangan orang lain tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat.

Sedangkan menurut sebahagian para ahli kenakalan anak merupakan kegagalan memperoleh respon yang dapat diterima oleh masyarakat atau kegagalan memperoleh pembenaran moral dan etis yang sesuai dengan budaya masyarakat. Dan sebab-sebab kegagalan tersebut bersumber dari problem perkembangan.

Psikologi anak yang menghadapi proses super–ego anak kearah sosialisasi yang tepat dan memadai mungkin juga disebabkan tidak mampu menyesuaikan diri dengan standar prilaku yang umum di masyarakat sekitarnya.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Kenakalan adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku pada masyarakat tertentu, sehingga masyarakat tidak menyukai dan tidak menyenangi perbuatan tersebut. Anak memang tidak sama dengan orang dewasa, jalan pemikiran anak masih sering kali dikuasai oleh emosinya yang mengarah pada keinginan – keinginan bermain. Apabila setiap keluarga disoroti kemungkinan akan ada tidaknya persoalan dengan anak, maka akan terlibat macam-macam derajat kesulitan. Bahkan mungking saja bahwa tidak semua keluarga menyadari adanya suatu kesulitan. Permasalahan yang di sebabkan oleh kenakalan anak, justru sering menyangkut pihak – pihak lain.

 

 

B.     Penanganan Kenakalan Anak Pada Sekolah Dasar (SD)

Kenakalan anak menurut sebahagian para ahli merupakan kegagalan memperoleh respon yang dapat diterima oleh masyarakat atau kegagalan memperoleh pembenaran moral dan etis yang sesuai dengan budaya masyarakat. Dan sebab-sebab kegagalan tersebut bersumber dari problem perkembangan.

Psikologi anak yang menghadapi proses super – ego anak kearah sosialisasi yang tepat dan memadai mungkin juga disebabkan tidak mampu menyesuaikan diri dengan standar prilaku yang umum di masyarakat sekitarnya.

Jadi kenakalan anak diukur dengan standar nilai dan norma-norma sosial. Mungkin satu bentuk prilaku siswa dilingkungan masyarakat tidak sesuai dengan tolak ukur dari kebudayaan atau tradisi yang berlaku, maka bentuk-bentuk prilaku tersebut di pandang sebagai kenakalan.

Apa yang dianggap oleh guru sebagai pelanggaran serius atau kelakuan yang tidak layak sering berbeda dengan pendapat para ahli psikologi. Misalnya ciri-ciri non agresif kurang gaul, rasa cemas, suka menyendiri,muram, dan lain sebagainya hal itu dipandang serius bagi perkembangan pribadi anak oleh para ahli kesejahteraan rohani atau “mental Hygiene”. Sebaiknya pelanggaran yang dipandang serius oleh guru seperti menulis kata – kata jorok, membolos, menyontek, menentang, merusak, tidak di anggap penting oleh para ahli psikologi. Guru terutama mementingkan ketertiban kelas dan sekolah untuk mencapai potensi akademis yang sebaik-baiknya. Sebalikya ahli mental hygiene mengutamakan perkembangan pribadi anak agar menjadi individu yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dengan penuh keperyaan akan dirinya.

Guru yang juga memperhatikan aspek kepribadian anak hendaknya menerima pendirian para ahli mental hygiene dan menjadikan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan akademis. Ia akan lebih banyak membri tanggung jawab kepada anak-anak untuk memelihara disiplin dan bekerja tanpa mengganggu orang lain. Ia juga akan memperhatikan anak yang pendiam, penakut, mencoba memahami dan membantu mereka, dengan demikian guru itu bukan hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik.

Adapun sebab-sebab kenakalan remaja dapat dibedakan atas dua sebab yaitu sebab intern dan sebab ekstern. Sebab-sebab berupa cacat keturunan. Pembawaan negatif yang sukar dikendalikan, pemenuhan, kebutuhan pokok yang tidak seimbang, lamanya pengawasan diri, kurangnya penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baik tidak memiliki kegemaran-kegemaran yang sehat.

