Minggu, 28 Mei 2023

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

 

TEORI KEPEMIMPINAN

Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

PSIKOLOGI MANAJEMEN

                                                                                  

                           

      

                                                                                

 

 

 

Dosen Pengampu:

Aris Imawan, M.Pd.I

 

Oleh:

DEWY MULYYA AYU KUSUMA

201812120380

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL FITHRAH

SURABAYA

2021-2022

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Sejarah merupakan suatu rujukan yang sangat penting saat kita akan membangun masa depan. Sekaitan dengan itu kita bisa tahu apa dan bagaimana perkembangan islam pada masa lampau. Namun, kadang kita sebagai umat islam malas untuk melihat sejarah. Sehingga kita cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang pernah ada dimasa lalu. Disnilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah kisah yang patut kita pelajari untuk merancang serta merencanakan matang-matang untuk masa depan yang lebih cemerlang tanpa tergoyahkan dengan kekuatan apa pun. Perkembangan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat adalah merupakan Agama Islam pada zaman keemasan, hal itu bisa terlihat bagaimana kemurnian Islam itu sendiri dengan adanya pelaku dan faktor utamanya yaitu Rasulullah SAW.

 

Kemudian pada zaman selanjutnya yaitu zaman para sahabat, terkhusus pada zaman Khalifah empat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, Islam berkembang dengan pesat dimana hampir 2/3 bumi yang kita huni ini hampir dipegang dan dikendalikan oleh Islam. Hal itu tentunya tidak terlepas dari para pejuang yang sangat gigih dalam mempertahankan dan juga dalam menyebarkan islam sebagai agama Tauhid yang diridhoi.

 

Perkembangan islam pada zaman inilah merupakan titik tolak perubahan peradaban kearah yang lebih maju. Maka tidak heran para sejarawan mencatat bahwa islam pada zaman Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin merupakan islam yang luar biasa pengaruhnya. Namun yang terkadang menjadi pertanyaan adalah kenapa pada zaman sekarang ini seolah kita melupakannya. Sekaitan dengan itu perlu kiranya kita melihat kembali dan mengkaji kembali bagaimana sejarah islam yang sebenarnya.

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana penelitian tentang kepemimpinan ?

2.      Apa saja kriteria pemimpin atau manajer yang baik ?

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Islam pada masa Rasulullah SAW

Nabi Muhammad adalah anggota Bani Hasyim, suatu kabilah yang kurang berkuasa dalam suku Quraisy. Nabi Muhammad lahir dari keluarga terhormat yang relatif miskin. Nabi Muhammad lahir pada pagi hari senin 12 hari bulan Rabi'ul Awwal tahun pertama dari tahun gajah yang masyhur yaitu 40 tahun setelah Kisca Anu Syirwan duduk di ats singgahsana kerjaan Parsi, bertepatan dengan bulan April 571 Milady menurut perhutungan Mahmud Pasja ahli falas Mesir yang terkenal ketika itu Ayahnya bernama Abdullah anak dari Abdul Muthalib, seorang kepala suku Quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya adalah Aminah Binti Wahab dari Bani Zuhrah. Tahun kelahiran nabi dikenal dengan tahun gajah.[1]

Nabi Muhammad lahir dalam keadaan yatim, yang kemudia diasuh oleh Halimah Sa'diyah. Dalam asuhanyalah Muhammad dibesarkan sampai usia empat tahun. Setelah itu kurang lebih dua tahun dia berada dalam asuhan ibu kandungnya. Ketika berusia enam tahun dia menjadi yatim piatu. Seakan-akan Allah ingin melaksanakan sendiri pendidikan Muhammad, orang yang dipersiapkan untuk membawa risalahNya terakhir.

Setelah Aminah meninggal, Abdul Muthalib mengambil alih tanggung jawab merawat Muhammad Namun dua tahun kemudian Abdul Muthaiibpna meninggal. Selanjutnya Nabi Muhammad dirawat oleh pamannya Abu Thalib, seperti Abdul Muthalib. dia sangat disegani dan dihomati oleh orang Quraisy dan penduduk Mekah secara keseluruhan, tetapi Abu Thalib ini miskin.

Dalam usia muda Muhammad hidup sebagai pengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah Melalui kegiatan pengembalaan ini dia menemukan tempat untuk berfikir dan merenung. Pemikiran dan perenungan ini membuat dia jauh dari pemikiran nafsu duniawi, sehingga ia terhindar dari berbagai noda yang merusak namanya, karena itulah Nabi Muhaminad diberi gelar al-amin, orang yang terpercaya,

Nabi Muhammad ikut untuk pertama kalinya berdagang ke Syria (Syam) dalam usia 12 tahun yang dipimpin oleh Abu Thalib. Dalam perjalanan ini, di Bushra, sebelah selatan Syria, ia bertemu dengan pendeta Kristen bernama Buhairah Pendeta ini melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad sesuai petunjuk-petunjuk cerita Kristen Sebagian sumber mengatakan bahwa pendeta itu menasihati Abu Thalib agar jangan terlalu jauh memasuki daerah Syria, sebab dikuatirkan orangorang Yaiudi melihat tanda-tanda itu dan berbuat jahat kepada Nabi Muhammad. Pada usia yang kedua puluh lima, Muhammad berangkat ke Syria membawa barang dagangan saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda, Khadijah. Khadijah adalah janda Mekah yang berkedudukan tinggi.

