EVALUASI
Makalah Diajukan Untuk
Memenuhi Tugas Semester Pendek (SP)
Mata Kuliah Manajemen Sumber
Daya Manusia
Dosen pembimbing:
Pratama SBK M.Si
Oleh:
Dewy MAK
Nur Jannah
Fadhilah
Kholil
Sekolah Tinggi Agama Islam
Al Fithrah
2021
Puji
syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima
kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik pikiran maupun materinya. Penulis sangat berharap semoga makalah
ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami
berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Bagi
kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Salah
satu persoalan peting dalam pengelolaan sumber daya manusia (dalam tulisan ini
disebut juga dengan istilah pegawai) dalam organisasi adalah evaluasi
kinerja pegawai dan pemberian kompensasi. Ketidak tepatan dalam melakukan
evaluasi kinerja akan berdampak pada pemberian kompensasi yang pada akhirnya
akan mempengaruhi perilaku dan sikap karyawan, karyawan akan merasa tidak puas
dengan kompensasi yang didapat sehingga akan berdampak terbalik pada kinerja
pegawai yang menurun dan bahkan karyawan akan mencoba mencari pekerjaan lain
yang memberi kompensasi baik. Hal ini cukup berbahaya bagi perusahaan apabila
pesaing merekrut atau membajak karyawan yang merasa tidak puas tersebut karena
dapat membocorkan rahasia perusahaan atau organisasi.
Evaluasi
kinerja pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kadar
profesionalisme karyawan serta seberapa tepat pegawai telah menjalankan
fungsinya. Penilaian kinerja dimaksudkan untuk menilai dan mencari jenis
perlakuan yang tepat sehingga karyawan dapat berkembang lebih cepat sesuai
dengan harapan ketepatan pegawai dalam menjalankan fungsinya akan sangat
berpengaruh terhadap pencapaian kinerja organisasi secara keseluruhan, tidak sedikit
di perusahaan –perusahaan swasta maupun negeri yang melakukan evaluasi kinerja
pegawai tidak tepat, tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, pada
akhirnya akan berdampak pada pemberian kompensasi. Oleh karena itu banyak oara
karyawan yangkinerjanya menurun dan pada akhirnya hrus mengundurkan diri karena
kompensasi yang tidak sesuai. Dengan adanya kasus seperti inilah bagi instansi
pemerintahan, mauoun perusahaan swasta evaluasi kinerja sangat berguna untuk
menilai kuantitas, kualitas, efisiensi perubahan, motivasipara aparatur serta
melakukan pengawasan dan perbaikan, kinerja aparatur yang optimal sangat
dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kelangsungan instansi
ini disetiap instansi tidak akan pernah luput dari hal pemberian balas jasa
atau kompensasi yang merupakan salah satu masalah yang penting dalam
menciptakan motivasi kerja aparatur, karena untuk meningkatkan kinerja
aparatur, dengan terbentuknya motivasi yang kuat, maka akan dapat membuahkan
hasil atau kinerja yang baik sekaligus berkualitas dari pekerjaan yang
dilaksanakannya.
a.
Apa pengertian, fungsi dan tujuan dari evaluasi?
b.
Bagaimana proses evaluasi kinerja ?
a.
Mengetahui pengertian, fungsi dan tujuan dari evaluasi evaluasi.
b.
Mengerti proses evaluasi kinerja.
Evaluasi merupakan saduran dari bahasa Inggris
"evaluation" yang diartikan sebagai penaksiran atau penilaian.[1]
Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan
berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Sementara Raka
Joni (1975) menjelaskan bahwa evaluasi adalah proses untuk mempertimbangkan
sesuatu barang, hal atau gejala dengan mempertimbangkan beragam faktor yang
kemudian disebut Value Judgment.