Sebagai langkah pertama yang digali dan dicari latar belakang kenakalan siswa yang berpangkal pada siswa sendiri, faktor-faktor yang mendorong siswa, secara beruntun sesuai dengan urgensinya, menurut pandangan bersama sejumlah tokoh pendidikan pada dasrnya bersumber pada :

1.      Lingkunga rumah tangga,

2.      Teman buruk,

3.      Kondisi ekonomi,

4.      Problem waktu luang,

5.      Faktor-faktor eksternal lain,

6.      Lemahnya kepribadian lain,

7.      Faktor-faktor kesehatan,

8.      Nyanyian dan cerita cabul,

9.      Sempitnya ruangan kelas,

10.  Kurang tertarik pada salah satu mata pelajaran,

11.  Kurangnya saran-saran pemeliharaan individual sekolah,

12.  Tidak efektifnya metode yang diterapkan,

13.  Tidak terpenuhi praktek-prratek kondisi sosial,

14.  Kurangnya iklim-iklim kondusif bagi kecenderungan siswa.

 

Harus ada koordinasi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kenakalan siswa yaitu sebagai berikut:

Pertama, pendidikan keluarga pertama dan utama. Pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat peting karena disinilah pondasi dasar karakter anak terbentuk. Kesibukan kerja, masalah ekonomi bukan jadi alasan untuk tidak memperhatikan anak. Anak adalah amanah yang sangat berat diberikan tuhan. Jika anak menjadi tidak bermoral atau tidak berahklak, maka orang tua dimintai pertanggung jawaban terlebih dahulu diakhirat nanti. Orang tua harus ‘belajar’ mendidik seorang anak atau dikenal dengan istilah ilmu parenting. Belajar disini bukan harus dimaknai dengan sekolah dan membaca buku, tetapi belajar bisa dilakukan dengan cara memberikan yang terbaik untuk calon generasi penerus, Kedua, kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak keluarga. Kerberhasilan dalam dunia pendidikan tidak bisa di bebankan oleh pihak sekolah saja, tetapi perlu kerjasama dengan pihak keluarga dirumah. Karena waktu disekolah hanya kurang lebih delapan jam saja, selebihnya waktu yang lama berada dirumah. Akan tetapi tetap tanggungjawab sekolah untuk mewujudkan harapan orang tua. Program-program sekolah harus sinergi dengan program dirumah. Ketiga, Peran dan fungsi guru dioptimalkan. Guru sebagai ujuk tombak dilapangan dalam membentuk prilaku anak. Sebagus apapun program mengatasi anak disekolah, apabila tidak didukung dengan peran guru maka tidak ada hasilnya. Keempat, Peran guru bimbingan konseling (BK). Guru Bimbingan konseling (BK) disekolah, yang dianggap memiliki pengetahuan lebih dari sisi psikologi seorang anak, diharapkan mampu menyelesaikan persoalan anak secara komperhensif. Jika terjadi pelanggaran maka tidak sepatutnya langsung dihukum tetapi dicari akar masalahnya.

Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh orang yang ada disekeliling anak maupun guru:

1.      Berikan pemahaman kepada orang tua tentang kasih sayang kepada anak

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kasih sayang merupakan hal yang sangat mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak, perhatian dan kontrol orang tua sangat penting didapatkan oleh anak karena dengan begitu anak akan merasa tercukupi dengan kasih sayang dari orang tua, karena kenakalan yang dilakukan oleh anak adalah mencari perhatian dari orang lain dengan berbagai cara.

2.      Berikan pemahaman kepada anak tentang perilakunya

Menurut Atif Abdul Id (2008:28-29) menyatakan bahwa ada beberapa cara agar orang lain dapat mendengarkan dan menuruti apa yang dibicarakan oleh kita:

a.       Jika memenuhi kebutuhan mendasar orang lain akan penghargaan dan perhatian maka akan mendapatkan cinta mereka.

b.      Berikan penghargaan kepada orang tersebut

c.       Suara yang paling indah adalah pujian dengan setulus hati, akan    tetapi pujilah orang itu sewajarnya karena yang berhak dipuji adalah Allah SWT.