Pada masa sebelum Islam dia telah memperoleh gelar Tahra artinya yang berbudi tinggi, karena kebajikan dan keadilanya. Dalam pandangan ini Muhammad memperoleh laba yang besar Khadijah kemudian melamar Muhammad. Lamaran itu diterima dan menikahlah mereka, dikarunia enam orang anak dua putra dan empat putri:Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah. Ummu Kalsum, dan Fatimah. Kedua putra Nabi meninggal pada waktu kecil. Nabi muhamnad tidak pernah menikah lagi sampai Khadijah Meninggal dunia ketika Muhammad berusia 50 tahun.

Agama Islam, adalah agama yang suci, yang bersumber langsung dari sang pencipta Allah SWT. Agama Islam diturunkan secara langsung dan diwahyukan kepada nabi besar Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Perkembangan Agama Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dijalankan dengan bentuk pemerintahan yang berpedoman pada prinsip dan norma-norma ajaran Agama. Sebelum Agama Islam datang wilayah semenanjung Makkah dan Madinah, situasi dan kondisi sepanjang wilayah itu sangat tidak mencermin kan kehidupan umat manusia yang terpuji. Situasi dan kondisi masyarakat diwilayah jazirah Arab ini diwarnai dengan penyembahan berhala sebagai Tuhan, istilah ini disebut dengan Paganisme.

Agama Islam mulai berkembang pesat diwilayah Mekkah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam melalui penyebarannya, Agama Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad tidaklah mudah dalam menghadapi rintangan dan tantangan dari kaum jahiliyah. Sehingga Nabi Muhammad mendapat perlawan yang amat keji dari masyarakat Mekkah. Sebagai Rasul penutup Muhammad SAW, diberikan oleh Allah mujizat AlQur’an sebagai petunjuk yang paling sempurna. Sehingga Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai ajaranya yang paling sempurna, sebagai nikmat Allah yang cukup dan sebagai agama yang diridlai Allah.

Nabi Muhamad SAW, mulai melakukan pengasingan diri digua Hiro untuk mendapatkan sebuah petunjuk yang digunakan untuk menyadarkan masyarakat Mekkah untuk menghindari penyembahan berhala. Pada saat mengasingkan diri digua Hiro atau Jabal Nur, Nabi Muhammad SAW telah mendapatkan wahyu pertama yaitu berupa surah Al-Alaq ayat 1-5 yang bersumber dari Allah dan melalui perantara malaikat Jibril. Dengan wahyu pertama ini, beliau telah diangkat menjadi Nabi, utusan Allah. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW belum diperintahkan untuk menyeru kepada umatnya, namun setelah turun wahyu kedua, yaitu Surah Al-Muddatsir ayat 1-7 Nabi Muhammad SAW diangakat menjadi Rasul yang harus berdakwah. Kemudian setelah turun ayat ke 84 Surah Al-Hijir, Nabi Muhammad Saw mulai berdakawah secara terang-terangan.

Hingga pada akhirnya, Agama Islam mulai berkembang pesat ditengah majunya peradaban Islam. Seiring dalam majunya era peradaban Islam, dimasa inilah dimana, masa terakhir Nabi Muhammad telah menyapaikan dakwahnya yang terakhir. Pada tahun 10 H (631 M) Nabi Muhammad SAW beserta rombongan besar melaksanakan haji yang terakhir kalinya. Dalam kesempatan itu turunlah ayat Al-Qur’an yang terakhir yaitu surah Al-Maidah (5): 3), yakni sebagai berikut. Pada hari ini Aku sempurnakan agamamu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan Aku relakan Islam sebagai agamamu. Nabi Muhamamd SAW telah menyapaikan khutbahnya yang sangat bersejarah, yang isinya merupakan prinsip-prinsip yang mendasari gerakan Islam. Prinsip-prinsip itu merupakan prinsip yang paling penting dalam kehidupan umat Islam kedepanya. Bahwa, umat Islam harus selalu berpegang teguh pada pada dua sumber perkara, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H (8 Juni 632 M) masyarakat Mekkah dikejutkan dengan kabar duka yang mendalam, bahwasanya Nabi Muhammad telah wafat dalam usia 63 tahun. Amin (2013c:85.) Isak tangis yang begitu mendalam, seakkan sepeninggal Nabi Muhhamad masih belum diterima disemua kalangan masyarakat Mekkah.

Pada dasarnya, masayarakat Mekkah telah menganggap Nabi Muhammad SAW bukan cuma sebagai Nabiyullah, tetapi juga sebagai tempat untuk mengadu jika dalam masyarakat terdapat permasalahn yang belum bisa terpecahkan. Nabi Muhammad telah mampu menjalanan peranannya sebagai pemimpin agama, seorang negarawan, dan sekaligus pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Sehingga dalam waktu 11 tahun nabi Muhammad SAW dapat menundukan seluruh jazirah Arab.

Nabi Muhammad wafat tanpa meninggalkan wasiat kepada seseorang untuk meneruskan kepemimpinannya (kekhalifahan). Setelah wafat, fungsi sebagai Rasulullah, pengemban risalah kenabian tidak dapat disandangkan kepada manusia manapun didunia ini, karena fungsi tersebut adalah hal yang mutlak dari Allah Swt, sehingga terdapat suatu perselisihan, bahwasanya ada sekelompok orang yang ingin mangajukan Abu Bakar sebagai kekhalifahan. Dari kelompk lain juga mengajukan calon yang akan meneruskan kepemimpinan Rasulullah, yaitu dari Ahlul bait Rasullullah, yaitu Abdullah bin Abbas atau nama lainya Ali bin abi Thlib. Kelompok lain juga berpendapat bahwa yang berhak juga untuk meneruskan dakwah Rasulullah ialah kaum Quraisy, dan juga dalam golongan lain juga mengajukan yang berhak meneruskan dakwah Rasulullah ialah kaum Anshar.