Maka dari pengertian di atas, dapat disimpulkan
bahwa evaluasi adalah proses menetukan nilai untuk suatu hal atau objek yang
berdasarakan pada acuan-acuan tertentu untuk menentukan tujuan tertentu. Dalam
perusahaan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan evektivitas
strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Data yang
diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisis
situasi program berikutnya.[2]
Dalam dunia kerja, evaluasi pun sangat lazim untuk dilakukan. Hal ini
supaya apa yang telah dilaksanakan tetap sesuai dengan rencana awal. Sehingga
bisa disebut pula bahwa evaluasi adalah suatu kegiatan mengumpulkan informasi
mengenai kinerja sesuatu (metode, manusia, peralatan), dimana informasi
tersebut akan dipakai untuk menentukan alternatif terbaik dalam membuat
keputusan.
Evaluasi adalah penilaian kinerja. Ini merupakan
salah satu cara terbaik untuk menguji efektifitas dan produktifitas di berbagai
bidang dalam kehidupan manusia. Baik itu dalam lingkup individu, kelompok,
lingkungan kerja, dan lain sebagainya. Sehingga sebagai anggota atau bagian dari
masyarakat, sangat penting bagi anda untuk memahami evaluasi adalah sesuatu
yang krusial.
Menurut William A.Mehrens dan Irlin J. Lehmann
(1978), pengertian evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan
menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat
alternatif-alternatif keputusan.
Sejalan dengan beberapa pendapat diatas
Brinkerhoff, dkk (1983:1-6), evaluasi merupakan sebuah proses yang menentukan
sejauh mana tujuan dapat tercapai. Brinkehoff menambahkan dalam pelaksanaan
evaluasi setidaknya ada tujuh elemen yang harus dilakukan yaitu :
1.
Fokus pada apa yang akan dievaluasi (focusing the
evaluation),
2.
Memiliki rancangan evaluasi (Designing the
evaluation),
3.
Mengumpulkan informasi (Collecting information),
4.
Menganalisis dan menginterpretasikan informasi
(Analyzing and interperetion),
5.
Membuat laporan(Reporty information),
6.
Pengaturan/pengelolaan evaluasi (Managing
evaluation),
7.
Evaluasi untuk evaluasi (Evaluaty evaluation).
Apabila beberapa pendapat diatas dapat
diaplikasikan dalam konteks pendidikan maka evaluasi dapat dikatakan sebagai
serangkaian upaya atau langkah-langkah strategis untuk mengambil keputusan
dinamis yang ditujukan pada pembuatan standar proses pembelajaran atau
pengajaran. Proses ini dapat terdiri dari :
1.
Mengumpulkan data yang tepat,
2.
Mempertimbangkan data dengan tolak ukur tertentu,
3.
Membuat keputusan berdasarkan data dengan
tindakan-tindakan yang relevan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan
bahwa evaluasi sifatnya luas, evaluasi dapat dilakukan meliputi dua aspek yaitu
kuantitatif dan kualitatif. Dimana melaksanakan pengukuran terhadap suatu
kinerja, dalam hal ini lebih bersifat mengukur kuantitas daripada kerja
sedangkan penilaian menunjuk pada segi kualitas, jadi evaluasi berkaitan dengan
keduanya yaitu pengukuran dan penilaian dimana pengukuran yang sifatnya
kuantitatif dan penilaian bersifat kualitatif.
Kegiatan evaluasi memiliki beberapa fungsi dan
manfaat. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari evaluasi adalah:
1.
Fungsi selektif adalah fungsi yang dapat
menyeleksi seseorang apakah memiliki komptensi yang sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Misalnya; menentukan seseorang diterima kerja atau tidak,
menentukan seseorang naik jabatan atau tidak, dan lainnya.
2.
Fungsi diagnosa bertujuan untuk mengetahui
kelebihan dan kekurangan seseorang dalam bidang kompetensi tertentu. Misalnya
untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan seorang siswa dalam bidang studi yang
didapatkannya di sekolah.
3.
Fungsi penempatan bertujuan untuk mengetahui di
mana posisi terbaik seseorang dalam suatu bidang tertentu. Misalnya untuk
mengetahui posisi terbaik seorang karyawan sesuai dengan bidangnya di dalam
suatu perusahaan.
