Minggu, 28 Mei 2023

MAKALAH PENGGUNAAN MEDIA DAN KERJASAMA SEKOLAH

PENGGUNAAN MEDIA DAN KERJASAMA SEKOLAH

Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

MANJEMEN HUMAS DAN LAYANAN PUBLIK

                                                                                  

                           

      

                                                                                

 

 

 

Dosen Pengampu:

Dr. Iksan, M.Pd.I.

 

Oleh:

DEWY MULYYA AYU KUSUMA

201812120380

 

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL FITHRAH

SURABAYA

2021-2022

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Pendidikan sekolah merupakan suatu lembaga untuk mengembangkan sumberdaya manusia yang dilakukan secara sistematis, praktis dan berjenjang. Dalam pelaksanan pembelajaran di sekolah, guru memiliki peranan yang sangat penting demi tercapainya proses pembelajaran yang baik. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, seorang guru harus memiliki keaktifan dan kreatifitas yang tinggi dalam kegiatan belajar mengajar, dengan begitu maka guru setidaknya bisa menciptakan suasana belajar dengan baik sehingga peserta didik akan mempunyai minat belajar dan akan memiliki respon belajar yang baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai yaitu hasil belajar yang memuaskan. (Sahidin & Jamil, 2013).

 

Proses kegiatan pendidikan banyak faktor yang berperan dalam mencapai tujuannya seperti persiapan, strategi, metode, model, pendekatan, dan media. Pengaplikasian komponen-komponen tersebut dapat membantu terwujudnya tujuan pembelajaran dan pemahaman peserta didik akan semakin bertambah. Pengajaran akan lebih efektif apabila objek dan kejadian yang menjadi bahan pengajaran dapat divisualisasikan secara realistik atau menyerupai keadaan yang sebenarnya, namun tidaklah berarti bahwa media harus selalu menyerupai keadaan yang sebenarnya. (Sudjana, 2009). Penggunaan model dan media yang berkembang saat ini untuk melengkapi dan membantu guru dalam menyampaikan materi atau informasi kepada siswa. Model dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sangat banyak dan bervariasi. Dalam memilih model dan media pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan bentuk pengajaran (individu dan kelompok). Pada dasarnya tidak ada model dan media pembelajaran yang paling baik, sebab setiap model dan media pembelajaran yang digunakan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, model dan media yang digunakan dapat disesuaikan dengan materi yang diajarkan (Inayah & Khoiri, 2018).

Model dan Media pembelajaran menjadi sarana materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum sedemikian rupa sehingga memberikan motivasi dalam pembelajaran agar dapat dipahami dan menyerap semua pelajaran yang diberikan guru tersebut terutama dalam pelajaran IPA. Dengan model dan media proses pembelajaran akan tersampaikan secara efektif dan efesien, sehingga guru dituntun mampu menguasai model dan media pengajaran yang akan diaplikasikan di dalam kelas. Salah satu model dan media pembelajaran yang efektif dan efisien yaitu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan media visual.

Kehadiran media mempunyai arti penting dalam proses pembelajaran. Ketidakjelasan yang disampaikan oleh guru dapat dibantu dengan media sebagai sarana perantara. Kerumitan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik dapat disederhanakan dengan bantuan media (Nurul,Jamzuri, & Dwi, 2013). Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran merupakan suatu kenyataan yang tidak bisa dielakkan keberadaannya. Maka dari itu untuk membantu kemudahan dalam pemahaman materi ajar diperlukan media pembelajaran sebagai perantara. Namun ketersediaan media pembelajaran di sekolah masih sangat minim.

 

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa Pengertian media?

2.      Apa Fungsi Media Dan Kerjasama Sekolah?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media

 

Penggunaan media teknologi informasi saat ini bukanlah hal yang asing. Contohnya seperti media televisi, radio, dan interconnection-networking (internet). Penggunaan media internet juga sudah bukan hal yang baru bagi dunia pendidikan. Dilihat dari banyak sekali sekolah yang menggunakan media internet sebagai media pembelajarannya. Dengan munculnya teknologi-teknologi canggih seperti teknologi internet yang memanfaatkan sinyal WirelessFidelity (Wi-Fi) yang saat ini telah tersebar luas di berbagai wilayah di perkotaan, semakin membuat masyarakat cepat beradaptasi dengan kecanggihan teknologi informasi saat ini. Dilihat dari pengertian dari teknologi informasi sendiri menurut Sutarman (2009:13) yakni “teknologi informasi adalah suatu studi, perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer”