 

 

B.     Islam pada masa Khulafa’ al Rasyidin

 

Kata khulafaur rasyidin terdiri dari dua kata, yaitu khulafa’kata khulafa’ dan arrasyidin. Kata khulafa’ adalah jama’ dari kata kholifah, yang artinya pengganti atau orang yang ditunjuk sebagai pengganti, pemimpin atau penguasa. Kata arrasyidin adalah bentuk jama’ dari kata arrasyid, artinya orang yang mendapat petunjuk.

Jadi, menurut istilah khulafaur rasyidin adalah orang-orang yang ditunjuk sebagai pengganti, pemimpin atau penguasa, yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.
Menurut istilah, khulafaurrasyidin adalah orang-orang yang ditunjuk menggantikan kedududkan rasulullah sebagai pemimpin umat dan kepala negara, setelah Rasulullah wafat.

Nabi Muhammad wafat tanpa meninggalkan wasiat kepada seseorang untuk meneruskan kepemimpinannya (kekhalifahan). Setelah wafat, fungsi sebagai Rasulullah, pengemban risalah kenabian tidak dapat disandangkan kepada manusia manapun didunia ini, karena fungsi tersebut adalah hal yang mutlak dari Allah Swt, sehingga terdapat suatu perselisihan, bahwasanya ada sekelompok orang yang ingin mangajukan Abu Bakar sebagai kekhalifahan. Dari kelompk lain juga mengajukan calon yang akan meneruskan kepemimpinan Rasulullah, yaitu dari Ahlul bait Rasullullah, yaitu Abdullah bin Abbas atau nama lainya Ali bin abi Thlib. Kelompok lain juga berpendapat bahwa yang berhak juga untuk meneruskan dakwah Rasulullah ialah kaum Quraisy, dan juga dalam golongan lain juga mengajukan yang berhak meneruskan dakwah Rasulullah ialah kaum Anshar. Sehingga, pada masa dipenghujung perdaban Islam yang mulai maju, setelah sepeninggal Rasulullah, empat pengganti beliau dalam mengurus pengembangan dakwah dan penyiaran Agama Islam telah dipimpin oleh pemimpin yang adil dan benar. Amin (2013e :93). Dalam perkembangan dan pemerintahan Agama Islam dipimpin oleh empat sahabat terdekat selama 30 tahun. Kepemimpinan tersebut adalah periode empat Khalifah atau disebut sebagai al-Khulafa al-Rasyidun, yang terdiri dari empat Khalifah, yaitu: Sulaiman (2014 :205). 1. Abu Bakar Ash-Shiddiq 11-13 H/632-634 M; 2. Umar Bin Khaththab 13-23 H/634-644 M; 3. Utsman Bin Affan 23-36 H/644-656 M; 4. Ali Bin Abi Thalib 36-41 H/656-661 M.

Dalam bidang pemerintahan, 4 Khalifah ini telah memberikan suatu pengaruh yang besar bagi perkembangan peradaban Agama Islam. Kemajuan dan perkembangan Agama Islam yang pesat ini ditandainya dengan perluasan dan penyebaran Agama Islam hingga mencapai keseluruh wilayah negara Islam. Setelah sepeninggal Rasulullah, tampuk pemerintahan dipegang oleh 4 Khalifah yang agung ini, yang diberi gelar al-Khulafa al-Rasyidun. Dalam perjalanannya dijalan Allah untuk menegakkan Agama Islam, keempat khalifah ini bisa dibilang telah berhasil dalam menorehkan tinta emas didalam perjuanganya. Dalam perjuanganya ke empat Khalifah ini tidaklah mudah, karena masih banyak kaum-kaum yang membangkang setelah wafatnya Rasulullah, banyak yang menyatakan telah meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama asalnya yang menyembah berhala, dan mulai munculnya nabi-nabi palsu, oleh karena itu ke empat Khalifah ini telah berjuang untuk mendirikan kembali Agama Islam kedalam peradaban yang kokoh.

Dalam perjalananya yang begitu singkat, dalam sebuah rintisan dan penguatan, masa pemerintahan al-Khulafa’ al-Rasyidum adalah masa yang sangat bermakna dalam sejarah peradaban Islam. Dimana masa-masa tersebut telah digunakan untuk kepentingan dijalan Allah dalam menegakkan keadilan dan mencegah kebatilan. Khalifah Abu Bakar, dalam perjuangannya yang telah memberikan perubahan besar bagi Agama Islam telah berhasil menetralisir keadaan dikalangan yang hampir bersitegang dalam perihal pengganti Rasulullah.

Khalifah Umar bin Khattab dalam perjuanganya telah berhasil mengembalikan stabilitas pemerintahan Islam yang bahkan penguatan negara hingga disemenanjung jazirah Arabia, telah berhasil mengubah komunitas marginal padang pasir menjadi pejuang yang gigih sehingga membuat imperium Persia dan Byzantium menyerah. Khalifah Umar telah berhasil dan mampu membangun kekuatan baru diwilayah Persia, Irak, Kaldea, Suriah, Palestina, dan Mesir. Selanjutnya, perjuangan Agama Islam yang dilakukan oleh Umar bin Khatab dan apa yang telah digagasnya telah dilanjutkan oleh Khalifah Utsman bin Affan. Sulaiman (2014 :206.)