4.
Dalam hal ini, evaluasi berfungsi untuk mengukur
tingkat keberhasilan suatu program, termasuk metode yang dipakai, penggunaan
sarana, dan pencapaian tujuan.
Evaluasi dilaksanakan untuk mencapai berbagai
tujuan sesuai dengan objek evaluasinya. Menurut Wirawan ( 2011 : 22 ) tujuan
dalam melaksanakan evaluasi antara lain : mengukur pengaruh program terhadap
masyarakat, menilai apakah program telah dilaksanakan sesuai dengan rencana,
mengukur apakah pelaksanaan program sesuai dengan standar, evaluasi program
dapat mengidentifikasi dan menemukan mana dimensi program yang jalan dan mana
program yang tidak jalan, pengembangan staf program dimana evaluasi dapat
dipergunakan mengembangkan kemampuan staf serta memberikan masukan kepada
pimpinan/manajer program mengenai kinerja staf dalam melayani masyarakat, jika
terjadi staf kompotensinya rendah maka perlu dilakukan pengembangan dengan
segera, tujuan evaluasi lainnya adalah untuk memenuhi ketentuan undang-undang,
akreditasi program, mengambil keputusan mengenai program, memberikan balikan
kepada pimpinan dan staf program.
Tujuan dari evaluasi. Kegiatan ini sangat penting
dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Berikut ini merupakan tujuan
evaluasi antara lain:
1.
Untuk mengetahui tingkat penguasaan atau
pemahaman seseorang terhadap kompetensi yang telah ditetapkan.
2.
Agar mengetahui kesulitan atau rintangan yang
dihadapi oleh seseorang dalam kegiatannya sehingga dapat dilakukan diagnosis
dan kemungkinan memberikan remedial teaching.
3.
Bisa menjadi umpan balik informasi yang baik
untuk pelaksana sehingga bisa memperbaiki kekurangan yang ada.
4.
Digunakan untuk mengetahui efektivitas dan
efisiensi metode atau cara yang telah diterapkan.
Dalam organisasi pendidikan kegiatan evaluasi ini
sering di sama artikan dengan supervisi. Secara singkat, supervisi diartikan
sebagai upaya mengadakan peninjauan untuk memberikan pembinaan, maka evaluasi
program adalah langkah awal dalam supervisi, yaitu mengumpulkan data yang tepat
agar dapat dilanjutkan dengan pemberian pembinaan yang tepat pula.
Evaluasi pendidikan
dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai
hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya
menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standart
tertentu. Hasilnya digunakan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang
pendidikan dan pengajaran.
Fungsi evaluasi
pendidikan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi
yang dipakai sebagai dasar untuk:
1.
Membuat Kebijaksanaan dan keputusan.
2.
Menilai hasil yang dicapai para pelajar.
3.
Menilai kurikulum.
4.
Memberi kepercayaan kepada sekolah.
5.
Memonitor dana yang telah diberikan.
6.
Memperbaiki materi dan program pendidikan.[3]
Tahapan
sebelum mengadakan Evaluasi, yakni:
- Mengembangkan
konsep dan mengadakan penelitian awal. Konsep perlu direncanakan secara
matang sebelum diadakan eksekusi pesan dan perlu diadakan uji coba untuk mengecek
kesesuaian antara draft yang dibuat dengan eksekusi pesannya.
- Dengan
uji coba yang dilakukan, pengevaluasi mencoba mencari tanggapan dari
khalayak. Tanggapan dari khalayak ini penting untuk mengukur efektivitas
pesan yang disampaikan.[4]
Dalam
mengadakan sebuah proses evaluasi, terdapat beberapa hal yang akan dibahas yaitu apa yang menjadi bahan
evaluasi, bagaimana proses
evaluasi, kapan evaluasi diadakan, mengapa perlu
diadakan evaluasi, di mana proses evaluasi diadakan, dan pihak yang mengadakan evaluasi.