 

Harus ada koordinasi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kenakalan siswa yaitu sebagai berikut:

Pertama, pendidikan keluarga pertama dan utama. Pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat peting karena disinilah pondasi dasar karakter anak terbentuk. Kesibukan kerja, masalah ekonomi bukan jadi alasan untuk tidak memperhatikan anak. Anak adalah amanah yang sangat berat diberikan tuhan. Jika anak menjadi tidak bermoral atau tidak berahklak, maka orang tua dimentai pertanggung jawaban terlebih dahulu diakhirat nanti. Orang tua harus ‘belajar’ mendidik seorang anak atau dikenal dengan istilah ilmu parenting. Belajar disini bukan harus dimaknai dengan sekolah dan membaca buku, tetapi belajar bisa dilakukan dengan cara memberikan yang terbaik untuk calon generasi penerus.

Oleh karena itu, pola asuh zaman dulu, tidak bisa disamakan dengan masa sekarang, problematika anak sangat beranekaragam, maka dituntut menggunakan ‘jurus-jurus’ baru.  Minimal yang dilakukan oleh orang tua adalah memberikan tauladan yang baik terhadap anak, selalu mendo’akan anak ketika sholat, dan memperhatikan pendidikan anak ketika mendapat tugas dari sekolah.

Kedua, kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak keluarga. Kerberhasilan dalam dunia pendidikan tidak bisa di bebankan oleh pihak sekolah saja, tetapi perlu kerjasama dengan pihak keluarga dirumah. Karena waktu disekolah hanya kurang lebih delapan jam saja, selebihnya waktu yang lama berada dirumah. Akan tetapi tetap tanggungjawab sekolah untuk mewujudkan harapan orang tua. Program-program sekolah harus sinergi dengan program dirumah. Disekolah sudah ada komite sekolah, yang merupakan wakil wali murid disekolah, sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan mensinergikan program-program disekolah. Sayangnya disekolah-sekolah kebanyakan komite sekolah hanya sebagai ’stempel’ untuk mencairkan sebuah dana dari lembaga tertentu.

Komite sekolah seharusnya menjadi pengawas dan control terhadap pihak sekolah jika melakukan pelanggaran atau tidak melaksanakan program sekolah. Peran dan fungsi komite sekolah saat ini bisa dikatakan nol. Maka perlu di revitalisasi peran dan fungsi komite sekolah.

Ketiga, Peran dan fungsi guru dioptimalkan. Guru sebagai ujuk tombak dilapangan dalam membentuk prilaku anak. Sebagus apapun program mengatasi anak disekolah, apabila tidak didukung dengan peran guru maka tidak ada hasilnya. Saya ilustrasikan, Ibarat ada mobil yang bagus tapi tidak ada yang menggerakan maka mobil tersebut akan mogok ditempat. Disinilah pentingnya peran guru disekolah, selain mempunyai tugas untuk menstranfer ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kewajiban untuk membentuk karakter anak.

Untuk membentuk karakter anak, maka guru-gurunya juga harus berkarakter. Pribahasa orang jawa, guru itu digugu lan ditiru. Artinya bahwa baik buruknya tingkah laku guru, secara tidak langsung akan dicontoh oleh siswanya. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen bersama antara guru dan pengurus sekolah. Untuk menyatukan satu komitmen antara guru dengan pengurus sekolah, maka diperlukan keterbukaan, komunikasi yang itensif, persamaan visi bahwa mencerdaskan dan membentuk ahklak anak adalah perbuatan yang yang mulia.

Keempat, Peran guru bimbingan konseling (BK). Guru Bimbingan konseling (BK) disekolah, yang dianggap memiliki pengetahuan lebih dari sisi psikologi seorang anak, diharapkan mampu menyelesaikan persoalan anak secara komperhensif. Jika terjadi pelanggaran maka tidak sepatutnya langsung dihukum tetapi dicari akar masalahnya.

Dalam hal pelaksanaan sebuah aturan butuh ketegasan dan kebijaksanaan. Bersikap tegas, Jika anak-anak yang melanggar kategori berat dan sering melakukanya, maka diberikan sanksi atau hukuman sesuai dengan perbuatanya. Dengan diberi sanksi biar anak jerah tidak mengulang perbuatan itu lagi. Bersikap bijaksana, jika pelanggaran anak tidak terlalu berat, maka perlu pembinaan oleh BK dalam prilaku sehari-harinya disekolah.

Memang harus kita menyadari bahwa tanggung jawab mengatasi masalah diatas adalah tanggung jawab bersama. Baik orang tua, sekolah, guru dan semua pihak yang peduli terhadap masalah anak. Sehingga problematika siswa yang terjadi diatas bisa dicegah dan terselesaikan.

Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh orang yang ada disekeliling anak maupun guru anak

1.      Berikan pemahaman kepada orang tua tentang kasih sayang kepada anak

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kasih sayang merupakan hal yang sangat mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak, perhatian dan kontrol orang tua sangat penting didapatkan oleh anak karena dengan begitu anak akan merasa tercukupi dengan kasih sayang dari orang tua, karena kenakalan yang dilakukan oleh anak adalah mencari perhatian dari orang lain dengan berbagai cara.

2.      Berikan pemahaman kepada Anak tentang perilakunya

Menurut Atif Abdul Id (2008:28-29) menyatakan bahwa ada beberapa cara agar orang lain dapat mendengarkan dan menuruti apa yang dibicarakan oleh kita:

a.       Jika memenuhi kebutuhan mendasar orang lain akan penghargaan dan perhatian maka akan mendapatkan cinta mereka.

b.      Berikan penghargaan kepada orang tersebut

c.       Suara yang paling indah adalah pujian dengan setuls hati, akan    tetapi pujilah orng itu sewajarnya karena yang berhak dipuji adalah Allah SWT.

3.      Berikan Program Namimah kepada Anak

Menurut Abdul Rahmat namimah adalah program yang memberikan suatu kesenangan kepada anak berupa kesenangan yang positif. Namimah menjauhkan anak dari pergaulan yang negatif karena perhatian anak tertuju pada kesenangan positifnya tersebut, kesenangan tersebut bisa berupa melukis, belajar musik, olah raga dan masih banyak lagi.

Anak adalah titipan Allah SWT untuk dijaga dan dirawat, maka sudah seharusnya anak diberikan pendidikan sebaik mungkin agar masa depan agama dan Negara menjadi lebih baik.   

Sabda Rasulullah SAW:

Kewajiban Bapak kepada anaknya adalah memberikan dia nama yang baik, mengajarkan dia kesopanan, menulis, berenang dan memanah, kangan beri makan kecuali barang yang baik dan kawinkan dia apabila telah dewasa (H.R Hakim)

Dari hadits tersebut bahwa kewajian orang tua adalah mendidik anak supaya menjadi anak yang baik dan shaleh, jika orang tua tidak mendidik anak dengan baik maka dosa yang besar yang didapatkan mereka.Semoga Allah SWT merlindungi kita dari api neraka-NYA.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Kenakalan siswa adalah perbuatan anak yang melanggar norma-norma, baik norma social, norma hukum, norma kelompok, mengganggu ketentraman masyarakat sehingga yang berwajib mengambil tindakan pengasingan. Secara luas sebab- sebab kenakalan remaja dapat kita bedakan menjadi dua, yaitu sebab intern dan sebab ekstern. Selain sebab- sebab yang dapat menimbulkan kenakalan pada anak Sekolah Dasar, banyak faktor- faktor yang mempengaruhi kenakalan diantaranya kemiskinan yang menerpa keluarga, disharmoni antara bapak dan ibu, dan perceraian dan kemiskinan sebagai akibatnya.

Faktor yang menyebabkan kenakalan anak pada sekolah dasar yaitu: kurang kasih saying dari orang tua, pergaulan dengan teman yang tdak sebaya, peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif, tidak adanya bimbinagan kepribadian dari sekolah, dasar-dasar agama yang kurang, tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya, dan kebebaasan yang berlebihan.

Sehingga untuk menangani kenakalan anak pada sekolah dasar yaitu pentingnya peran orang tua dalam memberikan perhatian dan kasih saying kepada anak, adanya kerjasama antara keluarga atau orang tua anak dengan sekolah, memberika arahan atau pemahaman terhadap perlakuan anak tersebut dan memberikan kesibukan yang berupa penyaluaran bakat dan hobi yang disukai anak agar mengurangi pergaulan yang berdampak negatif.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gunarso, Singgih D. 1983. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Gunung Mulia Kwitang.

Jumhur & Moh Surya. Bimbingan dan Penyuluhan. Bandung: PT. C.V. Ilmu.

Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

  TEORI KEPEMIMPINAN Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PSIKOLOGI MANAJEMEN ...