Hingga pada akhirnya, Khalifah Utsman bin Affan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan Agama Islam dan perluasaan Agama Islam. Perkembangan agama Islam pada masa Khalifah Utsman salah satu bentuk kemajuan peradaban Islam, dalam kebijakan perkembangannya langkah yang diambil oleh Khalifah Utsman adalah untuk menuju peradaban Agama Islam yang lebih maju. Utsman bin Affan bin Abi al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Syams bin Manaf r.a. nasabnya bertemu Nabi pada kakek yang keempat, yaitu Abdu Manaf. Dari sisi ibu, nasab keduanya bertemu pada Urwa bin Kariz. Ibunda Urwa adalah Baydha bin Abdul Muththalib, bibi Rasulullah.

Dimasa jahilliyah, beliau disebut sebagai nama panggilan Abu Amr. Setelah masa Islam, ia lebih sering dipanggil Abu Abdullah yang diambil dari nama putranya dari Ruqqayyah bint Rasulullah. Julukan yang paling sering dan yang terkenal adalah Dzunnurain (pemilik dua cahaya). Julukan itu diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Julukan itu didapatkanya karena telah menikahi dua putri Rasulullah, yaitu Ruqqayyah r.a dan Ummu Kultsum r.a. Utsman bin Affan lahir enam tahun setelah tahun Gajah, tepatnya pada 47 S.H. usianya enam tahun lebih muda dari pada Rasulullah SAW. Beliau lahir di Taif daerah yang paling subur dikawasan Hijaz. Kehidupan Utsman bin Affan, tumbuh dan berkembang selayaknya anak-anak ddiwilayah jazirah Arab yang didalam lingkunganya masih diliputi dan dipenuhi oleh kebodohan dan kesesatan.

Sebelum agama Islam datang dan sesudahnya juga, beliau terhitung saudagar besar dan kaya, dan beliau juga memiliki sifat yang pemalu dan sangat pemurah menafkahkan kekayaannya untuk kepentingan dijalan Islam. Pada saat Rasulullah mengerahkan pasukan tentara Jaisyul Usrah pada saat perang tabuk, bahwa Utsman telah mendermakan 950 ekor unta, 59 ekor kuda dan seribu dinar untuk keperluan laskar. Pada peristiwa sebelumnya Utsman juga banyak sekali dalam mendermakan hartanya untuk kemengan Islam. Beliau adalah sahabat Nabi yang paling dermawan, suatu ketika Rasullullah pernah bersabda kepada Utsman, tiap-tiap Nabi mempunyai teman, temanku di syurga, beliau adalah Utsman. Oleh karena itu pertalian sahabat antara Rasulullah dan Utsman semakin akrab, maka rasul-pun telah mengkawinkanya dengan kedua putrinya, Ruqaiyah dan Ummu Kultsum. Setelah sepeninggal Ruqaiyah diwaktu perang Badr, Utsman dikawinkan dengan putri yg kedua Ummu Kultsum

Khalifah Utsman sebelum masuk Islam pada masa awal Islam, sebelum Nabi Muhammad memasuki Darul Arqam. Khalifah Abu Bakar telah mengajaknya masuk Islam saat usianya masih 30 tahun. Saat setelah mengajak masuk Islam, Khalifah Abu Bakar berkata, ‘’Wahai Utsman, demi Allah sesungguhnya engkau adalah seorang laki-laki teguh yang sangat jelas bagimu mana yang hak dan mana yang bathil. Sifat-sifat kebathilan-kebathilan itu, sudah dilihatnya oleh Khalifah Utsman sejak masih kecil. Sebagian besar penduduknya telah menyembah berhala. Sudah sejak lama, bahwa Khalifah Utsman sudah sangat risih melihat kelakuan masyarakatnya yang sedang menyembah berhala. Oleh karena itu, Utsman ingin masuk Agama Islam. Pada saat Khalifah Utsman berkata keinginanya untuk masuk Agama Islam, tiba-tiba datanglah Rasulullah. Rasulullah menghampiri Utsman dan bersabda dihadapanya, ‘’wahai Utsman, sambutlah Allah demi meraih surga-Nya karena sesungguhnya aku adalah utusan Allahkepadamu dan kepada semua umat. Setelah Khalifah Utsman mendengarkan sabda Rasul, pada akhirnya Utsman telah masuk Agama Islam.

Selain dikenal sebagai Khalifah yang dermawan, Utsman bin Affan juga dikenal sebagai orang yang paling pandai. Setelah Utsman bin Affan masuk Agama Islam, beliau telah memberikan perubahan yang besar bagi Agama Islam. Salah satunya dalam karyanya yang paling fenomenal dan prestasinya yang terbaik adalah menyatukan gaya bacaan (qira’ah) Al-Qur’an semua umat Islam. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, terdapat munculnya berbagai gaya bacaan Al-Qur’an (qira’ah) yang bermacam-macam lantunanya, terutama disebabkan oleh karakteristik tulisan Kufi yang membingungkan. Beliau menyusun Al-Qur’an dalam satu mushaf sesuai dengan bacaan yang didasarkan malaikat Jibril kepada Rasullullah diakhir hayatnya.

Al-Qur’an dipercaya sebagai kalam Allah yang menjadi sumber pokok ajaran Islam disamping sumber-sumber lainya. Bahwa, dalam kepercayaan terhadap kitab suci ini dan dalam pengaruhnya, dalam sejarah umat Islam sudah terbentuk sdemikian rupa, sehingga percaya kepada kitab suci termasuk dalam rukun iman. Secara etimologis, Al-Qur’an merupakan bentukan dari kata qara’a yang berarti menghimpun, menggabung, dan merangkai. Dinamakan sebagai Al-Qur’an, bahwa sebagai menghimpun surah-surah dan ayat-ayat.