Penggunaan media teknologi informasi dalam lembaga pendidikan berfungsi untuk membantu sekolah dalam hal komunikasi sekolah dengan orang tua atau masyarakat dan kaitannya dengan manajemen hubungan sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri. Saat ini banyak lembaga pendidikan yang memanfaatkan media teknologi informasi sebagai dasar pembelajaran (basic learning) di sekolah. Seluruh peserta didik, guru dan staf mulai belajar bagaimana memanfaatkan media teknologi informasi yang disediakan secara maksimal. Sekolah kejuruan dapat pula memanfaatkan media teknologi informasi untuk kerjasama antara sekolah dengan perusahaan atau hubungan industri. Pada hubungan industri ini, sekolah tidak hanya bekerjasama secara eksternal juga internal. Tidak hanya sebagai stakeholder tetapi juga berperan dalam pembelajaran praktik kerja industri peserta didik sekolah menengah kejuruan. Banyak guru yang mengeluh apabila mendapatkan posisi atau letak pembimbingan peserta didik praktik kerja industri yang dirasa jauh, maka guru dapat memantau secara otomatis dengan media elektronik yang tersedia. Sekolah perlu melakukan tahap awal kerja sama dengan cara membuat kontrak atau perjanjian yang nantinya diwujudkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Jika dirasa letak dari sekolah dan industri cukup jauh, maka sekolah dapat memanfaatkan e-mail untuk mengirimkan proposalnya, sehingga dapat menghemat pengeluaran sekolah dan juga membantu kelancaran kerjasama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri.

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Batasan lain telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian di antaranya akan diberikan berikut ini. AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987 : 234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran. Di samping itu, mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pembelajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan paling canggih, dapat disebut media. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran.

Sebagian pendidik beranggapan bahwa menggunakan media dalam dunia pendidikan sangatlah sulit tapi ternyata pernyataan tersebut salah. Bagi pendidik yang termasuk orang awam media dan alat peraga mutlak penting digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar!”Itu kata kunci utama yang harus dipegang oleh guru pada saat memimpikan proses pembelajaran yang berkualitas. Bagaimanapun, kita sepakat dengan para ahli pendidikan dan psikologi yang menyatakan bahwa usia sekolah dasar adalah usia dimana pemikiran peserta didik harus bersifat nyata, konkrit, dan operasional. Fase yang dialami pada usia sekolah dasar membutuhkan segala sesuatunya mudah dipahami dan dapat dibuktikan sehingga implikasinya bagi guru adalah berusaha untuk menentukan bentuk nyata atau mendekati nyata dari konsep yang diajarkan. Kesulitan yang biasa dialami peserta didik dalam memahami konsep adalah verbalism, dimana mereka mengetahui konsep tetapi tidak paham makna.

Dalam konteks ini Winarno Surakhmad (1986 : 59) menyatakan bahwa : “Berdasarkan kenyataan bahwa setiap metode dapat dipergunakan dengan baik ditangan guru yang arif, dapatlah ditetapkan hypotesa bahwa sesungguhnya oleh setiap guru metode itu dapat dipertinggi efektifitasnya dengan berbagai teknik. Satu diantara teknik yang lazim dipergunakan ialah pemakaian alat-alat pembantu, baik sebagai alat peraga, maupun sebagai manusia sumber, dan lain-lain lagi. Jadi pada prinsipnya, setiap penggunaan alat pembantu harus dapat mempertinggi efisiensi metode utama yang di pakai mengajar artinya ialah bahwa setiap pengguaan alat itu harus membawa guru dan murid lebih dekat lagi pada tujuan yang ditetapkan.”

Media merupakan sarana atau saluran yang tepat mempermudah penyampaian pesan kepada peserta didik. Alat peraga dapat menunjukkan konsep lebih menjadi nyata. Untuk membedakan antara media dan alat peraga dapat dilihat dari fungsi keduanya. Sesuatu disebut media jika dapat mempermudah peserta didik memahami pesan. Dalam penggunaanya, kedua  istilah itu kadang dicampuradukkan, karena memang satu benda dapat berfungsi sebagai media atau alat peraga sekaligus. Sebuah papan tulis dapat berfungsi sebagai media saat digunakan guru untuk menunjukkan bangun-bangun segi empat. Dilihat dari penggunaannya, media bersifat tidak langsung, sedangkan alat peraga bersifat langsung. Fakta yang terjadi dilapangan menunjukkan adanya kecenderungan guru enggan menggunakan media atau alat peraga saat menyampaikan materi pembelajaran. Saat saya mencoba menelusuri penyebabnya, dari beberapa responden guru yang saya temui pada diklat atau pelatihan mengemukakan beberapa alasan, sebagian diantaranya; 1). Tidak semua materi pelajaran memiliki media atau alat peraga yang relava ; 2) media dan alat peraga yang tersedia disekolah sangat minim; 3) pengadaan media dan alat peraga membutuhkan biaya; 4) Media atau alat peraga yang tersedia dari bantuan pemerintah sulit untuk dioperasikan Permasalahan yang kerap dialami para guru dilapangan.