Hal yang perlu dilakukan evaluasi tersebut adalah narasumber yang ada,
efektivitas penyebaran pesan, pemilihan media yang
tepat dan pengambilan keputusan anggaran dalam mengadakan sejumlah promosi dan
periklanan.[5]
Evaluasi tersebut perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan
perhitungan pembiayaan, memilih strategi terbaik
dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi iklan
secara general, dan melihat apakah tujuan sudah tercapai. Di sisi lain,
perusahaan kadang-kadang enggan untuk mengadakan evaluasi karena biayanya yang
mahal, terdapat masalah dengan penelitian, ketidaksetujuan akan apa yang hendak
dievaluasi, merasa telah mencapai tujuan, dan banyak membuang waktu.
Secara
garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi di awal (pretest) dan
diakhir (posttest). Pretest merupakan sebuah evaluasi yang
diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang
direncanakan. Sedangkan, posttest merupakan evaluasi yang
diadakan untuk melihat tercapainya tujuan dan dijadikan sebagai masukan untuk analisis
situasi berikutnya.
Evaluasi
dapat dilakukan di dalam atau di luar ruangan. Evaluasi yang diadakan di dalam
ruangan pada umumnya menggunakan metode penelitian
laboratorium dan sampel akan dijadikan sebagai kelompok percobaan.
Kelemahannya, realisme dari metode ini kurang dapat diterapkan.
Sementara, evaluasi yang diadakan di luar ruangan akan menggunakan metode penelitian lapangan di mana kelompok
percobaan tetap dibiarkan menikmati kebebasan dari
lingkungan sekitar. Realisme dari metode ini lebih dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Prosedur
pelaksanaan evaluasi adalah bagaimana seorang evaluator menyiapkan cara atau
langkah-langkah yang akan digunankan selama proses pelaksanaan evaluasi, dan
hal ini dilakukan secara sistematis, beraturan, sesuai dengan kaidah-kaidah
dalam penelitian evaluasi. Langkah-langkah dalam melaksanakan kegiatan evaluasi
pendidikan secara umum adalah sebagai berikut :
1.
Perencanaan
( mengapa perlu evaluasi, apa saja yang hendak dievaluasi, apa tujuan dari
evaluasi, tekhnik apa yang akan digunakan nanti pada evaluasi, siapa yang
hendak di evaluasi, kapan waktu pelaksanaan evaluasi, dimana objek yang akan
dievaluasi, seperti apa instrumen yang akan digunakan untuk evaluasi, indikator
apa saja yang digunakan untuk mengevaluasi, data apa saja yang ingin di teliti)
2.
Pengumpulan
data ( pengumpulan data dilakuakn sesuai dengan kebutuhan yang akan dievaluasi
dan dilakukan melalui tes, observasi, kuesioner, dan lain sebagainya sesuai
dengan tujuan yang hedak dicapai )
3.
Verifikasi
data ( uji instrumen, uji validitas, uji reabilitas )
4.
Pengolahan
data ( memaknai data yang terkumpul jika ingin menggunakan metode kualitatif
dan menggunakan statistik atau non statistik untuk penelitian kuantitatif.
Untuk
mencapai evaluasi tersebut dengan baik, diperlukan sejumlah tahapan yang harus
dilalui yakni menentukan permasalahan secara
jelas, mengembangkan pendekatan permasalahan,
memformulasikan desain penelitian, melakukan penelitian lapangan untuk
mengumpulkan data,
menganalisis data yang diperoleh, dan kemampuan menyampaikan hasil penelitian.[6]
Adapun
prinsip-prinsip dari Evaluasi Pendidikan itu adalah :
1.
Continue/terus
menerus : dimana Evaluasi ini tidak hanya dilakukan setahun sekali, sekuartal
sekali atau sebulan sekali, melainkan terus menerus, pada waktu mengajar sambil
mengevaluasi sikap dan perhatian murid, pada waktu pelajaran hampir berakhir.