Ajaran Tuhan dan yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ialah AlQur’an. Disamping itu, pola tingkah laku, sikap, dan ucapan Rasulullah sendiri telah dipakai sebagai percontohan oleh umat Islam, dalam istilahnya disebut ‘’Sunnah Rasul’’. Dalam agama Islam memiliki dua sumber yang dijadikan sebagai sumber kehidupan yang mencakup seluruh kehidupan sosial, agama dan filsafat pemeluk-pemeluknya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, dengan ditegaskan perintah untun dicatat dan dibukukan (mushaf). Kitab suci Al-Qur’an diturunkan didua tempat, Mekkah dan sekitarnya, Madinah dan sekitarnya. Al-Qur’an telah menganjurkan tentang mempelajari sejarah. Menurut pandangan Agama Islam, manusia mempunyai dua macam kedudukan diatas bumi, tanpa memandang kemajuan materi, ilmu pengetahuan serta tekhnologi yang telah dicapainya. Kitab suci Al-Qur’an berada dalam keadaan bentuk yang sangat baik ataupun dalam dudukan sebaik-baiknya, maka sebagaimana wajib dalam beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

Dalam pemeliharaan ayat suci Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad SAW, dalam faktanya sangat dipelihara dari kemusnahan dengan dua cara, yaitu, menyimpannya didalam ‘’dada manusia’’, maksudnya ayat-ayat suci Al-Qur’an yang telah diajarkan kepada Nabi, harus dihafalkanya, yang kedua ditulisnya dengan berbagai macam media, baik itu dalam kulit pohon, kulit hewan, dll. Peristiwa ini dinamakan jam’u-l-qur’an, yang dimaksud dengan ungkapan ini, pada dasarnya adalah pengumpulan wahyu-wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW melalui dua cara tersebut.

Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Muhammad dipelihara dalam ingatan Nabi dan para sahabatnya. Dalam tradisi penghafalan Al-Qur’an ini sangat kuat dikalangan masyarakat Arab yang telah sangat memungkinkan terpeliharanya ALQur’an dalam cara seperti itu. Setelah menerima satu wahyu, Nabi Muhammad, sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah, melalui perantara malikat Jibril dan melalui Al-Qur’an dan menyampaikanya kepada seluruh pengikutnya dan kemudian dianjurkan untuk dihafalkan. Dalam sejumlah Hadits menjelaskan berbagai upaya Nabi dalam merangsang penghafalan Al-Qur’an dan wahyu-wahyu yang telah diterimanya. Salah satu, dalam riwyat Utsman bin Affan, bahwa Rasulullah, dalam sabdanya ‘’yang terbaik diantara kamu adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mnegajarkanya’’. Didalam Hadist, telah disebutkan juga nama-nama sahabat penghafal Al-Qur’an. Dalam pemeliharaan Al Qur’an dimasa Nabi, bahwa dengan cara perekaman dalam bentuk tertulis yang unit wahyu yang diterima langsun oleh Nabi Muhammad SAW.

Semasa rasulullah masih hidup, beliau tidak pernah berwasiat kepada siapapun tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin, setelah beliau wafat. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sudah menyerahkan masalah kepemimpinan dan kepala negara kepada semua umat islam. Karena itulah, setelah beliau wafat bahkan belum sampai jenazah beliau dimakamkan, kaum anshar dan muhajirin sudah memperebutkan kekuasaan dan berkumpul di balai kota bani sa’idah, madinah untuk memusyawarahkan siapa yang akan menjadi pemimpin sebagai pengganti nabi. Kaum anshar dan muhajirin merasa sama-sama berhak menjadi pemimpin dan akhirnya dengan semangat dan ukhuwah islamiah yang tinngi, Abu Bakar terpilih menjadi pemimpin umat islam.

Sebagai pengganti rasulullah, para khalifah mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam sejarah umat islam, yaitu :

1.      Sebagai pemimpin umat islam

2.      Sebagai penerus perjuangan rasulullah

3.      Sebagai kepala negara, dan kepala pemerintah

Setelah nabi wafat, banyak umat islam terutama orang-orang yang masih lemah imannya keluar dari agama islam dan juga banyak orang yang tidak mau membayar zakat, bahkan juga ada orang yang mengaku menjadi nabi. Dengan beberapa faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa tugas khulafaur rasyidin yang terpenting adalah sebagai berikut :

1.      Melanjutkan dakwah dan risalah nabi dalam membina umat islam sesuai dengan alqur’an dan sunnah rasulullah.

2.      Memerangi orang yang sengaja mau merusak islam.

3.      Memerintah sebagai kepala negara dan kepala pemerintah.

4.      Mengembangkan dan memperluas wilayah islam.

 

Masa Kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq

 

Setelah Nabi Wafat terjadilah perdebatan sengit antar kaum muslimin yaitu kaum Muhajirin dan Anshar, keduanya saling mengklaim bahwa kelompoknya yang paling berhak menjadi pemimpin umat Islam. Semua itu disebabkan karena sebelum nabi wafat, beliau tidak meninggalkan wasiat siapakah yang akan menggantikan beliau, nampaknya beliau menyerahkan urusan ini kepada umat. Namun dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang tinggi abu bakar terpilih sebagai khalifah.