 

 

B.     Fungsi Media Dan Kerjasama Sekolah

 

Berikut ini dijelaskan fungsi dan peran dari media pembelajaran adalah:

1.    Menangkap Suatu Objek atau Peristiwa-Peristiwa Tertentu

Peristwa-peristiwa penting atau objek yang lengkap dapat diabadikan dengan foto, filim atau direkam melalui video atau audio, kemudian peristiwa tersebut disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan.

Guru dapat menjelaskan proses terjadinya gerhana matahari yang langka melalui hasil rekaman video. Atau bagaiman proses perkembangan ulat menjadi kupu-kupu, perkembangan bayi dalam rahim dari mulai sel telur dibuahi sampai menjadi embrio dan berkembang menjadi bayi. Demikian juga dalam pelajaran IPS , guru dapat menjelaskan bagaimana terjadinya peristiwa proklamasi melalui tayangan filim dan lain sebagainya.

2.    Memanipulasi Keadaan, Peristiwa, atau Objek Tertentu

Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme. Misalkan untuk menyampaikan bahan pelajaran tentang sistem peredaran darah pada manusia, dapat disajikan melalui filim. Selain itu, media pembelajaran juga dapat membantu menampilkan objek yang terlalu besar yang tidak mungkin dapat ditampilakan didalam kelas, atau menampilkan objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

Untuk memanipulasikan keadaan, juga media pembelajaran dapat menampilkan suatu proses atau gerakan yang terlalu cepat yang sulit diikuti, seperti gerakan mobil, gerakan kapal terbang, gerakan-gerakan pelari dan lain sebagainya.

3.    Menambah Gairah dan Motivasi Belajar Siswa

Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Sebagi contoh, sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topik tersebut, maka guru memutar filim terlebih dahulu tentang banjir atau tentang kotoran limbah industri dan lain sebagainya.

4.    Media Pembelajaran Memiliki Nilai Praktis

Media pembelajaran memiliki nilai praktis sebagai berikut:

Pertama, media dapat mengatasin keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa. Kedua, media dapat mengatasi batas ruang kelas. Hal ini terutama untuk menyajikan bahan belajar yang sulit dipahami secara langsung oleh peserta. Dalam kondisi ini media  dapat berfungsi untuk:

a.    Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa kedalamkelas

b.    Memperbesar serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat oleh mata telanjang,seperti sel-sel butir darah/molekul bakteri dan sebagainya

c.    Mempercepat gerakan suatu proses gerakan yang terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu cepat

d.    Memperlambat proses gerakan yang terlalu cepat

e.    Mempejela unyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat ditangkap oleh telinga

Ketiga, media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara perserta dengan lingkungan. Keempat, media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan. Kelima, media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, nyata, dan tepat. Keenam, media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik. Ketujuh, media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. Kedelapan, media dapat mengontrol kecepatan belajar siswa. Kesembilan, media dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai yang abstrak.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

1.       Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak kata medium. Secara harfiah, media berarti perantara, yaitu perantara antara sumber pesan (a source) engan enerima psan (a receiver). Jadi menurut Rossi dan Breidle mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat digunakan untuk tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya.

2.       Menurut Oemar Hamalik ( 1985: 63 ) dan 4 klasifikasi media pengajaran yaitu:

a.       Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projectin, papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster, peta dan globe

b.       Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya: phonograph record, transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder

c.       Alat-alat yang bisa dilihat dan didengar, misalnya filim dan televisi, benda-benda tiga dimensi yang biasanya dipertunjukkan, misalnya: model, spicemens, bak pasir, peta electris, koleksi diorama

d.       Dramatisasi, bermain peranan, sosiodrama, sandiwara boneka, dan sebagainya

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH TEORI KEPEMIMPINAN

  TEORI KEPEMIMPINAN Makalah diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah PSIKOLOGI MANAJEMEN ...