2.
Menyeluruh/Komprehensif
: Evaluasi meliputi aspek kepribadian manusia, misalnya aspek intelegensi,
pemahaman, pensikapan, ketulusan, kedisiplinan, tanggungjawab dan sebagainya.
3.
Objektivias
: pelaksanaan evaluasi berdasarkan keadaan yang sesungguhnya tidak dicampuri
oleh hal yang bersifat emosional dan irasional.
4.
Validitas
: berdasarkan hal-hal yang seharusnya dievaluasi, yang meliputi seluruh
bidang-bidang tertentu yang diinginkan dan diselidiki, sehingga tidak hanya
mencangkup satu bidang saja.
5.
Reabilitas
: Evaluasi itu dapat dipercayai, artinya memberikan evaluasi kepada peserta
didik sesuai dengan tingkat kesanggupannya dan keadaan sesungguhnya.
6.
Efisiensi
: dapat menggunakan sarana dan prasarana yang baik, memanfaatan waktu sebaik
mungkin, mudah dalam proses administrasi dan interprestasinya sehingga evaluasi
ini tidak tepat pada sasarannya.
7.
Ta’ab
budiah dan ikhlas : evaluasi dilakukan penuh dengan ketulusan dan pengabdian
kepada Allah SWT.
Menurut
Robbins (2003:502) didalam buku Wibowo (2009:388) menemukan bebrapa metode yang
terdapat dipergunakan tentang bagaimana mengevaluasi kinerja karyawan, untuk
penjelasannya sebagai berikut:
- Wrritten Essays Teknik ini memberikan evaluasi kinerja dengan cara
mendeskripsikan apa yang menjadi penilaian terhadap kinerja individu, tim
dan organisasi.
- Critical Incidents Teknk ini mengevaluasi perilaku yang menjadi
kunci dalam membuat perbedaan antara menjalankan pekerjaan secara efektif
dengan tidak efektif.
- Graphic Rating Scales Teknik ini merupakan metode evaluasi dimana
evaluator memeringkat faktor kinerja dalam skala inkremental.
- Behaviorally Anchored Rating Scales Teknik ini merupakan pendekatan
skala yang mengkombinasi elemen utama dari critical incident dan graphic
rating scale. Penilai memeringkat pekerja berdasarkan butir-butir
sepanjang kontinum, tetapi titiknya dalah contoh perilaku aktual pada
pekerjaan tertentu daripada deskripsi umum atau sifat.
- Group Order Ranking 36 Teknik ini merupakan metode evaluasi yang
menempatkan pekerja dalam klasifikasi tertentu.
- Individual Ranking Teknik ini merupakan suatu metode evaluasi yang
menyusun atau rank-order pekerja dari terbaik ke terburuk.
- Paired Comparison Teknik ini merupakan metode evaluasi yang
membandingkan masing-masing pekerja dengan setiap pekerja lain dan
menyusun peringkat berdasar pada jumlah nilai superior yang dicapai
pekerja.
Evaluasi merupakan saduran dari bahasa Inggris
"evaluation" yang diartikan sebagai penaksiran atau penilaian.
Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan
berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Sementara Raka
Joni (1975) menjelaskan bahwa evaluasi adalah proses untuk mempertimbangkan
sesuatu barang, hal atau gejala dengan mempertimbangkan beragam faktor yang
kemudian disebut Value Judgment.