Abu bakar adalah orang pertama yang masuk islam dari kalangan tua. Meskipun pada waktu masuk islam beliau tidak muda lagi tapi semangat beliau tidak setua dengan usianya, beliau mempunyai semangat besar dalam mendakwahkan dan mengembangkan agama yang dibawa oleh Rosulullah. Dan banyak para sahabat yang masuk islam atas jasa beliau, diantaranya Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf. Dan karena kebaiakannya beliau juga membeli budak-budak yang disiksa oleh tuannya karena memeluk agama islam, diantara budak-budak yang dimerdekakannya adalah: “Bilal bin Rabah, Amir bin Fuhairah, Zanirah, dan lain-lain”.

Setelah Rosulullah saw. Wafat banyak sekali pertentangan dalam menentukan siapa yang pantas dan berhak menjadi khalifah, salah satu diantaranya adalah kaum anshar yang menginginkan bahwa yang berhak menjadi khalifah adalah kaum yang berasal dari anshar. Akan tetapi permintaan itu ditolak, dan sebagian besar kaum muslimin pada waktu itu menginginkan Abu Bakar. Maka dipilihlah beliau sebagai khalifah.

Setelah Abu Bakar Ash-Siddiq dibaiat sebagai khalifah yang pertama, banyak sekali kesulitan-kesulita yang beliau hadapi, dengan masa pemerintahan yang singkat yakni kurang lebih 2 tahun 3 bulan, beliau berhasil menghadi persoalan yang terjadi pada waktu itu, diantaranya adalah “melakukan pemberantasan kepada orang-orang murtad, orang-orang yang tidak mau membanyar zakat, dan yang mengaku sebagai nabi.”  Selain itu kerja keras yang beliau lakukan pada masa pemerintahannya adalah menerima gagasan untuk menghimpun Al-Qur’an dalam satu mushaf. Yang mana Umar bin Khattab adalah orang pertama yang mengusulkannya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an karena pada waktu itu para sahabat yang hafal  Al-Qur’an banyak yang gugur dimedan perang. Inilah untuk pertama kalinya Al-Qur’an dihimpun. Perluasan wilayah pada masa Abu Bakar ash-Siddiq ditujukan ke Persia dan Syiria (yang dikuasai oleh Romawi timur dibawah pimpinan Kaisar Heraklius).

Di wilayah Persia, Abu Bakar mengangkat Khalid bin Walid dan Mutsanna bin Haritsah sebagai panglima. dan mereka menuai kesuksesan dalam menakhlukkan wilayah ini, setelah itu khalifah Abu bakar memerintahkan kepada kedua panglima tadi untuk membantu dan bergabung dengan pasukan islam yang ada diSyiria. Usaha perluasan wilayah di Syiria, Abu Bakar menugaskan 4 panglima perang, diantaranya:

 

a.       Yazid bin Abu Sofyan, ditempatkan di Damaskus

b.      Abu Ubaidah bin Jarrah, ditempatkan di Homs dan sebagai penglima besar

c.       Amr bin Ash, ditugaskan di Palestina

d.      Surahbil bin Hasanah, ditugaskan di Yordania

 

Sebenarnya pengembangan islam di Syiria sudah dimulai ketika Nabi akan wafat dibawah pimpinan Usamah bin Zaid, namun berhenti ketika mendengar berita bahwa Nabi Muhammad saw. Wafat. Dan perluasan wilayah ini dilanjutkan kembali pada masa pemerintahan Abu Bakar, usaha ini di pimpin oleh 4 panglima yang telah penulis sebutkan sebelumnya dan diperkuat lagi dengan pasukan Khalid bin Walid dan Mutsanna nin Haritsah. Ditengah berkecamuknya perang melawan Romawi ini terdengar kabar bahwa Abu Bakar Ash-Siddiq wafat pada tahun 13H/ 634M. dan kekhalifahan dipegang oleh Umar bin Khattab.

 

Masa Kepemimpinan Umar bin Khattab (643-644 M / 13-23 H)

 

Umar diangkat menjadi khalifah atas pilihan pemuka-pemuka sahabat, pengangkatan ketika berlangsung umar sedang sakit sedangkan barisan depan pasukan Islam mengancam Palestina, Iraq Dan Kerajan Hirah. Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi terpecahnya orang-orang musim. Ternyata kebijakan abu bakar diterima masyarakat yang segera membaiat Umar.

Dalam peradaban islam umar sangatlah berarti penting, jasa-jasanya untuk perkembangan islam dan kepentingan umat sangat kuat. Dapat diibaratkan, Umar bin Khattab bagaikan mutiara yang cemerlang dalam sejarah perkembangan islam. Para ahli sejarah sepakat bahwa umar bin khattab adalah seorang negarawan, seorang jendral yang ahli dalam strategi perang, pemimpin umat dan negara yang jujur, adil, disiplin, dan sangat sedrehana.

Banyak sekali perjuangan dan jasa-jasa Umar bin Khattab, di antara jasa dan hasil perjuangan Umar bin Khattab adalah sebagai berikut :

 

a.       Perluasan wilayah

Pada masa pemerintahan Umar usaha pengembangan wilayah terus dilanjutkan. Khalifah Umar bin khattab melanjutkan perluasan dan pengembangan islam ke persia yang telah dimulai sejak khalifah Abu Bakar.

Beliau juga mengembangkan kekuasaan islam ke mesir, yang pada saat itu penduduk mesir sedang mendapatkan penganiayaan dari bangsa romawi dan sangat membutuhkan bantuan dari orang-orang islam.

Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat,  Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia.

b.      Bidang Pemerintahan

Khalifah Umar bi Khattab sangat memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran pemerintahan. Pembangunan fasilitas kepemerintahan di masa khalifah Umar sangat maju pesat. Di antara sarana-sarana pemerintahan yang dibangun adalah :

1)      Mendirikan baitul mal

2)      Mencetak mata uang negara

3)      Membentuk pasukan penjaga tapal batas

4)      membentuk peraturan gaji pegawai pemerintah

5)      membuat sarana komunikasi dan informasi

 

Masa Kepemimpinan Ustman bin Affan

 

Saat akan meninggal umar mengajukan enam calon khalifah yang salah satunya diantaranya akan dipilih menggantikan dirinya, empat calon mengundurkan diri, sehingga tinggalah Ustman dan Ali sebagai kontestan jedua orang itu menerima keputusan abdur rahman ibn auf, yang pada hari ketiga merekam suaranya untuk Ustman menjadi khalifah Islam ke tiga. Terpilihnya Ustman diikuti dukungan dan sumpah penduduk Madinah kepadanya.

Dimasa pemerintahan Utsman bin Affan (644-656 M), Ibnu Abdil Barr mengatakan, “Utsman dibaiat sebagai khalifah pada sabtu, 1 Muharram 24 H setelah tiga hari dari pemakaman Umar bin Al-Khathab.

Khalifah sebelumnya, Umar bin Al-Khathab telah menyiapkan sebuah komite yang terdiri dari enam dari sepuluh orang sahabat Rasulullah untuk memilih khalifah diantara mereka. Mereka adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, thalhah bin Ubaidillah, Abdurahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi waqqash. Di antara mereka yang di pilih sebagai khalifah islam yang ketiga adalah Utsman bin Affan.

Enam tahun pertama masa pemerintahan Utsman bin Affan berjalan dengan damai, namun enam tahun masa pemerintahan sesudahnya, terjadi pemberontakan. Sayangnya utsman tidak isa menindak tegas para pemberontak ini. Beliau selalu berusaha untuk membangun komunikasi yang berlandaskan kasih sayang dan berlandaskan hati. Tatkala para pemberontak memaksa untuk melepaskan kursi kekhalifahan, beliau menolak dengan mengutip perkataan Rasulullah. “suatu saat nanti mungkin Allah akan memakaikan baju padamu, wahai utsman. Dan jika orang – orang menghendakimu untuk melepaskannya, jangan lepaskan hanya karena oang – orang itu.”

Setelah terjadi pengepungan yang lama, akhirnya pemberontak  berhasil memasuki rumah utsman dan membunuhnya. Utsman bi Affan syahid pada hari jumat, 17 Dzulhijjah 35 H, setelah memerintah selama 12 tahun, sejak tahun 23 H.

Selama masa kekhalifahan utsman bin affan, kejayaan islam terbentang dari Armenia, kaukasia, khurasan, kirman, sijistan, Cyprus, sampai mencapai afrika utara. Kontribusi utsman yang paling besar dalam sejarah islam adalah kompilasi dari teks asli Al-Qur’an yang lengkap. Banyak salinan Al qur’an berdasarkan teks asli juga dibuat dan di distribusikan keseluruh dunia islam. Dalam mengerjakan proyek besar ini, beliau dibantu dan banyak mendapatkan masukan dari Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurahman bin Al-Harits. Utsman berhasil membangun administrasi kekhalifahan yang terpusat dan memantapkan penerbitan Al-Qur’an yang resmi.

Pengadilan agama yang semula dilakukan di masjid, oleh utsman dibangun gedung baru, khusus gedung pengadilan. Beliau juga yang mengadakan perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil haram serta membentuk armada laut islam yang pertama ketika terjadi perang Dzatuswari (perang tiang kapal) yang di pimpin Muawiyah bin Abi Sufyan pada 31 H.

Utsman bin Affan bin Abul Ash lahir dari keluarga yang kaya dan berpengaruh dari suku bangsa quraish silsilah bai umayyah. Usia beliau lebih muda lima tahun dari Rasulullah. Ia mendapatkan pendidikan yang baik, belajar membaca dan menulis pada usia dini. Di masa mudanya, ia telan menjadi seorang pedagang yang kaya dan dermawan. Dua kisah diatas merupakan bukti kedermawaannya. Utsman berasal dari starta social dan ekonomi tinggi yang pertama – tama memeluk islam.  Ia memiliki kepribadian yang baik, bahkan sebelum memeluk islam, utsman terkenal dengan kejujuran dan integritasnya. Rasulullah berkata, “orang yang paling penuh kasih sayang dari umatku kepada umatku adalah abu bakar, yang paling gagah berani membela agama Allah adalah umar, dan yang paling jujur kerendahatiannya adalah utsman. Mengenai sifat rendah hatinya ini, Rasulullah berkata, “ bukankah pantas saya merasa rendah hati terhadap seseorang bahkan malaikat pun berendah hati terhadapnya?”

Kepribadian utsman benar – benar merupakan gambaran dari akhlak yang baik yang baik menurut islam (akhlakul karimah). Ia jujur, dermawan, dan sangat baik hati. Rasulullah mencintai utsman karena akhlaknya, mungkin itulah alas an mengapa beliau mengizinkan dua anaknya untuk menjadi istri utsman. Yang pertama adalah Ruqayyah. Ia meninggal setelah perang badar. Rasulullah sangat tersentuh akan kesedihan yang dialami oleh utsman sepeninggal Ruqayyah dan menasehati utsman untuk menikahi seorang lagi anak perempuan beliau Ummu Kultsum. Karena kehormatan yang besar dapat menikahi dua anak perempuan Rasulullah, utsman terkenal dengan sebutan Dzun Nurain atau sang pemilik dua cahaya. Kedermawanan utsman tampak pada kehidupannya sehari – hari. Ketika bencana kekeringan melanda madinah, kaum muslimin terpaksa menggunakan sumur rum sebagai sumber mata air satu satunya. Sayangnya, sumur  tersebut milik yusur, seorang yahudi tua yang serakah. Untuk mengambil air sumur itu, kaum muslimin harus membayar mahal dengan harga yang ditetapkan si yahudi.

 

Masa Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib (35 – 40 H/656 – 661 M)

 

Kepemimpinan ali adalah pemilihan masyarakat muslim, karena setelah Ustman wafat masyarakat beramai-ramai membaiat ali sebagai khalifah.

Dia adalah khalifah keempat dari khulafaur Rasyidin. Ayahnya abu thalib bin Abdil Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Ibunya Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Jadi, baik dari ayah maupun ibunya, ali adalah keturunan Bani Hasyim. Setelah terbunuhya Utsman, kaum muslimin memilih Ali untuk menjadi pemimpin mereka. Pada masa Ali timbul beberapa gerakan yang menentang pemerintahan. Karena itu, selama memerintah beliau banyak mencurahkan perhatiannya pada pembangunan dan penerbitan keadaan dalam negeri, kholifah Ali mempunyai watak pemberani, pandai memanah dan memainkan pedang, ahli hukum agama. Beliau selalu ikut dalam suatu perang besar Rasulullah kecuali perang Tabuk. Dalam pemerintahannya, beliau melakukan penggantian para gubernur yang di angkat oleh Usman. Tindakan ini menimbulkan beberapa akibat, diantaranya munculnya tiga golongan( golongan Ali, golongan Muawiyahh, dan golongan Aisyah, Zubair dan Thalhah). Meletusnya perang Jamal, perselisihan Ali dan Muawiyah dan terjadi perang Shiffin. Akibat dari perang Shiffin muncullah Khowarij dan Syi’ah. Khowarij adalah kelompok yang keluar dari golongan Ali karena tidak setuju dengan kebijakan Ali memberhentikan perang Shiffin disaat pihaknya merasa hampir menang, di samping tidak setuju diadakannya pertempuran perdamaian dengan pihak Muawiyah di Daumatul Jandal. Peristiwa ini dikenal dengan peristiwa Majelis Taklim Daumatul Jandal. Sedangkan Syi’ah adalah golongan yang tetap loyal terhadap Ali.

Beberapa orang Khowarij yang beranggapan bahwa pangkal kekacauan di kalangan umat Islam ada tiga orang Imam yaitu: Ali, Muawiyah dan Amru bin As. Karena itu mereka harus di bunuh. Asda tiga orang Khowarij yang bertugas membunuh mereka yaitu Abd.Rahman bin Muljani bertugas membunuh Ali dan ia berhasil, Barak bin Abdullah bertugas membunuh Muawiyah dan tikamannya hanya mengenai pinggul dan ia tidak meninggal, bahkan Barak sendiri di bunuh sedangkan Amir bin Bakri bertugas membunuh Amr bin Ash dan tidak berhasil karena tidak hadir mengimami sholat, sehingga yang terbunuh adalah wakilnya. Selama masa Khulafaurrasyidin, dalam bidang kebudayaan mengalami kemajuan, misalnya munculnya seni sastra dan bangunan yang meliputi:

 

a.       Seni bangunan sipil( seperti  pembuatan gedung)

b.      Seni bangunan agama( seperti pembangunan masjid)

c.       Seni bangunan militer( seperti pembangunan benteng pertahanan)

 

Departemen yang di bentuk antara lain:

a.       Al- Nidham Al- Siyasi (menangani masalah politik)

b.      An- Nidham Al- Idari (menangani administrasi negara)

c.       Al- Nidham Al- Mali (menangani keuangan dan ekonomi negara)

d.      An- Nidam Al- Harbi (menangani angkatan perang dan perlengkapannya)

e.       An- Nidham Al- Qadha’(menangani masalah kehakiman)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Alkhurafa’ur rasyidin adalah pemimpin yang mendapat petunjuk sesudah nabi wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan. Nama khulafaur rasyidin ini hanya untuk empat sahabat yang menjadi khalifah secara berturut-turut setelah nabi. Mereka adalah orang-orang yang sangat setia kepada nabi. Pada masa ini, mereka betul-betul menurut teladan nabi, mereka dipilih melalui proses musyawarah, yang dalam istilah sekarang disebut demokratis. Pemerintahan itu sangat berjasa dengan perkembangan Islam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Badri Yatrim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003

Depag RI, Ensiklopedi Islam, Jilid 3, (Jakarta: Anda Utama,1993)

Gufron A. Mas’udi, Ensiklopedi Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999)

Hussein Bahreisj, 450 Masalah Agama Islam, (Surabaya: al-Ihlas, 1980)

Mohammad Husein, Pemerintahan Islam, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1990)

Tamil Ahmad, Sejarah Muslim Terkemuka, (Jakarta: Tamrint, 1987).

Zainuiddin, Mohammad Jamhari, al Islam 2, (Bandung: Pustaka Setia, 1999)

 

 



[1] Muhammad Husain Haekal Selurah Hidup Muhammad, Jakarta: Litera Antarnusa, 1993

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

  TEORI KEPEMIMPINAN Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PSIKOLOGI MANAJEMEN ...