Maka dari pengertian di atas, dapat disimpulkan
bahwa evaluasi adalah proses menetukan nilai untuk suatu hal atau objek yang
berdasarakan pada acuan-acuan tertentu untuk menentukan tujuan tertentu. Dalam
perusahaan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan evektivitas
strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Wirawan ( 2011 : 22 ) tujuan dalam
melaksanakan evaluasi antara lain : mengukur pengaruh program terhadap
masyarakat, menilai apakah program telah dilaksanakan sesuai dengan rencana,
mengukur apakah pelaksanaan program sesuai dengan standar, evaluasi program
dapat mengidentifikasi dan menemukan mana dimensi program yang jalan dan mana
program yang tidak jalan, pengembangan staf program dimana evaluasi dapat
dipergunakan mengembangkan kemampuan staf serta memberikan masukan kepada
pimpinanmanajer program mengenai kinerja staf dalam melayani masyarakat, jika
terjadi staf kompotensinya rendah maka perlu dilakukan pengembangan dengan
segera, tujuan evaluasi lainnya adalah untuk memenuhi ketentuan undang-undang,
akreditasi program, mengambil keputusan mengenai program, memberikan balikan
kepada pimpinan dan staf program. Secara singkat, supervisi diartikan sebagai
upaya mengadakan peninjauan untuk memberikan pembinaan, maka evaluasi program
adalah langkah awal dalam supervisi, yaitu mengumpulkan data yang tepat agar
dapat dilanjutkan dengan pemberian pembinaan yang tepat pula. Evaluasi
pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi
data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau
menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai
dengan standart tertentu.
evaluasi merupakan sebuah proses yang menentukan
sejauh mana tujuan dapat tercapai. Brinkehoff menambahkan dalam pelaksanaan
evaluasi setidaknya ada tujuh elemen yang harus dilakukan yaitu :
1.
Fokus pada apa yang akan dievaluasi (focusing the
evaluation),
2.
Memiliki rancangan evaluasi (Designing the
evaluation),
3.
Mengumpulkan informasi (Collecting information),
4.
Menganalisis dan menginterpretasikan informasi (Analyzing
and interperetion),
5.
Membuat laporan(Reporty information),
6.
Pengaturan/pengelolaan evaluasi (Managing
evaluation),
7.
Evaluasi untuk evaluasi (Evaluaty evaluation).
Apabila beberapa pendapat diatas dapat
diaplikasikan dalam konteks pendidikan maka evaluasi dapat dikatakan sebagai
serangkaian upaya atau langkah-langkah strategis untuk mengambil keputusan
dinamis yang ditujukan pada pembuatan standar proses pembelajaran atau
pengajaran. Proses ini dapat terdiri dari :
1.
Mengumpulkan data yang tepat,
2.
Mempertimbangkan data dengan tolak ukur tertentu,
3.
Membuat keputusan berdasarkan data dengan
tindakan-tindakan yang relevan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan
bahwa evaluasi sifatnya luas, evaluasi dapat dilakukan meliputi dua aspek yaitu
kuantitatif dan kualitatif. Dimana melaksanakan pengukuran terhadap suatu
kinerja, dalam hal ini lebih bersifat mengukur kuantitas daripada kerja
sedangkan penilaian menunjuk pada segi kualitas, jadi evaluasi berkaitan dengan
keduanya yaitu pengukuran dan penilaian dimana pengukuran yang sifatnya
kuantitatif dan penilaian bersifat kualitatif. Kegiatan evaluasi memiliki
beberapa fungsi dan manfaat.
·
Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC. Second
Edition. Mc.Graw-Hill. Bab 22
·
Alamsetiadi, Manajemen
sistem evaluasi pendidikan
·
Duncan, Tom. 2005.
Principles of Advertising & IMC. Second Edition.Mc.Graw-Hill. Bab 22
·
Umar, Husein. Evaluasi
Kinerja Perusahaan. Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 99-102
[1]
Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan
Profesional. Remaja Rosdakarya, Bandung. 1996. Hal 414
[2]
Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC. Second Edition. Mc.Graw-Hill.
Bab 22.
[3]
Alamsetiadi, Manajemen sistem evaluasi pendidikan
[4]
Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC. Second Edition.Mc.Graw-Hill.
Bab 22
[5]
Umar, Husein. Evaluasi Kinerja Perusahaan. Jakarta:PT.
Gramedia Pustaka Utama. Hal 99-102
[6]
Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and
Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256
Tidak ada komentar:
Posting Komentar